<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307</id><updated>2012-01-26T18:44:00.297-08:00</updated><category term='nulis'/><category term='cerita anak'/><category term='ultah'/><category term='cerpen benda'/><category term='workshop'/><category term='Ramadhan'/><category term='puisi'/><category term='english'/><category term='fiksi'/><category term='2011'/><category term='bagi-bagi hadiah'/><category term='januari 50k'/><category term='Onis'/><category term='award'/><category term='Dongeng'/><category term='tulisan'/><category term='prosa'/><category term='jual diri'/><category term='ngoceh'/><category term='Sarikata.com'/><category term='buku'/><category term='novel'/><category term='menulis'/><category term='cerpen'/><category term='giveaway'/><category term='writing contest pesta blogger 2010'/><category term='Lomba Cerita Anak'/><category term='Fani'/><category term='pisang'/><category term='KOMPASIANIVAL'/><category term='new year'/><category term='ngomel'/><category term='Sondang'/><category term='Idul Fitri'/><category term='kampungfiksi'/><category term='FF'/><category term='cerbung'/><category term='50ribu kata untuk januari'/><category term='blackbook'/><title type='text'>Tjatatan Ketjil Emak Gaoel</title><subtitle type='html'>when you think that life of a mom is boring, well...think again!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15782086161876979609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/-ZcV98eaBYWY/TuufX8cw8II/AAAAAAAAAnI/QTR0c83arZI/s220/banner.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>220</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-4344419800209450115</id><published>2012-01-24T04:20:00.000-08:00</published><updated>2012-01-24T05:20:44.166-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='januari 50k'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><title type='text'>Tentang J50K, Mbak Xenia dan Pesan Sponsor</title><content type='html'>Maleeem semuanyaaa...&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-y46bYJ2T0lY/Tx6v9bU8fNI/AAAAAAAAAp8/S7q0g8P6kO8/s1600/logo+50k.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-y46bYJ2T0lY/Tx6v9bU8fNI/AAAAAAAAAp8/S7q0g8P6kO8/s1600/logo+50k.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;J50K tahun ini agak tersendat. Magali, sabar yaa...&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Huaaa, maaf ya, lama juga nggak posting...Jangan salahkan akyuuu, salahkan si mbak yang mendadak pulang kampung. Huhuhuuuu... Udah sebulan ini mbak yang nolong saya di rumah pulang, gara-gara sakit. Buyar semua rencana menulis saya selama sebulan ini. Biasanya bisa nulis kalau anak-anak udah tidur, ini harus nyuci piring dulu, nyetrika dulu, nyapu dulu, kadang pake acara ngepel. Kenapa nggak bisa siang aja sih ngerjainnya? Nggak, nggak bisa! Saya tipe emak yang pengennya maen terus sama anak-anak kalau mereka lagi maen. Hihihihi...Resikonya, waktu menulis saya jadi berkurang. Mega project January 50K jadi terbengkalai. Sampai hari ini, novel &lt;a href="http://magalibywinda.blogspot.com/"&gt;Magali&lt;/a&gt; saya masih muter-muter aja di angka 15.000 kata, sementara peserta yang lain malah udah ada yang selesai 50.000 kata! Whoaaa...Sepertinya tragedi Ooops tahun lalu akan terjadi lagi pada calon novel baru saya. Hiks! Tapi untungnya kali ini belum jadi terlalu banyak, dan kendalanya muncul di awal-awal, jadi saya nggak akan terlalu nelongso kalau nggak bisa mencapai target. Soalnya tahun lalu, sampai hari terakhir bulan Januari 2011, saya sudah dapat 45.000 kata, dan lalu mandeg! Waaah, itu benar-benar moment "ngok" banget, deh! Intinya, Magali akan terus berjalan, tapi mungkin agak sedikit pelan, merangkak dan ngesot. Hahahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By the way, ngeri ya ngeliat kejadian beberapa hari yang lalu di &lt;a href="http://metro.vivanews.com/news/read/282165-di-balik-tragedi-maut-xenia-di-tugu-tani"&gt;Tugu Tani&lt;/a&gt;, Jakarta? Huhuhuhu, sampai sekarang saya masih nggak sanggup membayangkan bagaimana kejadian itu bisa terjadi. Seorang perempuan yang sedang dalam pengaruh drugs dan miras menabrakkan mobil Xenia-nya ke segerombolan orang di halte bus depan Tugu Tani. Sembilan orang tewas, empat orang luka parah. Tragis! Bahkan mau liat video-nya aja saya nggak mau.&lt;br /&gt;Udah pasti hujatan-hujatan banjir ke si cewek pengemudi itu. Twitter-nya habis di-bully orang-orang sejagad maya. Sangat bisa dimengerti, perbuatannya membuat berang banyak orang. Tapi kok saya hilang daya ya mau ikut-ikut mencaci-maki dia? Saya membayangkan seandainya saya berada dalam posisinya, beban tanggung jawab akibat perbuatan salah yang harus ditanggung tentu saja berat, tapi yang tidak sanggup saya bayangkan adalah beban batinnya untuk bisa meneruskan hidup dibayang-bayangi dengan perasaan bersalah kepada semua keluarga korban akibat perbuatannya. So sad..for me, it's like you're already dead.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga semua keluarga korban diberi kekuatan dan ketabahan, dan pelaku mendapat ganjaran yang setimpal. Setimpal dalam ukuran siapa? Kalau saya punya wewenang, enam tahun tidak akan cukup untuk melunasinya. Tapi wewenang itu bukan di tangan saya, makanya mending kita berdoa aja supaya yang memang berwenang memberikan hukuman yang setimpal atas perbuatannya. Ingat aja satu hal, urusannya sama Tuhan juga belum selesai. Masih ada ganjaran atas perbuatannya menanti di akhirat kelak. Semoga kita semua bisa jadi manusia yang ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Magali. Magaliii, oh Magaliiii..how I miss you so...Oh, my darling...halah...hahahahaa...Maaf, saya suka uring-uringan emang kalau punya rencana yang nggak berjalan sesuai yang sudah direncanakan. Bawaannya mau nungging-nungging sambil makan duren aja. Oh ya, doain doong, moga-moga Februari nanti novel terbaru saya bisa terbit; Finding Kayla. Nanti teasernya saya bikin di postingan sendiri, ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengkyu banget lhooo, udah mau baca postingan najong nggak mutu ini. Hahahahaa...Semoga diberi imbalan yang sesuai oleh Allah atas waktunya. Ihik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan sponsor:&lt;br /&gt;1. Jangan lupa beli buku Dear Mama 10 di Nulisbuku ya! Ada tulisanku di sana. ;)&lt;br /&gt;2. Lagi jatuh cinta berat sama si EK, nih. Bawaan rutin tiap tahun, menjelang bulan Februari, hari ulang tahunnya. Aheeeuuuy....Tweewwweeeww!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-cPzYz-aFawk/Tx6vLNCwF0I/AAAAAAAAA3E/TW0jbt5n5cc/s1600/si%2Bganteng.JPG" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701186785312249666" src="http://1.bp.blogspot.com/-cPzYz-aFawk/Tx6vLNCwF0I/AAAAAAAAA3E/TW0jbt5n5cc/s320/si%2Bganteng.JPG" style="display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 289px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;si EK yang sebentar lagi ulang tahun....wkwkwkwkwk&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-4344419800209450115?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/4344419800209450115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2012/01/tentang-j50k-mbak-xenia-dan-pesan.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/4344419800209450115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/4344419800209450115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2012/01/tentang-j50k-mbak-xenia-dan-pesan.html' title='Tentang J50K, Mbak Xenia dan Pesan Sponsor'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-y46bYJ2T0lY/Tx6v9bU8fNI/AAAAAAAAAp8/S7q0g8P6kO8/s72-c/logo+50k.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-3147824666313700918</id><published>2012-01-22T01:42:00.000-08:00</published><updated>2012-01-22T01:51:40.786-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FF'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Kamu, Seutas Tali Yang Mengikat Leherku</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-UTDAGDxrsLU/TxvaeWDX6kI/AAAAAAAAAp0/GUoVzhp2xsU/s1600/tali.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="227" src="http://4.bp.blogspot.com/-UTDAGDxrsLU/TxvaeWDX6kI/AAAAAAAAAp0/GUoVzhp2xsU/s320/tali.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;kenangan masa lalu bersamamu ini seperti tali yang mengikat leherku...&lt;br /&gt;membuatku takut bergerak karena kupikir aku akan tercekik nantinya ...&lt;br /&gt;lama aku bertahan di tempatku berdiri karena ketakutanku itu ...&lt;br /&gt;sampai suatu hari aku muak, karena aku tak pernah bergerak, dengan tali melingkari leherku...&lt;br /&gt;kupikir, tak ada ruginya aku bergerak...ka&lt;span class="text_exposed_show"&gt;lau aku tercekik aku akan mati...&lt;br /&gt;dan itu sama saja seperti keadaanku yang tak bergerak ini...maka aku nekad berjalan...&lt;br /&gt;aku siap mati tercekik oleh tali yg melingkari leherku...dua, tiga langkah...&lt;br /&gt;tali itu belum juga menegang, menarik leherku...empat, lima langkah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;aku masih bisa berjalan dengan tali menggantung di leherku, tapi belum juga aku tercekik...&lt;br /&gt;dengan heran, aku berbalik, mencari ujung tali itu...&lt;br /&gt;ternyata ujung tali itu tak terikat dimana pun, dia terlepas begitu saja di tanah...&lt;br /&gt;akhirnya aku paham, ujung tali itu adalah kamu yang sudah pergi, tidak mengikatku...&lt;br /&gt;bodohnya aku bertahan tak bergerak selama ini, ternyata tak ada yg menahanku...&lt;br /&gt;andai aku tahu lebih cepat, tali di leherku ini akan kubawa serta kemana aku pergi...&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;dan kamu...kamu hanya seutas tali yang menggantung di leherku...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;sebuah kenangan yang akan selalu mengikutiku...yang tak seharusnya menahanku...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-3147824666313700918?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/3147824666313700918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2012/01/kamu-seutas-tali-yang-mengikat-leherku.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/3147824666313700918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/3147824666313700918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2012/01/kamu-seutas-tali-yang-mengikat-leherku.html' title='Kamu, Seutas Tali Yang Mengikat Leherku'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15782086161876979609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/-ZcV98eaBYWY/TuufX8cw8II/AAAAAAAAAnI/QTR0c83arZI/s220/banner.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-UTDAGDxrsLU/TxvaeWDX6kI/AAAAAAAAAp0/GUoVzhp2xsU/s72-c/tali.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-8751911533433935446</id><published>2012-01-20T06:02:00.000-08:00</published><updated>2012-01-20T06:34:24.037-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FF'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Inilah Aku Tanpamu</title><content type='html'>Kamu duduk di bawah pohon yang sama sore itu. Bedanya, kamu tidak bersamaku. Sepertinya kamu sendiri. Ada yang lain darimu kulihat. Rambutmu terlihat lebih berkilau. Yakin sekali wangi tubuhmu pasti seperti aroma buah, seperti yang pernah kuingat. Sedikit sesal menyelinap dan masuk ke dalam rongga hatiku.&lt;br /&gt;Dulu kamu juga cantik, walaupun tak secantik sekarang. Saat pertama kita bertemu, aku begitu terpukau. Tak lama kamu menjadi milikku, hari-hariku mulai diisi dengan aroma buah dari tubuhmu. Namun itu tak lama. Aku yang salah. Aku bosan. Entah kenapa. Yang pasti, perlakuanku kepadamu sempat membuat marah adikku.&lt;br /&gt;"Kamu jahat! Tidak perhatian! Jangan salahkan siapa-siapa kalau suatu saat dia akan pergi darimu diam-diam karena perlakuanmu padanya!" Ketus teguran adikku, menghakimi perlakuanku padamu.&lt;br /&gt;Waktu itu aku hanya tertawa, menyepelekan. Tahu apa anak kecil itu? Aku bosan dan malas. Kenapa harus disangkut-pautkan dengan perhatian? Toh kamu tetap ada di sampingku. Aku yakin sekali kamu tak akan pergi meninggalkanku. Kamu begitu ketergantunganpadaku, betapa pun tak pedulinya aku padamu terkadang.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kamu pergi. Setelah berhari-hari aku melupakanmu. Jangan salahkan aku. Hidupku bukan hanya tentangmu. Aku harus pergi selama berhari-hari untuk keperluan kuliahku. Aku lupa sama sekali padamu. Bahkan tak kuingat untuk menitipkan dirimu pada adikku. Lagipula, sekali lagi, tahu apa anak kecil itu? Percuma, pikirku waktu itu.&lt;br /&gt;Kamu pergi, tapi lucunya aku juga tak merasa kehilangan saat itu. Sampai sore itu aku melihatmu lagi. Di bawah pohon yang sama di taman kota, tempat kamu biasa menungguku dengan setia. Dan sial sekali, ternyata aku rindu kamu. Dan lebih sial lagi, kamu ternyata lebih cantik sekarang. Apa yang kamu lakukan pada dirimu selepas dariku?&lt;br /&gt;Aku mengendap-endap mendekatimu. Kamu seperti merasakan kehadiranku. Kamu menoleh ke arahku. Matamu masih sama sendunya seperti dulu. Hanya kini terasa dingin bagiku. Dulu mata itu begitu bersinar setiap menatapku. Terpancar kebahagiaan dari sana. Namun kini, bahkan mata itu bisa memberitahuku kalau kamu tak mengenalku lagi. Ah, begitu mudahnyakah melupakan bagimu?&lt;br /&gt;Seorang lelaki asing berjalan mendekatimu. Kamu menoleh ke arahnya dan berlari menyambut. Kalian berpelukan dengan penuh kebahagiaan, di depan mataku. Aku terdiam. Oh, rupanya kamu sudah menemukan yang lain. Sekilas angin bertiup membawa aroma buah dari tubuhmu. Rambutmu berkilauan ditimpa sinar matahari sore. Aku menelan ludah.&lt;br /&gt;Aku masih berdiri mematung di tempatku, berharap kamu mau memalingkan wajahmu sekali lagi kepadaku. Aku ingin melihatmu untuk yang terakhir kalinya. Seperti terbaca olehmu, kamu melihat ke belakang, mencariku. Aku bisa melihat matamu, dan matamu seperti berbicara, "Inilah aku tanpamu sekarang."&lt;br /&gt;Lantas kamu berlalu sambil mengibaskan ekormu. Kamu, anjing yang pernah kusia-siakan, kini berjalan pongah dengan muka terangkat dan ekor bergoyang-goyang. Bahagia sekali dengan pemilik barumu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-4DVKRcT97z4/Txl7SRAF61I/AAAAAAAAAps/Yp4CC7b-8lY/s1600/dog.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-4DVKRcT97z4/Txl7SRAF61I/AAAAAAAAAps/Yp4CC7b-8lY/s320/dog.jpg" width="219" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hari ke-9 &lt;a href="http://www.blenza.com/linkies/links.php?owner=WangiMS87&amp;amp;postid=19Jan2012&amp;amp;meme=eb"&gt;#15HariNgeblogFF&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-8751911533433935446?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/8751911533433935446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2012/01/inilah-aku-tanpamu.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/8751911533433935446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/8751911533433935446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2012/01/inilah-aku-tanpamu.html' title='Inilah Aku Tanpamu'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-4DVKRcT97z4/Txl7SRAF61I/AAAAAAAAAps/Yp4CC7b-8lY/s72-c/dog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-5225020203992265318</id><published>2012-01-18T04:22:00.000-08:00</published><updated>2012-01-18T04:30:20.936-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FF'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Sepucuk Surat (Bukan) Dariku</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-_PXZNLQfngY/Txa6rvJKLNI/AAAAAAAAA24/sl5rWxtifak/s1600/brain.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5698947639035964626" src="http://1.bp.blogspot.com/-_PXZNLQfngY/Txa6rvJKLNI/AAAAAAAAA24/sl5rWxtifak/s320/brain.jpg" style="display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 306px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a class="cssButton" href="javascript:void(0)" id="publishButton" onclick="if (this.className.indexOf(&amp;quot;ubtn-disabled&amp;quot;) == -1) {var e = document['postingForm'].publish;(e.length) ? e[0].click() : e.click(); if (window.event) window.event.cancelBubble = true; return false;}" target=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="cssButtonOuter"&gt;&lt;div class="cssButtonMiddle"&gt;&lt;div class="cssButtonInner"&gt;&lt;a class="cssButton" href="javascript:void(0)" id="publishButton" onclick="if (this.className.indexOf(&amp;quot;ubtn-disabled&amp;quot;) == -1) {var e = document['postingForm'].publish;(e.length) ? e[0].click() : e.click(); if (window.event) window.event.cancelBubble = true; return false;}" target=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-_PXZNLQfngY/Txa6rvJKLNI/AAAAAAAAA24/sl5rWxtifak/s1600/brain.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tanganku sudah cukup dingin, sekarang bergetar pula memegang selembar kertas itu. Terlalu lama aku menunggu rangkaian kata dalam secarik kertas itu menghampiri hidupku. Terlalu lama, sampai mungkin sekarang sudah terlambat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Untuk apa dia mengirim surat itu untukku sekarang? Dia sudah menikah. Tak akan ada apa pun untuk kami berdua  sekarang ini. Semua yang indah sudah menantiku dan dia, calon istriku. Jadi untuk apa selembar kertas itu sampai di tanganku hari ini?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Calon istriku menghampiri dengan tanda tanya besar di wajahnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Surat dari siapa?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Bukan dari siapa-siapa!” jawabku sambil merobek dan membuangnya dengan tergesa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Bukan siapa-siapa adalah seseorang yang istimewa, begitu biasanya,” ujarmu pelan, menyelidik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Tidak istimewa! Tidak pernah istimewa dan tidak akan istimewa selamanya!” Entah mengapa aku merasa harus membela diri dengan suaraku yang tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dia terdiam. “OK, kalau begitu,” katanya kemudian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Aku menunggumu di sini. Datanglah!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bergegas aku menuju ajakan itu. Dia begitu berarti bagiku. Tak mungkin aku mengecewakannya dengan datang terlambat. Sebuah café kecil di pinggir kota, tujuanku, tempatnya menunggu. Entah mau apa dia kali ini. Terakhir dia mengajakku bertemu di sana, adalah saat dia mengungkapkan cintanya padaku, dan aku tak punya hati untuk meruntuhkan harapannya. Dia begitu baik padaku. Dia begitu pemaaf. Dia begitu mengerti. Aku tak akan pernah beruntung dua kali untuk bisa mendapatkan seperti dia lagi suatu saat nanti. Aku tahu itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Calon istriku duduk di café itu, tidak sendiri. Berdua dengan dia, yang mengirim sepucuk surat itu. Aku tak mengerti ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Duduklah,” Pintanya dengan senyum. “Aku membaca surat yang sudah kamu robek dan buang kemarin,” katanya padaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Surat yang kemarin kau baca, itu bukan dariku,” kata dia yang kusangka pengirim surat itu. “Itu bukan dariku, dan bukan untukmu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Aku makin tak mengerti. Kata-kata dalam surat itu sepertinya memang untukku, dari dia, cinta lamaku. Kalau bukan darinya, lantas dari siapa? Dan kalau bukan untukku, lantas untuk siapa?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Surat itu dari suamiku, untuk calon istrimu ini,” katanya  sambil menatap ke arah calon istriku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Bagaimana bisa?” tanyaku semakin bodoh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Suamiku mengalami kecelakaan beberapa minggu yang lalu. Dia terkena partial amnesia. Sebagian dari ingatannya hilang, dan itu adalah bagian dimana ada aku di dalamnya. Bagian yang diingatnya terakhir adalah saat dia dan calon istrimu ini masih berpacaran lima tahun yang lalu. Saat dia masih sering menulis surat untuknya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hari ke-7 &lt;a href="http://celotehwangi.wordpress.com/2012/01/17/15haringeblogff-daftar-tulisan-7-belum-berjudul-ih-p/" target="_blank"&gt;#15HariNgeblogFF&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-5225020203992265318?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/5225020203992265318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2012/01/sepucuk-surat-bukan-dariku.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/5225020203992265318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/5225020203992265318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2012/01/sepucuk-surat-bukan-dariku.html' title='Sepucuk Surat (Bukan) Dariku'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-_PXZNLQfngY/Txa6rvJKLNI/AAAAAAAAA24/sl5rWxtifak/s72-c/brain.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-3152629199223659726</id><published>2012-01-17T05:25:00.000-08:00</published><updated>2012-01-17T05:28:36.377-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FF'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Ada Dia Di Matamu</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-3h-KDcgMKTc/TxV3cabe6yI/AAAAAAAAApk/faqqfX8HcOc/s1600/wed.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-3h-KDcgMKTc/TxV3cabe6yI/AAAAAAAAApk/faqqfX8HcOc/s320/wed.jpg" width="279" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Ayo, kita udah telat, nih! Habis fitting di tempat Mbak Siska, kita masih harus ke catering untuk bayar DP!” Suara Dinda terdengar sedikit kesal di telepon.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Banu menghembuskan nafas perlahan, berusaha agar Dinda tidak perlu mendengar desahannya. Banu khawatir Dinda menangkap kegalauan dalam suara desah nafasnya yang tertahan itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tiga minggu menjelang hari pernikahan mereka, semua persiapan tampak makin kacau-balau saja. Kebaya Dinda yang kurang motte, catering yang mendadak minta ditambah uang DP, fotografer yang terus-menerus mendesak mereka segera berangkat ke Anyer untuk keperluan foto pre-wed, dan seribu satu masalah kecil yang mengganggu sekali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Banu heran, dengan pasukan panitia pernikahan mereka yang sejumlah dua kelurahan itu, masih saja ada yang tidak bisa dibereskan oleh mereka dan terpaksa calon pengantin yang turun tangan. Beberapa temannya di kantor sudah sempat mengingatkan Banu tentang masalah ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Biasanya makin dekat hari H, malah makin kacau, Nu!” kata Mas Bambang, operator mesin di kantornya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Waduh, mas! Kok bisa gitu?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Nggak tahu juga, Nu. Tapi justru di situ dinamikanya. Itu akan jadi sesuatu yang akan kalian kenang berdua nantinya.” Mas Bambang menepuk-nepuk pundaknya, memberi semangat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Iya, kalau itu akan jadi kenangan manis! Bagaimana kalau itu justru jadi pertanda? Pertanda kalau seharusnya pernikahan ini tidak terlaksana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Glek! Banu menelan ludah, ketegangan menguasai dirinya. Satu pertanda besar, selain pertanda-pertanda sepele seputar pernikahan mereka baru saja terjadi pagi tadi. David, sahabatnya, mengabarkan kalau dia akan bercerai dengan istrinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sinta, apa kabar dia sekarang? Istri David itu, atau haruskah dia menyebutnya calon mantan istri David itu, cinta pertama Banu. Dinda kenal dengannya, tentu saja. Karena mereka berempat sahabat sejak kuliah. Kenapa David menceraikan Sinta? Apa yang terjadi? Dan kenapa sekarang perasaannya menjadi kalut berbalut rasa senang yang aneh setelah mendengar kabar itu? Ini pasti pertanda!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Banu dan Dinda turun dari mobil. Mereka sudah sampai di halaman butik milik Mbak Siska, perancang pakaian pengantin mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Haai, calon pengantin!” Sebuah suara menegur mereka dengan riang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sinta menghambur memeluk Dinda dengan penuh semangat. Banu terdiam. Sekian lama tidak bertemu dengannya, kenapa justru sekarang mereka dipertemukan? Di depan butik perancang pakaian pernikahannya? Come on! Ini pasti pertanda!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Usai bercakap-cakap, Sinta pamit meninggalkan mereka. Tidak sedikit pun Sinta menceritakan tentang rencana perceraiannya dengan David. Dia terlihat riang seperti biasa. Entah kalau Sinta menutu-nutupi, tapi Banu tetap tidak bisa menahan gejolak aneh dalam dirinya setiap melihat Sinta di hadapannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sepasang mata mengawasi mereka bertiga sejak tadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kebayamu udah OK. Mote-nya udah aku tambahin. Sana, cobain dulu!” kata Mbak Siska sambil menyerahkan kebaya warna putih ke tangan Dinda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dinda segera menuju fitting room di bagian belakang butik itu. Mbak Siska mengalihkan perhatiannya pada Banu. Banu tersenyum kikuk. Mbak Siska sering membuatnya salah tingkah, entah mengapa. Caranya memandang Banu selalu membuatnya gelisah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Siapa dia?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Maaf, mbak?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Dengar, aku sudah terlalu banyak pengalaman dengan semua ini. Melihat calon pengantin datang silih berganti dengan keraguan di mata mereka. Saranku, selesaikan perasaanmu dengan perempuan tadi, lalu baru putuskan untuk menikah dengan Dinda.” Mbak Siska berkata dengan suara rendah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Aku…Aku…” Banu gugup tak mampu menjawab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Ada dia di matamu, dan dia bukan Dinda!” Mbak Siska menatap matanya tajam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Glek. Banu hanya mampu menelan ludah mendengarnya. Satu pertanda lagikah ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hari ke-6 &lt;a href="http://celotehwangi.wordpress.com/" target="_blank"&gt;#15HariNgeblogFF &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-3152629199223659726?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/3152629199223659726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2012/01/ada-dia-di-matamu.html#comment-form' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/3152629199223659726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/3152629199223659726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2012/01/ada-dia-di-matamu.html' title='Ada Dia Di Matamu'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15782086161876979609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/-ZcV98eaBYWY/TuufX8cw8II/AAAAAAAAAnI/QTR0c83arZI/s220/banner.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-3h-KDcgMKTc/TxV3cabe6yI/AAAAAAAAApk/faqqfX8HcOc/s72-c/wed.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-4288649178133266217</id><published>2012-01-15T04:30:00.000-08:00</published><updated>2012-01-15T04:58:09.138-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FF'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Aku Mau Kamu. Titik.</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kenapa tiap bulan nasib gue selalu begini, sih? Sebenarnya apa salah gue sampai harus mengalami nasib kayak begini? Gue rasa, gue udah cukup manis selama hidup di dunia ini. Gue nggak pernah macem-macem. Gue selalu nurut sama lo. Gue selalu makan apa aja yang lo beliin buat gue. Gue selalu pergi tidur tepat waktu, sesuai keinginan lo. Malah gue selalu siap bertarung demi menjaga kehormatan lo, orang yang gue sayang. Kurang apa gue?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kurang apa gue sampai tiap bulan gue harus babak-belur kayak gini? Tapi dasar gue emang manis banget, gue nggak pernah marah diperlakukan begini sama lo. Gue rela, ikhlas, entah kenapa. Mungkin gue bego, tapi biarin, deh! Gue nggak peduli. Asal lo tetep kasih gue apa yang gue butuhin, apa aja akan gue lakukan. Toh, tiap gue babak-belur, lo malah jadi tambah sayang sama gue. Lo jadi lebih perhatian ke gue. Lo jadi lebih merhatiin makan gue. Bahkan lo nggak segan-segan nungguin gue sampai ketiduran di kamar gue. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ah, jadi bingung gue. Sebenarnya lo itu sayang atau nggak sih sama gue? Di satu sisi, lo biarin aja gue sampai berdarah-darah babak-belur. Kadang-kadang lo malah ikut-ikutan nyorakin gue kalau gue udah mulai nggak bisa ngelawan lagi. Tapi di sisi yang lain, lo selalu perhatian sama semua yang menyangkut hidup gue. Lo tau nggak, lo itu udah bikin hati gue terombang-ambing, galau men, galaauu!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sekarang lo bawa lagi gue ke tempat biasa. Tempat biasa gue akan jadi bulan-bulanan sampai babak-belur nggak karuan. Gue takut sebenarnya, tapi gue nggak berani bilang ke lo. Gue lebih takut lo marah sama gue, terus lo malah mencampakkan gue. Oh tidak, tidaaak! Jangan campakkan gue ya, please! Gue janji akan selalu nurut sama semua kemauan lo. Gue akan nurut sama semua perintah lo. Gue nggak bisa bayangin gimana hidup gue tanpa lo. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hari ini lo agak sedikit beda. Muka lo tegang banget waktu bawa gue ke tempat biasa. Lo terus-terusan ngelus-ngelus kepala gue. Kadang-kadang lo peluk gue, terus lo cium kepala gue. Gila, perasaan gue nggak enak banget, nih! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Suara orang teriak-teriak udah mulai kedengeran sama gue di kejauhan. Gue nggak bisa nahan badan gue gemetaran. Gue takut, tapi nggak berani bilang. Seperti biasa. Nyaris gue teriak ngeliat pemandangan mengerikan di depan mata gue. Darah berceceran di mana-mana. Tapi percuma teriak, lo nggak akan mau ngerti ketakutan gue. Lo emang egois, dan gue nggak pernah bisa ngelawan keegoisan lo. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Lo membisikkan sesuatu ke gue, sebelum gue mulai. Sampai merinding gue mendengar suara lo yang dingin tanpa perasaan itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Aku mau kamu menang, tahu! Pokoknya, aku mau kamu, menang! Titik! Kalau nggak aku goreng kamu! Duit taruhannya gede banget ini!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Di mana emak gue saat gue ketakutan begini? Kok emak gue tega banget biarin anaknya jadi ayam aduan gini, sih? Emaaak! Oh, gue lupa, emak gue udah dibeli sama Haji Dulah sebulan yang lalu. Mungkin sekarang emak udah jadi rendang ayam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-vglXxfzsTgA/TxLGX8PH4fI/AAAAAAAAApc/ZKr4Qrmad-c/s1600/sabung+ayam.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://4.bp.blogspot.com/-vglXxfzsTgA/TxLGX8PH4fI/AAAAAAAAApc/ZKr4Qrmad-c/s320/sabung+ayam.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Image from http://isnandar-gamablog.blogspot.com/2010/10/sambung-ayam-diangkat-ke-pentas-seni.html&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hari ke-4 &lt;a href="http://celotehwangi.wordpress.com/" target="_blank"&gt;#15hariNgeblogFF&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-4288649178133266217?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/4288649178133266217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2012/01/aku-mau-kamu-titik.html#comment-form' title='23 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/4288649178133266217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/4288649178133266217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2012/01/aku-mau-kamu-titik.html' title='Aku Mau Kamu. Titik.'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15782086161876979609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/-ZcV98eaBYWY/TuufX8cw8II/AAAAAAAAAnI/QTR0c83arZI/s220/banner.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-vglXxfzsTgA/TxLGX8PH4fI/AAAAAAAAApc/ZKr4Qrmad-c/s72-c/sabung+ayam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>23</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-6411669352442253328</id><published>2012-01-14T06:47:00.000-08:00</published><updated>2012-01-14T07:48:27.806-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FF'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Kamu Manis, Kataku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-HLVuHU4OlBI/TxGjqLJ5PxI/AAAAAAAAApU/IhJ5LeLSWyY/s1600/sweet.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-HLVuHU4OlBI/TxGjqLJ5PxI/AAAAAAAAApU/IhJ5LeLSWyY/s320/sweet.jpg" width="306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tempat mereka bertemu selalu sempit dan bundar. Setiap mereka bertemu,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;panas selalu menyergap. Belum lagi usai panas itu, pihak ketiga akan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;selalu muncul mengacau dan mengaduk-aduk pertemuan mereka. Kalau sudah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;begitu, keduanya hanya bisa diam memendam dalam panas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pagi, seperti biasa, adalah waktunya mereka kembali bertemu. Seperti&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang sudah-sudah, mereka tahu tak akan ada kesempatan yang leluasa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;untuk bisa saling menyapa, apalagi berkenalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun salah satu dari mereka sudah membulatkan tekad, sebelum semuanya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;luruh karena si pengacau yang selalu hadir lima detik setelah mereka&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;bertemu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;''Pagi ini paling tidak aku harus bisa menyampaikan sesuatu untuknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lima detik yang berarti harus bisa kumanfaatkan dengan baik!" Tekadnya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;membara dan membaja.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Si pengacau tiba, menghampirinya dengan pongah, menariknya dengan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;paksa, lalu mendorongnya ke dalam tempat sempit yang bundar. Tak lama,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;si pengacau itu mendorong si dia yang lain, ikut masuk ke dalam tempat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sempit yang bundar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lima detik dari sekarang, sebelum panas mendidih menghampiri mereka&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;berdua. Dan sebelum si pengacau datang lagi mengaduk-aduk kebahagiaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dari pertemuan singkat mereka itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lima...empat...tiga...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kamu manis, kataku..."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia terdiam, terpana tak menduga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Terima kasih," jawabnya sambil tersipu malu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Uap panas mulai terasa mendatangi mereka. Si pengacau pasti sudah siap&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mengacaukan pertemuan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Aku bahagia sempat mengatakan ini kepadamu akhirnya. Sebelum kita&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;berdua meluruh menjadi satu dalam air mendidih itu. Sebelum sendok&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pengacau itu mengaduk-aduk kita berdua sampai pusing tak terkira.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh, kamu manis, kataku!" Kopi menyelesaikan kalimatnya dengan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tergesa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gula tersenyum malu, tersipu-sipu. Lalu...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka luruh menjadi satu dalam air mendidih di sebuah cangkir kecil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sendok sesekali datang untuk memastikan mereka berdua sudah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;benar-benar menyatu dengan air yang panas itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hari ke-3 &lt;a href="http://celotehwangi.wordpress.com/15haringeblogff/"&gt;#15HariNgeblogFF&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-6411669352442253328?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/6411669352442253328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2012/01/kamu-manis-kataku.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/6411669352442253328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/6411669352442253328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2012/01/kamu-manis-kataku.html' title='Kamu Manis, Kataku'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-HLVuHU4OlBI/TxGjqLJ5PxI/AAAAAAAAApU/IhJ5LeLSWyY/s72-c/sweet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-7269038244537441220</id><published>2012-01-12T23:51:00.000-08:00</published><updated>2012-01-12T23:51:12.066-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FF'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Dag Dig Dug</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Dag… &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Y6u9ExQO_ac/Tw_hfZo8fiI/AAAAAAAAAo0/i5Y-1hPVwwY/s1600/dag.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-Y6u9ExQO_ac/Tw_hfZo8fiI/AAAAAAAAAo0/i5Y-1hPVwwY/s320/dag.jpg" width="212" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Image from http://www.dreamstime.com/royalty-free-stock-images-girl-waving-hand-image3803209&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tangan kecil melambai riang melepas kepergianku. Ah, si kecil itu, makin hari makin kuat saja daya magnetnya. Ingin rasanya aku melepas pekerjaanku demi bisa selalu bersamanya di rumah. Tapi kami, aku dan dia, sama-sama butuh pekerjaan ini. Darimana lagi kami bisa mendapat uang pembeli susunya? Laki-laki yang harusnya dipanggil ayah oleh pemilik tangan kecil itu berkhianat atas nama cinta. Cintanya pada perempuan lain lebih besar, begitulah. &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Dag, mama!” Teriaknya dalam gendongan si mbak.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku balas melambai. Lupakan laki-laki brengsek itu. Anakku lebih berharga. Aku melangkah sambil menahan geram, menyeberang jalan ramai di depan rumahku. Sebuah mobil menyambar tubuhku keras.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Dag, sayang…” Ujarku lemah, bersimbah darah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Dig!&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-BbZsDQzN7oA/Tw_hsRsb_EI/AAAAAAAAAo8/92KoX_mQ4PY/s1600/dig.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-BbZsDQzN7oA/Tw_hsRsb_EI/AAAAAAAAAo8/92KoX_mQ4PY/s1600/dig.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Image from http://www.acclaimimages.com/photos-images/child_digging.html&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Laki-laki itu berdiri mengangkang. Matanya terbeliak. Rambut pirangnya berkilau ditimpa sinar matahari. Aku bersimpuh, menunduk, takut. Apa lagi salahku kali ini? Aku tak mengerti. Rasanya mainanku sudah kurapihkan sejak semalam. Kamarku bebas dari debu yang dibencinya. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Andai ibuku masih hidup. Aku tak akan pernah dibiarkannya duduk bersimpuh di tanah seperti ini. Kepergian ibu terlalu cepat, untuk aku dan juga untuk laki-laki pirang itu, ayahku. Aku tidak tahu bagaimana sosok ibu kemudian bisa tergantikan dengan botol-botol berbau memuakkan itu. Yang aku tahu, dia akan selalu berdiri mengangkang dengan mata terbeliak setiap selesai menghabiskan isi botol-botol itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Dig, I said! Stupid boy!”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tentu saja aku mengerti ucapannya walaupun rambutku hitam dan kulitku gelap seperti ibu. Tapi yang aku tak mengerti, mengapa sekarang dia menyuruhku menggali tanah di halaman belakang rumah kami?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku terlalu lelah setelah menggali lubang sebesar ukuran tubuhku. Aku terlelap begitu menyentuh tempat tidur. Dalam tidurku aku bermimpi. Ayahku, laki-laki pirang itu, menghantamkan setangkai kayu ke kepalaku, lalu mengangkatku. Dia membuangku ke dalam lubang yang aku gali siang tadi. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“There you are! Aku terlalu muda untuk menanggung beban seorang anak sendirian. Not to mention, a down syndrome one!”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Samar kudengar bunyi tanah tersaruk. Kulihat wajahku mulai tertutup tanah, sedikit demi sedikit. Dalam mimpiku aku masih tak mengerti, apa salahku?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Dug!&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-IGXG1jVwvj0/Tw_h05YPXcI/AAAAAAAAApE/FZVahdLHueo/s1600/dug.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://1.bp.blogspot.com/-IGXG1jVwvj0/Tw_h05YPXcI/AAAAAAAAApE/FZVahdLHueo/s320/dug.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Image from http://www.clipartof.com/portfolio/prawny/illustration/mad-white-mans-hand-punching-outward-48495.html&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Hey, jangan meleng!”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku membesarkan mataku, tidak terima atas bentakan keras yang menyusul tabrakan yang tak kalah keras sebelumnya. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Situ kali yang meleng!” Aku membalas dengan suara tak kalah keras.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Buku-buku di tanganku berserakan di lantai. Bagus! Sekarang aku harus jongkok untuk memungutinya satu per satu, dan laki-laki sialan itu masih berdiri di depanku. Apa maunya, sih?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kulihat dia melangkah, sengaja menginjak sebuah buku yang belum sempat kuraih.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Hey, jangan diinjek, dong!” kataku marah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Kenapa emangnya?” katanya mengejekku. Sekarang kakinya makin disengajanya menginjak-injak bukuku. Sampul buku itu mulai robek. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Darahku mendidih. Mukaku panas. Telingaku berdengung. Dan sebuah tenaga maha dashyat membimbing tanganku dengan mantap.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dug!&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Laki-laki tidak punya sopan santun itu mundur beberapa langkah. Dia menyeka hidungnya yang berdarah. Menatapku dengan tidak percaya. Aku tersenyum lebar. Untuk ukuran seorang perempuan dengan tinggi hanya sepundaknya, ternyata hantaman tanganku cukup lumayan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku berlalu dari hadapannya dengan perasaan puas.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hari ke-dua&amp;nbsp; &lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;a href="http://celotehwangi.wordpress.com/15haringeblogff/" target="_blank"&gt;#15HariNgeblogFF&lt;/a&gt;, start January 12, 2012. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-7269038244537441220?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/7269038244537441220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2012/01/dag-dig-dug.html#comment-form' title='17 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/7269038244537441220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/7269038244537441220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2012/01/dag-dig-dug.html' title='Dag Dig Dug'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15782086161876979609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/-ZcV98eaBYWY/TuufX8cw8II/AAAAAAAAAnI/QTR0c83arZI/s220/banner.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Y6u9ExQO_ac/Tw_hfZo8fiI/AAAAAAAAAo0/i5Y-1hPVwwY/s72-c/dag.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-525910866676066812</id><published>2012-01-11T21:30:00.000-08:00</published><updated>2012-01-11T22:20:05.412-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FF'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>"Halo, Siapa Namamu?"</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-2qTvbK4KoCE/Tw5vku01wZI/AAAAAAAAAos/465lzY-Qvpw/s1600/smile.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="220" src="http://3.bp.blogspot.com/-2qTvbK4KoCE/Tw5vku01wZI/AAAAAAAAAos/465lzY-Qvpw/s320/smile.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;"Halo, siapa namamu?" (image from http://www.glamquotes.com/quote/smile-quotes/)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Selamat pagi! Ferdy menemani kamu menembus kemacetan Jakarta seperti biasa. Yang mau &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;request&lt;/i&gt; lagu, &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;mention &lt;/i&gt;aja Twitter kita. Syaratnya cuma satu, nggak boleh &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;request &lt;/i&gt;lagu &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;mellow&lt;/i&gt;, ya!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Suara tawa renyah kemudian terdengar. Suara itu yang setiap pagi, lima hari seminggu selama hari kerja, yang berhasil membuat Dita mengurungkan niatnya untuk tidur di mobil omprengan yang membawanya ke kantor. Ferdy, si penyiar radio, selalu berhasil membuat pikiran Dita berkelana hanya dari mendengar suaranya saja. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sebenarnya sudah lama Dita ingin berkenalan dengannya. Gedung tempatnya bekerja bersebelahan dengan gedung tempat stasiun radio itu berada. Hanya saja jam siarannya yang sangat awal di pagi hari, jam enam sampai delapan pagi, membuatnya sulit untuk menemukan waktu pergi ke gedung sebelah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pagi ini, seperti biasa, Dita harus cukup merasa puas hanya mendengar suaranya dari radio mobil omprengan langganannya. Beberapa kali request lagunya diputar oleh Ferdy, seperti tiga hari yang lalu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Request dari Ditalalala di Twitter, nih! Katanya minta lagu Move Like Jagger biar semua pada semangat! Move Like Jagger &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;it iiiisss!!! Enjoy, guys! And, thank you,&lt;/i&gt; Dita! Semoga perjalanan kamu ke tempat aktifitas lancar, ya!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Mendengar Ferdy menyebut namanya saja cukup membuat nafas Dita tertahan, lalu perasaan sumringah menyeruak dari dalam dirinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Uugh, kapan ya bisa &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;ketemuan&lt;/i&gt; sama si pemilik suara berat yang menggetarkan itu? Dita makin membesarkan tekad untuk sekali waktu menyempatkan diri datang ke gedung sebelah kantornya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Pagi ini ada &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;something special&lt;/i&gt; buat kamu-kamu yang sedang ada di daerah seputaran Sudirman dan Thamrin. Ada satu voucher untuk paket perawatan tubuh dari Greenz Spa bagi yang rela belok ke stasiun radio Urban sekarang juga. Saya tunggu! Siapa cepat, dia dapat!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dita menegakkan duduknya. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;This is it!&lt;/i&gt; Akhirnya dia bisa bertemu dengan Ferdy. Dita yakin sekali penyiar bernama Ferdy itu pasti gagah. Suaranya berat dan sedikit serak, seksi. Alis matanya pasti tebal, hidungnya mancung, bibirnya merah dan mungkin tingginya sekitar seratus delapan puluh senti. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sesampainya di tujuan Dita segera meloncat turun. Dia melihat sekilas ke arah bayangan dirinya di kaca gedung. Lumayanlah penampilannya hari ini. Make-up tipis membuat wajahnya terlihat polos namun segar. Rasa percaya diri Dita membuncah. Dia merasa siap sekali untuk bertemu dengan Ferdy yang ganteng dan baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Seorang laki-laki tinggi menabraknya dengan keras saat Dita akan keluar dari lift.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Hati-hati, dong!” Laki-laki itu membentaknya dengan suara keras dan mata membelalak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dita terkesiap. Laki-laki gagah itu melengos dan mendorong tubuhnya untuk cepat bergeser dari pintu lift agar dia bisa masuk ke dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Mas Ferdy, ini vouchernya gimana?” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kan tinggal lo kasih aja ke orang yang datang duluan! Bego!” Laki-laki itu kembali membentak lalu menghilang di balik pintu lift yang menutup.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dita terpana di depan lift. Laki-laki yang dipanggil “Bego” oleh si “Ferdy” itu menghampirinya sambil tersenyum kecut. Dita balas tersenyum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Saya mau ikutan kuis voucher spa itu, mas,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Halo, siapa namamu? Selamat ya, kamu yang pertama datang dan ini vouchernya!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tiba-tiba saja laki-laki berkulit hitam dan gigi atas agak keluar itu terlihat jauh lebih gagah dari pada “Ferdy” yang kasar itu di mata Dita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Iseng ikutan &lt;a href="http://celotehwangi.wordpress.com/15haringeblogff/" target="_blank"&gt;#15HariNgeblogFF&lt;/a&gt;, start January 12, 2012. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-525910866676066812?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/525910866676066812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2012/01/halo-siapa-namamu.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/525910866676066812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/525910866676066812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2012/01/halo-siapa-namamu.html' title='&quot;Halo, Siapa Namamu?&quot;'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15782086161876979609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/-ZcV98eaBYWY/TuufX8cw8II/AAAAAAAAAnI/QTR0c83arZI/s220/banner.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-2qTvbK4KoCE/Tw5vku01wZI/AAAAAAAAAos/465lzY-Qvpw/s72-c/smile.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-9042875852655070498</id><published>2012-01-10T09:57:00.001-08:00</published><updated>2012-01-17T19:16:06.332-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nulis'/><title type='text'>Buku Ungu Pembuka Tahun</title><content type='html'>Memulai sesuatu dengan "sesuatu" itu sesuatu banget, yah?&lt;br /&gt;Hihihihi, gak jelas, gini...wkwkwkwkwk&lt;br /&gt;Saya sedang bahagia. Bulan Januri 2012 belum ada 20 hari, saya sudah dapat kabar bahagia. Satu buah buku antologi yang memuat tulisan saya kembali terbit. Melengkapi koleksi buku yang menerbitkan tulisan-tulisan saya di dalamnya dan menemani buku Dear Papa 6 untuk menjadi sepasang buku persembahan untuk mama dan papaku. Ini dia bukunyaaaa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-8jMPWTI3pXo/TwyByPqpJGI/AAAAAAAAA2Q/K4KJLWxB9Ss/s1600/cover%2Bdear%2Bmama.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696070328915666018" src="http://4.bp.blogspot.com/-8jMPWTI3pXo/TwyByPqpJGI/AAAAAAAAA2Q/K4KJLWxB9Ss/s320/cover%2Bdear%2Bmama.jpg" style="display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 217px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Buku Dear Mama 10&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Seperti postingan sebelum &lt;a href="http://catatankecil-winda.blogspot.com/2012/01/mungkin-kamu-sendiri-yang-menganggap.html"&gt;ini&lt;/a&gt;, di mana saya sempat membahas fenomena mengikuti audisi naskah yang bertujuan untuk amal, bukuDear Mama ini (seperti juga buku Dear Papa) memberikan keseluruhan keuntungan pembelian untuk kegiatan sosial. Artinyaaa, penulis nggak dapet apa-apa. Dan saya tidak keberatan sama sekali. Untuk nama sebesar Nulisbuku, insya Allah saya yakin mereka cukup bertanggungjawab dengan project-project sosial yang mereka kerjakan. Selain itu saya kenal lumayan dekat dengan coordinator project dua buku tersebut (Dear Papa dan Dear Mama); Lala Purwono, walaupun kenalnya hanya di dunia maya. Saya selalu ter-update dengan perkembangan buku-buku saya yang terbit melalui Nulisbuku dan hasil penjualan ditujukan untuk kegiatan amal melalui twit Lala atau juga lewat twit-nya Nulisbuku.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat deg-degan juga nungguin terbitnya buku ini. Buku Dear Mama ini berjumlah 10 seri, setiap seri diumumkan setiap hari di web khusus &lt;a href="http://dearbooksproject.wordpress.com/"&gt;Dearbooks Project&lt;/a&gt;. Sampai hari ke-9 saya gelisah, nama saya belum juga muncul. Sebab saya sempat mendengar kabar, karena peserta Dear Mama ini membludak, maka tidak semua tulisan akan dimuat ke dalam buku. Takutnya tulisan saya tidak masuk, huhuhuuuaaa...gagal dong ngasih hadiah buku buat mamaku? :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari ke-10 (9 Januari 2012) iseng saya ngintip ke web-nya lagi. Deg-degan karena tahu ini buku terakhir, berharap sangat ada nama saya di sana. Alhamdulillaah, nama saya ada di sana. Dan yang bikin saya loncat-loncat girang, ternyata warna cover-nya unguuu!!! Wahahahaa, cucok cucok cucoook! Kekekekekkkk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-5Fc5LG6zNfw/TwyCcFvMCII/AAAAAAAAA2c/gyqd_VXBMNk/s1600/cover%2Bdear%2Bpapa.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696071047804881026" src="http://3.bp.blogspot.com/-5Fc5LG6zNfw/TwyCcFvMCII/AAAAAAAAA2c/gyqd_VXBMNk/s320/cover%2Bdear%2Bpapa.jpg" style="display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 237px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Buku Dear Papa 6&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Saya telusuri nama-nama penulis yang satu buku dengan saya di Dear Mama 10. Beberapa nama langsung menarik perhatian saya dan membuat saya terkesiap sejenak. Selain saya menemukan nama seorang teman blogging di Kompasiana, yaitu Fawaizzah, saya juga menemukan nama Zara Zettira dan Erdian Aji satu buku di Dear Mama 10. Dan karena saya belum menemukan nama Lala Purwono di 9 buku Dear Mama sebelumnya, saya yakin kalau saya juga akan menemukan namanya di buku ke-10 ini. Benar juga! Tambah excited, karena di buku Dear Papa 6 saya juga satu buku dengan Lala. Senang aja rasanya. ^_^ Uaaa, tulisanku satu buku sama tulisannya penulis-penulis keren idolakuuu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah laporan "sesuatu" saya malam ini. Semoga berkenan. Oh ya, jangan lupa beli bukunya. Ini penting! Hihihihi...Langsung aja pesen ke &lt;a href="http://www.blogger.com/www.nulisbuku.com"&gt;sini&lt;/a&gt;, yes!&lt;br /&gt;Baru dapat info kalau hasil penjualan buku ini seluruhnya akan diserahkan ke&amp;nbsp; Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta (YKPJ / &lt;span style="color: red;"&gt;&lt;a href="http://pitapink.com/" target="_blank" title="pita pink"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Pita Pink&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;)&amp;nbsp;RSK Dharmais Lt. Basement Jl. Letjend. S. Parman Kav. 84-86&amp;nbsp;Jakarta 11420.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-9042875852655070498?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/9042875852655070498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2012/01/buku-ungu-pembuka-tahun.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/9042875852655070498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/9042875852655070498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2012/01/buku-ungu-pembuka-tahun.html' title='Buku Ungu Pembuka Tahun'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-8jMPWTI3pXo/TwyByPqpJGI/AAAAAAAAA2Q/K4KJLWxB9Ss/s72-c/cover%2Bdear%2Bmama.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-3832099523343004218</id><published>2012-01-04T20:21:00.000-08:00</published><updated>2012-01-05T00:05:53.232-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menulis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><title type='text'>Mungkin Kamu Sendiri Yang Tidak Menghargai Tulisanmu!</title><content type='html'>&lt;div style="font-weight: bold; text-align: center;"&gt;"Saya penulis, karena saya menulis setiap hari."&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-xPYLsmOgXvQ/TwUyqQ162EI/AAAAAAAAAok/FOAmZsoRfyo/s1600/Writing+keyboard.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://3.bp.blogspot.com/-xPYLsmOgXvQ/TwUyqQ162EI/AAAAAAAAAok/FOAmZsoRfyo/s320/Writing+keyboard.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Image from www.elc.polyu.edu.hk&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah artikel tentang audisi-audisi naskah yang banyak diadakan oleh penerbit-penerbit indie. Naskah-naskah yang di-audisi dan masuk seleksi kemudian dibukukan dengan perjanjian royalti seluruhnya untuk disumbangkan ke kegiatan sosial. Terus terang, saya sudah beberapa kali mengikuti audisi serupa. Malah beberapa kali tidak pakai audisi, kirim naskah saja langsung dan semua naskah yang masuk dibukukan! Wah, gampang banget punya buku sekarang, ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi, sampai saat ini, tidak merasa kalau menerbitkan buku dengan cara demikian adalah salah atau memalukan atau kurang bergengsi atau tidak layak. Terlalu banyak hal-hal yang personal yang melatar-belakangi seseorang mengikuti sebuah audisi naskah atau lomba menulis atau berkontribusi dalam sebuah project menulis lalu kemudian hasilnya dijadikan antologi dalam sebuah buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu apa latar belakang anda, dia dan mereka. Tapi saya tahu persis alasan saya mengikuti berbagai project menulis yang banyak diadakan oleh penerbit-penerbit baru, penerbit-penerbit indie atau komunitas-komunitas menulis yang saya ikuti. Saya ingin tulisan saya dibaca oleh lebih banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold; text-align: center;"&gt;"Emangnya tulisan situ udah layak buat dijadiin buku?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tulisan seperti apa yang layak dijadikan buku? Tulisan dan buku, walaupun berada dalam dunia yang sama; aksara, tapi bukanlah dua hal yang bisa dengan begitu saja disandingkan sebagai dua sejoli yang selalu sejalan. Apalagi jaman sudah serba online seperti sekarang ini. Blog dan social media menjadikan banyak tulisan-tulisan bagus dan bermanfaat dari penulis-penulis tak dikenal sebelumnya, tersebar luas bahkan sampai ke negara-negara lain. Hal yang sulit dilakukan kalau sebuah tulisan berada dalam sebuah buku yang diterbitkan oleh penerbit major, walaupun kemungkinan itu tetap ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang kawan misuh-misuh, karena banyak buku-buku antologi yang memuat tulisannya tidak memberikan kompensasi yang sepantar dengan nilai tulisannya (nilai yang dipatoknya sendiri). Padahal sejak awal sudah dijelaskan kalau project menulis tersebut diadakan untuk kegiatan sosial, dimana semua keuntungan penjualan akan langsung disumbangkan ke yayasan sosial tertentu. Yang dipermasalahkan kemudian adalah, kenapa tidak ada transparansi kemana uang keuntungan itu disumbangkan? Kenapa tidak ada laporan ke penulis berapa buku yang terjual?&lt;br /&gt;Saya hanya bisa meringis. Hidup kalau mau dibikin susah, memang akan jadi susah. As simple as that. Kalau mau mengetahui sesuatu, bertanya adalah hal yang paling tepat untuk dilakukan. Kalau dia mau mundur lebih jauh lagi, sebelum memutuskan untuk ikut dalam sebuah project menulis yang notabene hasil penjualannya untuk disumbangkan, apa pertimbangannya untuk mengikuti project tersebut? Ingin ikut andil menyumbang melalui tulisan? Ingin tulisannya dibukukan? Ingin namanya tercetak di buku? Ingin kaya (which is, ini udah salah alamat kalau ikutan project semacam ini)? Ingin menjajal kualitas tulisan (kalau tulisan melalui seleksi, yang ini pun tidak bisa menjadi dasar kualitas sebuah tulisan, karena tim penyeleksi pun kita tidak tahu kompetensi dan kredibilitasnya, bottomline: salah alamat juga!)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kenapa lantas si penyelenggara project dan penerbit yang disalahkan dengan mengatakan kalau mereka tidak menghargai hasil karya orang? Tulisan itu dibuat dengan hasil kerja yang tidak sedikit; berpikir, mengumpulkan data, mengolah data, tenaga, keringat, bahkan uang. Saya kembali meringis sambil melihat deretan buku yang sudah memuat tulisan saya di dalamnya. Dua diantaranya merupakan project sosial tanpa audisi. Artinya saya kirim tulisan, dan langsung dimuat. Dua diantaranya lagi adalah project komunitas yang ekslusif, artinya para penulis di dalamnya adalah yang diminta untuk menyumbangkan beberapa tulisan untuk dimasukkan ke dalam buku tersebut. Keduanya juga menyumbangkan hasil keuntungannya untuk kegiatan sosial. Satu buah antologi merupakan hasil audisi ketat, yaitu para finalis lomba cerpen yang bersaing dalam 300 buah cerpen dan masuk dalam 30 besar, tulisan saya salah satunya. Lagi-lagi, hasil penjualan buku tersebut untuk kegiatan sosial. Hanya novel saya (ini pun diterbitkan dengan cara self-published, yang sering dipandang sebelah mata oleh sebagian orang) yang keuntungannya murni masuk ke rekening saya. Tapi, jangan harap hasilnya bisa untuk beli mobil, ya. Hahahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, sejak awal saya sudah tahu kemana hasil penjualan buku itu akan pergi. Dan saya bebas menentukan untuk ikut atau tidak. Tidak ada satu pihak pun yang memaksa saya untuk ikut atau tidak. Resiko dan konsekwensi saya tanggung sendiri. Saya tidak biasa menjadi orang yang menuntut sesuatu yang seharusnya sejak awal saya tahu itu memang bukan untuk saya. Saya juga sedang berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik, salah satunya dengan cara tidak mencari-cari kesalahan dan meributkan hal-hal yang seharusnya tidak perlu diributkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Apa situ nggak pengen terkenal? Bukunya diterbitkan sama penerbit besar? Kok kedengerannya situ kayak yang idealis banget?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Wakakakakkk, percayalah, saya adalah orang yang paling tidak idealis yang pernah kamu kenal! Saya adalah "oportunis" sejati. Artinyaaaa, saya selalu melihat segala sesuatu yang saya lakukan itu "menguntungkan" untuk saya, dari berbagai tolok ukur, bukan semata uang dan materi. Sampai saat ini saya masih hobi ikut lomba yang diadakan penerbit-penerbit besar, dengan tujuan supaya bisa menembus tembok kokoh mereka yang kuat itu. Tapi apa hanya itu saja tujuan saya menulis? Sorry, jek! Nggak, tuh! Saya juga masih suka ikut-ikut project menulis di komunitas-komunitas yang saya enjoy bergaul di dalamnya. Tujuannya apa? Saya having fun dengan sahabat-sahabat sehobi saya, saling mengkritik hasil karya masing-masing, berinteraksi dengan mereka, dan masih banyak lagi. Saya bisa saja menuliskan semua alasan saya mengikuti audisi-audisi menulis ini. Tapi saya tidak jamin, anda mau repot-repot membacanya sampai habis, karena sudah keburu bosan. Penyebabnya adalah, tiap audisi itu ada alasan yang berbeda-beda yang melatarbelakangi kenapa saya mengikutinya. Tapi saya bisa pastikan, alasan uang tidak pernah duduk di kursi kehormatan. Bahkan sampai sekarang pun, saya tidak tega membayangkan diri saya menulis demi uang. Saya munafik? Mudah-mudahan nggak, karena saya masih doyan duit sampai sekarang, kok! Wkwkwkwkwk....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan tambahan supaya nyambung sama judul dan tidak menimbulkan pertanyaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya suka ikut audisi-audisi menulis yang banyak ada di FB, tapi biasanya sebelum memutuskan untuk ikutan, saya selalu lihat-lihat dulu siapa penyelenggaranya, kemana hasil penjualannya, bagaimana pembagian royaltinya, dan sebagainya....baru deh, mutusin ikutan atau nggak. Kalau sudah memutuskan ikut dalam satu audisi menulis yang mengatakan hasil penjualannya utk amal, ya jangan uring-uringan belakangan menanyakan kemana hasil penjualan dan kenapa tidak ada laporan. Itu makanya sebelum memutuskan, investigasi dulu, kredibel atau tidak penyelenggaranya? Kalau belakangan menyalahkan penyelenggara dan mengatakan mereka tidak menghargai karya kamu, itu salah siapa? Jangan2 justru kamu yang tidak menghargai karyamu sendiri, karena sembarangan ikut segala macem audisi, tanpa ngecek-ngecek dulu... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;When it comes to writing, sharing is the most important thing, money can wait in the corner. I'll grab the money when the chance is there, meanwhile,  I'll keep writing and sharing and hoping that more people like to read my pieces. ^_^&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Saya penulis, karena saya menulis setiap hari. Dan saya menulis dengan harapan ada orang lain selain saya yang membaca tulisan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-3832099523343004218?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/3832099523343004218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2012/01/mungkin-kamu-sendiri-yang-menganggap.html#comment-form' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/3832099523343004218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/3832099523343004218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2012/01/mungkin-kamu-sendiri-yang-menganggap.html' title='Mungkin Kamu Sendiri Yang Tidak Menghargai Tulisanmu!'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-xPYLsmOgXvQ/TwUyqQ162EI/AAAAAAAAAok/FOAmZsoRfyo/s72-c/Writing+keyboard.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-7537257755276108604</id><published>2012-01-02T08:12:00.000-08:00</published><updated>2012-01-02T08:15:13.714-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='giveaway'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='new year'/><title type='text'>Ini Pemenangnyaaa!!! Happy New Year 2012!!!</title><content type='html'>Hallooo!!!&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Selamat tahun baru 2012!!!&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-7wv_nQ0mj68/TwHXGK0Kh3I/AAAAAAAAAoY/t90KqX0nmYU/s1600/party.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="252" src="http://4.bp.blogspot.com/-7wv_nQ0mj68/TwHXGK0Kh3I/AAAAAAAAAoY/t90KqX0nmYU/s320/party.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Yeayy! Ini postingan perdana di tahun 2012. Dan yang bikin bahagia isinya adalah pengumuman pemenang giveaway abal-abal emak gahol. Hahahaha...&lt;br /&gt;Ngaku aja, deeeh...pasti udah pada gelisah kaaan nungguin siapa pemenangnya! Halah, udah ngaku aja kamu, itu yang di pojok! Nggak usah belagak cool gitu, deh! Huahahahahaa...&lt;br /&gt;Jadi setelah dua minggu kemaren ditantang untuk buat postingan gokil tentang 10 hal yang belum diketahui oleh orang lain, akhirnya terkumpul ada lima peserta yang berani menyambut tantangan saya. Nggak tau kenapa tuh, yang lain pada kemana! Malu kali ya buka-bukaan? Hihihihihi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Lima peserta keren dan berani malu itu adalah:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;1. &lt;a href="http://adibudiyulianto.blogspot.com/2011/12/gak-tahu-baca-dulu-lah.html" target="_blank"&gt;Adi Chimenk&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;2. &lt;a href="http://nufadilah.blogspot.com/2011/12/10-tentang-saya-yang-mungkin-kamu-belum.html" target="_blank"&gt;NF&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;3. &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?saved&amp;amp;&amp;amp;note_id=10150486468713606" target="_blank"&gt;Ambu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;4. &lt;a href="http://mscova.blogspot.com/2011/12/tentang-saya-yang-mungkin-kamu-belum.html" target="_blank"&gt;Warna-warni&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;5. &lt;a href="http://melianaindie.blogspot.com/2011/12/10-hal-tentang-saya-yang-mungkin-kamu.html" target="_blank"&gt;Meli&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah sesumpah-sumpahnya, postingannya kocak-kocak. Saya sampe heran sendiri, kok mau-maunya mempermalukan diri sendiri dengan iming-iming hadiah abal-abal dari saya, ya? Ngiahahahaa...*minta ditampol*&lt;br /&gt;Tapi beneran, jempol kejepit pintu deh buat kelima peserta. Semuanya punya poin lebih masing-masing. Maksudnya poin gilanya beda-beda, tapi asli gila semua. Hahahahaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya setelah melalui perenungan yang hening, saya memutuskan 3 pemenang pulsa sebesar @Rp 50.000 adalah:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Adi Chimenk&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Warna-warni&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Meli&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan 2 pemenang goodie bag adalah:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. NF&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Ambu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahahahaaa...celamadh eaa, kakaaaa!!!!&lt;br /&gt;Silahkan kirim nomor HP dan alamat ke alamat email saya di windafitriani48@gmail.com, hokeh!&lt;br /&gt;Kutunggyuuu! ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Oh, btw, ada iklan nih:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Saya dan teman-teman di Kampung Fiksi serta sekitar 250 teman nekad lainnya sedang mengikuti satu event menulis fiksi besar yang dinamakan &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.kampungfiksi.com/" target="_blank"&gt;Januari 50K&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, yaitu event menulis novel sebanyak 50.000 kata selama bulan Januari. Blog yang khusus menampung tulisan J50K saya ada di &lt;b&gt;&lt;a href="http://magalibywinda.blogspot.com/" target="_blank"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;/b&gt; Follow ya! Silahkan baca-baca. Siapa tau ada yang kangen sama chicklit saya *PD tiada tara* Hihihihihi...&lt;br /&gt;Untuk mengamati keriaan para peserta J50K ini bisa mampir ke open group kami di&lt;a href="http://www.facebook.com/groups/260964860616233/" target="_blank"&gt; &lt;b&gt;sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;.&lt;/b&gt; ;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-7537257755276108604?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/7537257755276108604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2012/01/ini-pemenangnyaaa-happy-new-year-2012.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/7537257755276108604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/7537257755276108604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2012/01/ini-pemenangnyaaa-happy-new-year-2012.html' title='Ini Pemenangnyaaa!!! Happy New Year 2012!!!'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15782086161876979609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/-ZcV98eaBYWY/TuufX8cw8II/AAAAAAAAAnI/QTR0c83arZI/s220/banner.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-7wv_nQ0mj68/TwHXGK0Kh3I/AAAAAAAAAoY/t90KqX0nmYU/s72-c/party.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-3837478639635327863</id><published>2011-12-16T08:35:00.000-08:00</published><updated>2011-12-19T08:05:26.370-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='giveaway'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ultah'/><title type='text'>Giveaway Ultah yang Ke-3! 10 Hal Tentang Saya Yang Mungkin Kamu Belum Tahu</title><content type='html'>Yuhuuu!!!&lt;br /&gt;Kayaknya saya punya janji yang tertunda sama kamyu-kamyu semua ya? Ah, lupa ya? Ya, udah..bagus kalau gitu...Wkwkwkwk...&lt;br /&gt;Bulan November kemarin ternyata ulang tahun blog ini yang ke-3. Daaan, saya pernah janji mau ngadain giveaway abal-abal lagi untuk follower dan pembaca blog unyu ini. Bwekekekekekkk, unyuuu...&lt;br /&gt;&lt;table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" align="center" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-dSpYmyRz5KY/Tut80fj35xI/AAAAAAAAAmw/HH_2Wqv8URc/s1600/fun.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-dSpYmyRz5KY/Tut80fj35xI/AAAAAAAAAmw/HH_2Wqv8URc/s320/fun.jpg" border="0" height="188" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;image from http://khoaanh.hcmup.edu.vn/projects/tilt2011/3B08/Unit.8.Thu.Ha_Xuan.Vuong/Web/joke.html&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Sebelum semuanya terlalu bersemangat dan membayangkan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ada sebuah motor, sepuluh buah iPad dan seratus Galaxi Tab untuk hadiahnya, lebih baik berdoa dulu. Karena, UDAH PASTI BUKAN ITU HADIAHNYA! &lt;/span&gt;Plis deh! Yang udah-udah aja saya cuma ngasih story card buatan sendiri sama novel saya. Jadi kali ini, ya nggak jauh-jauh dari itu juga, deh! Hahahahaa...Tapi jangan kuchiwa. Karena bukan Blog Emak Gaul kalau nggak fun! Kita buat acaranya jadi fun fun fun!!! Setuju, OK?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giveaway kali ini akan berbentuk seperti lomba menulis. Tapi tenang aja! Tidak diterima tulisan yang serius, dan sesuai kaidah yang berlaku. Justru, makin gila makin besar kesempatan menangnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan minta teman-teman untuk posting di blog masing-masing sebuah tulisan dengan judul:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;10 Hal Tentang Saya Yang Mungkin Kamu Belum Tahu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan sebelum disindir sama si Pungky. Ini nyontek acaranya dia dan temen-temennya sih beberapa waktu yang lalu. Bedanya yang ini berhadiah, yang ono kagak. Mwahahahaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh tulisannya kayak gini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Satu : Saya dan Film Horor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak! Tidak ! Dan tidak! Mau produksi luar negeri kek! Apalagi dalam negeri! Baru denger musik intronya aja udah bisa bikin saya terbirit-birit nyari remote buat matiin tv. Jadi gak mungkin ketemu saya lagi ngantri film Mendadak Pocong atau Ada Apa Dengan Pocong di XXI atau Blitz. Selain saya gak suka film horor, nonton di bioskop itu mahal. Wkwkwkwk....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dua : Saya dan Ngakak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya gak bisa ngelucu, tapi saya suka orang lucu. Silahkan becanda apa aja sama saya, saya pasti ngakak. Kalau bisa ketawa lepas, walaupun cuma diwakili dengan dua huruf yang diketik berulang kali seperti : wkwkwkwkwk atau hahahahaha, rasanya puas banget. Semua masalah mendadak jadi enteng. Utang mendadak (perasaan) jadi lunas. Dan anak-anak mendadak jadi penurut semua. Wkwkwkwk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tiga : My Sense Of Direction&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Winda dan nyasar adalah satu. Gak penting ada peta atau nggak. Gak penting dikasih tau pake ancer-ancer atau nggak. Pasti nyasar. Saya percaya sekali kalau ini disebabkan karena sejak kecil saya hanya taunya nyampe aja kalau ke mana-mana. Bukannya sombong mau bilang kalau masih kecil dulu selalu diantar jemput sopir. Bukaaan! Saya nggak pernah punya sopir sampe sekarang. Tapiii...dari dulu saya selalu duduk manis (kadang berdiri) dalam metromini  kalau mau kemana-mana dan taraaa.... selamat sampai tujuan tanpa nyasar. Heuheuheu...&lt;br /&gt;Oh ya, satu lagi, kenapa saya sering nyasar, karena sampe sekarang saya masih suka bingung nentuin mana kiri mana kanan, tanpa melihat dulu ke arah tangan saya dan mikir "Yang mana yang buat cebok ya?" Wkwkwkwkwk....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Empat : Saya dan Karpet Terlipat atau Miring&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya gak suka lihat pinggiran karpet yang terlipat atau posisinya yang miring tidak mengikuti garis ubin. Gak tau kenapa, rasanya mata gatel aja. Kalau saya lihat ada karpet terlipat, mau di rumah orang kek, hampir bisa dipastikan akan saya benerin walaupun sambil sembunyi-sembunyi biar gak keliatan sama yang punya rumah. Kalau agak miring akan saya luruskan. Wkwkwkwk...rese banget ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lima : Saya dan Mama Saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu yang paling saya takuti setelah larangan Tuhan adalah larangan Mama saya. Swear, gak bo'ong! Bukan karena Mama saya galak, tapi bukti-bukti yang selalu terpampang dengan lugas dan terpercaya akan kebenaran ucapan-ucapannya selama ini. Wuidiih, kadang kesannya spooky banget deh...Mama saya bisa bilang, jangan pergi ke sana, trus saya bandel tetap pergi juga. Pasti terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Makanya sekarang saya gak mau cuek sama omongan Mama saya. Huhuhuuu...tatuuut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Enam : Saya dan Si Edu Itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aaah...jadi gak enak nih...Ngapain juga bawa-bawa si Edu itu ke sini? Hahahaaa...&lt;br /&gt;Edu itu suami, sahabat, guru dan kadang musuh (dalam selimut). Suami, karena nama dia ada di sebelah nama saya di buku nikah. Sahabat, karena saya selalu curhat sama dia dan saya selalu bisa paling jujur kalau bicara dengan dia. Guru, karena sifat yang ada di dia ingin saya contoh kecuali tukang molornya itu, soalnya saya lebih jago. Musuh, karena...eh, harusnya pake tanda kutip ya musuhnya? ‘Musuh', karena saya perlu sparring partner...huahahaaa...udah, gak usah dibahas!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tujuh : Saya, Fadhil dan Safina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu mereka bangun, saya suka ngomelin mereka.&lt;br /&gt;Waktu mereka tidur, saya nyesel ngomelin mereka.&lt;br /&gt;Waktu mereka sehat, saya biarin mereka maen sampe puas.&lt;br /&gt;Waktu mereka sakit, saya nyesel gak ngelarang mereka maen sampe kecapean.&lt;br /&gt;Waktu mereka senang, saya suruh mereka tidur.&lt;br /&gt;Waktu mereka sedih, saya nyesel kenapa gak dibeliin aja maenan yang mereka minta.&lt;br /&gt;Tapi sumpah, gak sedetikpun saya nyesel ada mereka dalam hidup saya. Wuaaah! Gak ada mereka gak rame! Dan yang pasti, gak ada mereka berarti saya bukan emak-emak. Hahahahaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Delapan : Saya dan Bartender&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, saya pernah jadi bartender belasan tahun yang lalu, waktu saya pelatihan di sebuah hotel di Surabaya. Iya, saya meracik segala itu minuman menjadi yang disebut namanya seperti nama-nama film Hollywood.  Dan saya sempat keranjingan meracik cocktail ala saya sendiri, trus saya minum sendiri sampe akhirnya besoknya saya nyadar dengan kepala pusing, "Gila, minuman apaan ya semalem yang gw bikin?"&lt;br /&gt;Apa saya bangga? Nggak! Tapi apa saya malu? Nggak juga! Saya hanya bahagia bisa melewati titik itu dengan selamat dan menjadi saya yang sekarang tanpa saya harus malu dan tertekan. Intinya, saya hanya mencoba jujur pada diri saya sendiri. Bahwa ya, saya pernah begitu dulunya. Tapi saya bisa bergerak ke depan dan menjadikan itu pelajaran buat saya. Ehm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sembilan : Saya dan Si Congkak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wuahahaaaa, satu hal yang bisa bikin saya ngakak selain becandaan yang lucu adalah orang sombong. Saya paling takut jadi orang sombong, karena saya pikir saya akan jadi bahan tertawaan orang lain kalau saya sombong. Kenapa? Karena eh karena, saya suka ketawa aja kalo ketemu orang sombong. Punya ini itu diomongin ke seluruh dunia. Gak tau ya, di atas langit masih ada langit? Wkwkwkwk...Sini, sini...naik pesawat liat-liat langit.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan saya dijauhkan dari sifat yang satu ini. Iiiih....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sepuluh : Saya dan Berenang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya suka berenang, walalupun saya tidak menikmati ritual harus mandi bilas sesudahnya. Saya suka berenang, bukan berarti saya suka air. Saya nggak suka air, kalau asosiasinya harus ke mencuci piring atau baju. Duluuu, waktu saya masih kecil saya adalah seorang atlit renang usia junior. Memang tidak pernah sampai juara satu, tapi saya punya beberapa piagam hasil perlombaan renang tersebut. Semua gaya renang saya kuasai dengan baik. Gaya kupu-kupu yang katanya paling sulit pun saya bisa. Tapi saya gak jamin kalau sekarang saya masih kuat melakukannya. Umur berbicara. Hehehee...Satu-satunya yang belum saya pelajari adalah loncat indah, walaupun saya sudah sering meloncat dari papan loncat indah yang paling tinggi di kolam renang Senayan, dulu. Keinginan saya yang belum tercapai sampai sekarang adalah, saya ingin menyelam di Bunaken. Blebep..blebep...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu 10 hal yang mungkin belum banyak orang tahu. Tugasmu sekarang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;buat postingan serupa di blog kamu, nge-link ke blog aku ini, dan setor link-nya di komen postingan ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gampang kan? Bikin yang segila-gilanya, senarsis-narsisnya, sekocak-kocaknya, sejujur-jujurnya dan gak boleh jaim. Intinya supaya kita makin akrab aja, kok! Hehehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga, ingat, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TIGA&lt;/span&gt; tulisan terngocol akan mendapat hadiah! Apakah hadiahnya itu? Hiks, maaf...sampai sekarang saya masih bingung. Soalnya tau sendiriii, ini kan blog emak-emak! Nggak ada iklan, duit dari manaaa? Huaaa..ada yang mau sponsorin gaaak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahahahaa, pokoknya bikin tulisannya sesuai ketentuan, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;batasnya sampai malam tahun baru!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Tanggal 2 Januari 2012 (kalau saya ingat) insya Allah akan diumumkan siapa pemenangnya. 3 pemenang utama masing-masing akan mendapat ..pulsa aja deh ya..ya..ya..? Masing-masing senilai Rp 50.000. Dan untuk 5 pemenang hiburan akan mendapat goody bag (sisa) dari acara Workshop Menulis Kampung Fiksi kemarin. Hahahaa, sisa lho, bukan bekas! Isinya lumayan, bener deh! Ada notebook (sumpah, ini bukan laptooop tapi buku catatan kecil getoh! hahahahaa), pulpen, handuk, sama starterpack (nomor perdana).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau protes hadiahnya cemen, plis jangan! Mending langsung pergi aja, soalnya salah tempat kalau ngarepin hadiah iPad di sini. Lah, saya aja nggak punya! LOL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berjuang! Cemungudh eaaa!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-3837478639635327863?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/3837478639635327863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/12/giveaway-ultah-yang-ke-3-10-hal-tentang.html#comment-form' title='34 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/3837478639635327863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/3837478639635327863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/12/giveaway-ultah-yang-ke-3-10-hal-tentang.html' title='Giveaway Ultah yang Ke-3! 10 Hal Tentang Saya Yang Mungkin Kamu Belum Tahu'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-dSpYmyRz5KY/Tut80fj35xI/AAAAAAAAAmw/HH_2Wqv8URc/s72-c/fun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>34</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-3668198741798004248</id><published>2011-12-11T19:51:00.000-08:00</published><updated>2011-12-12T02:16:05.853-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sondang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KOMPASIANIVAL'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pisang'/><title type='text'>Random, Random, Dari Pisang, Sondang, sampai Kompasianival</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pagiii!!! Ayo, semangat semangat!!! Tahun baru udah deket! Itu tandanya kiamat sudah dekat! *lalu?* Wkwkwkwk....&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family: arial;"&gt;Postingan ini harus saya awali dengan sedikit 'hiks' dan banyak 'terima kasih'. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;Hiks, blog saya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;nggak lolos ke SILVER award dari ISBA 2011. Tapi nggak apa-apa, saya nggak kecewa, soalnya dari awal juga saya nggak tahu kalau blog saya ini diikutsertakan ke dalam lomba tersebut. Dan senangnya lagi, sesama penerima penghargaan BRONZE di sesi 29 berhasil lolos, yaitu blog-nya &lt;a href="http://nandobase.wordpress.com/" target="_blank"&gt;Nandobase&lt;/a&gt;. Congratz, mas bro! Dan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk panitia ISBA 2011 karena sudah memberikan penghargaannya untuk blog saya yang aduh ini. :)&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-MNuhDPCOd38/TuWCMvW-mvI/AAAAAAAAA1o/z9ugo26eBXU/s1600/pisang.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685093260008004338" src="http://4.bp.blogspot.com/-MNuhDPCOd38/TuWCMvW-mvI/AAAAAAAAA1o/z9ugo26eBXU/s320/pisang.jpg" style="float: left; height: 320px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 220px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Apa salah pisang? Pisang gak salaah!!!&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sesuai judul, isi postingan ini akan random banget, saking banyaknya yang mau saya ceritakan. Mari kita mulai dari pisang. Kenapa pisang? Karena konon kata seora&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;ng ulama di luar negeri sana, pisang sudah difatwakan menjadi sesuatu yang haram bagi kaum perempuan karena bentuknya mirip penis! Ehhyampyuuun!Jadi katanya, kalau mau beli pisang, bisa nyuruh suami atau saudara laki-lakinya supaya kita terhindar dari meraba-raba dan mengelus-elus pisang (dan juga timun, terong, dll) agar tidak ada fantasi-fantasi seksual seputar penis. Nah, saya jadi bingung. Soalnya kenapa pisang jadi diasosiasikan ke penis? Soalnya kalau saya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;pribadi, lihat pisang itu yang kepikiran justru pisang goreng sama ketan atau kolak. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Nyammm...Soal bentuknya yang mirip alat kelamin laki-laki itu, ya mau bagaimana lagi, dong? Emang salah pisang? Salah temen-temennya pisang? Nggak, kan? Itu salah otak orang aja yang ngeres. Wkwkwkw&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;k...Gini ya, orang kalau pikirannya kotor, ngeliat kursi aja bisa mikirnya macem-macem. Ah sudahlah, mudah-mudahan ulama-ulama di sini nggak ikut-ikutan aneh kayak ulama yang satu itu. Soalnya kasian sama tukang sayur, kebayang nggak pagi-pagi biasanya dikerubutin ibu-ibu, ini malah dikerubutin bapak-bapak? Hahahaha, pemandangan yang aneh!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-c7BnglPb-4s/TuWCVW9cqeI/AAAAAAAAA10/oawsE4kF0pc/s1600/sondang.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685093408077294050" src="http://1.bp.blogspot.com/-c7BnglPb-4s/TuWCVW9cqeI/AAAAAAAAA10/oawsE4kF0pc/s320/sondang.jpg" style="float: left; height: 214px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Semoga ibunda alm. Sondang tabah dan sabar....&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Lanjut ke topik selanjutnya, Sondang. Sebelum ngomongin topik ini, saya setulus hati mengucapkan turut berduka cita kepada ibunda Sondang atas kepergian anaknya yang tragis (membakar diri di depan Istana Negara). Sebagai seorang ibu, saya bisa merasakan kepedihan dan kesedihan beliau. Semoga sem&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;ua kedukaan yang dirasakan sang ibunda menjadi barokah baginya kelak di masa yang akan datang. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;Walau begitu, sulit bagi saya untuk memandang tindakan Sondang sebagai tindakan yang heroik. Entah apa motif dibalik perbuatannya membakar dirinya sendiri hingga menyebabkan kematian. Tapi beberapa orang dan media mulai ramai mengangkat wacana, "Sondang, Sang Pejuang Revolusi!" Sorry to say, saya terpaksa tidak &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;sejalan dan sependapat. Saya merasa ada ketidak-adilan bagi orang-orang yang berjuang untuk tetap hidup, bagaimana pun kerasnya. Mereka lebih layak disebut pejuang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="messageBody" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;br /&gt;Kata  mama saya, "jenazah itu nasehat bagi yang hidup." So, for me,tindakan  Sondang membakar diri bukan perjuangan, tapi jenazahnya yang telah  terbakar itu yang harusnya menjadi nasehat bagi kita, bagi pemimpin  negeri ini, bagi para koruptor, bagi para ulama, bagi para penjahat  maupun orang yang (merasa) baik, bagi semuanya, nasehat yg muncul dari  sebuah pertanyaan: "apa yang membuatnya sampai harus m&lt;span class="text_exposed_show"&gt;elakukannya  untuk mendapat perhatian dari pemerintah kita?" dan sebuah jawaban yang  datang dari hati nurani kita masing-masing...jawaban pribadi dari saya  yang mungkin berjuang dalam lingkup terkecil di negeri ini adalah,  "putus asa." Dan saya tidak memandang rendah Sondang karena dia berputus  asa dengan keadaan negeri ini, karena kadang pun saya merasakan hal  yang sama, putus asa…saya hanya menyayangkan, karena banyak orang lain  di luar sana, walaupun merasa putus asa dengan keadaan yang masih begini-begini aja, tapi tetap  berjuang di jalannya masing-masing dan itu bukan membakar diri....walau  bagaimana, bunuh diri bukan jawaban...IMHO...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;"&gt;"Putus asa itu manusiawi, tapi bangkit dari keputus-asa-an itu seharusnya yang pantas dilabeli PEJUANG"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;OK, enough about Sondang. Karena nggak di mana, nggak di mana, sekarang jadinya malah ribut antara yang pro dan kontra atas tindakan Sondang tersebut. Maaf maaf nih, aura perpecahan malah makin terasa dan jurang pemisah justru malah semakin menganga jadinya. Hiks...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-3X0H6goD_bk/TuWCsvDXo1I/AAAAAAAAA2A/RnJn6xYs42A/s1600/Kompasianival.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685093809681572690" src="http://1.bp.blogspot.com/-3X0H6goD_bk/TuWCsvDXo1I/AAAAAAAAA2A/RnJn6xYs42A/s320/Kompasianival.jpg" style="float: left; height: 214px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Foto-foto sama teman-teman di Kompasianival&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Btw, Sabtu kemarin (10 Desember) saya dan keluarga datang ke KOMPASIANIVAL, acara perayaan ulang tahunnya Kompasiana di Plaza fX, Sudirman. Dengar-dengar konsep acaranya dibuat seperti sebuah carnival. Wah, saya semangat dong, bawa anak-anak sekalian. Dalam pikiran saya, carnival penuh dengan balon, badut dan aneka atraksi yang menarik. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;Saya sampai di sana sudah jam 12 siang, dan saya tahu saya tidak akan kebagian goody bag apalagi kupon makanan (kupon???) karena cuma disediakan untuk 100 orang pertama yang mendaftar. Ealaaah, ya sudahlah! Yang penting bisa ketemu dengan teman-teman. Yeayy! Ada badut di pintu masuk. Dan anak saya yang kecil sukses nangis ketakutan. Bwahahahaa...Udah ribet bujuk-bujuk anak saya supaya mau masuk, bikin haus dan keringetan. Berharap di dalam bisa minum. Kalau nggak disediain panitia, paling nggak ada stand yang jual minumanlah harapan saya. Jeng,jeng, dengan ini saya nyatakan KOMPASIANIVAL adalah pesta terkering yang pernah saya hadiri. Nggak ada minum setetes pun! Bahkan aqua gelas pun nggak ada. Mau nangis...Terpaksa keluar lagi, turun dua lantai, ke foodcourt, beli minum. Balik lagi ke atas, dan menyaksikan talkshow seputar FINANCIAL PLANNING! Huahahaha, bikin haus lagi nih tema-nya. Ini kritik-kritik menggelitik aja buat panitianya, mbok ya konsep dan pengisi acaranya disesuaikan gitu lho! Masak acara perayaan ulang tahun diselipin seminar tentang keuangan? Bagus sih, isi materinya, tapi nggak sesuai sama tema acaranya. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kemarin saya dan teman-teman Kampung Fiksi sempat sok-sokan jadi EO untuk Workshop Menulis dan menggandeng sponsor. Jelas memang, kita harus memberikan slot waktu untuk sponsor, tapi isi materi kami bicarakan dan negosiasikan dengan serius. Kami tidak mau ada kesengganggan tema, setidaknya harus disesuaikan dengan tema acara kami. Dan alhamdulillah, acara dari awal sampai akhir bentuknya jadi satu kesatuan yang saling mengisi dan tidak berdiri sendiri-sendiri. Ini mah, bukan nyombong, soalnya apa yang mau disombongin? Apalagi dibandingkan sama Kompasiana yang personilnya dan modalnya lebih besar. Tapi justru itu, dengan kekuatan sebesar itu, harusnya acara bisa jauuuh lebih keren daripada kemarin. Hehehehe...&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;But mostly, saya senang kok bisa hadir di sana, at least niat saya dan suami bersilaturahmi dengan teman-teman kesampean. :)&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family: arial;"&gt;Demikian sekilas info dari kejadian seminggu yang lalu. Salam cucok! (Apaan sih, mak?) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-3668198741798004248?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/3668198741798004248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/12/random-random-dari-pisang-sondang.html#comment-form' title='26 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/3668198741798004248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/3668198741798004248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/12/random-random-dari-pisang-sondang.html' title='Random, Random, Dari Pisang, Sondang, sampai Kompasianival'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-MNuhDPCOd38/TuWCMvW-mvI/AAAAAAAAA1o/z9ugo26eBXU/s72-c/pisang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>26</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-8954434646767828002</id><published>2011-12-05T07:21:00.000-08:00</published><updated>2011-12-05T21:47:40.007-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jual diri'/><title type='text'>"Jual Diri"</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-RCOgE0m8crQ/Tt2sIkPZlJI/AAAAAAAAA1c/z_FKQGgW8v4/s1600/jual%2Bbuku.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682887567978632338" src="http://3.bp.blogspot.com/-RCOgE0m8crQ/Tt2sIkPZlJI/AAAAAAAAA1c/z_FKQGgW8v4/s320/jual%2Bbuku.jpg" style="display: block; height: 215px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ini bukan "jual diri" tapi jual buku...gahahahaaa...&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;"Serius, mbak! Kalau bukan kita sendiri yang jual diri, kapan orang tahu kita? Lain cerita kalau kita udah terkenal, nggak usah repot-repot lagi bilang, 'Ini lho, saya...yang begini, yang begitu, yang pernah ini, yang pernah itu!' Ya, kan?"&lt;br /&gt;Itu omongan si Srondol, beberapa waktu lalu, saat saya dan teman-teman dari Kampung Fiksi akan presentasi ke Indosat dalam rangka mencari sponsorship. Saya agak rikuh waktu Srondol dengan berapi-api memperkenalkan saya sebagai, "Emak-emak penulis, nih! Sudah menerbitkan lima buah buku. Dan mbak Winda ini istrinya...bla...bla...bla...Kenal kan, pak?" Begitu katanya ke bapak Division Head yang akan meeting dengan kami hari itu. &lt;br /&gt;Walaupun semua yang dikatakan Srondol itu kenyataan, tapi saya risih. Mungkin karena saya takut ada kesan sombong dalam caranya memperkenalkan saya, padahal bukan saya yang melakukannya. Sekali lagi Srondol menggeleng saat saya bilang, "Nggak segitunya juga kali, Ndol!"&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya paham, dalam dunia komunikasi, ada saatnya kita sebagai individu memperkenalkan diri melalui prestasi kita. Terutama kalau komunikasi yang ingin kita jalin adalah sebuah komunikasi bisnis atau kerja sama. Impression atau kesan itu penting. Image atau citra itu perlu dibentuk sejak awal. Bukan hanya untuk menaikkan posisi tawar (bargaining power) kita, tapi juga menumbuhkan rasa percaya diri kita saat mempresentasikan sesuatu di hadapan orang lain yang belum mengenal kita sebelumnya. &lt;br /&gt;Pengalaman diperkenalkan sebagai "Si Emak yang Sesuatu" oleh Srondol itu adalah pengalaman pertama saya 'menjual diri' demi sebuah kepentingan. Jujur saya risih. Saya takut ada kesombongan atau takabur terkesan di dalamnya. Watak orang Indonesia yang sering merasa malu tanpa alasan yang jelas, memang jelas membentuk sikap saya sejak kecil. Malu itu sopan. Bahkan dalam agama saya pun diajarkan untuk selalu merasa malu, terutama kepada Tuhan, agar kita selalu sadar kalau manusia hanyalah makhluk ciptaanNya yang jauh dari sempurna. Malu menjauhkan kita dari sifat takabur dan sombong.&lt;br /&gt;Personally, saya memang tidak pernah menyukai orang yang sombong (siapa juga yang suka?) dan paling takut kalau sampai saya kena cap 'Sombong' dari orang lain. Itu sebabnya sebisa mungkin saya berusaha untuk tidak terlalu tampil menonjol dalam setiap kesempatan. Entah itu melalui penampilan atau cara berbicara dan memperkenalkan diri. Kadang, saking saya menghindari kena cap 'sombong' itu saya ibarat sebutir pasir di pantai, tidak terlihat. Tidak ada yang notice akan kehadiran saya, apalagi ngeh kalau saya ada di sana. Untuk beberapa saat saya tidak ada masalah dengan keadaan itu. Tapi saat saya butuh perhatian dari orang-orang tertentu, ternyata menjadi invisible itu menyebalkan sekali. Boro-boro didengar, dilihat aja nggak!&lt;br /&gt;Saya jadi sadar, being humble (rendah hati) beda banget dengan rendah diri. Rendah hati tanpa kebanggaan akan diri sendiri, cenderung jatuhnya seperti rendah diri. Tapi terlalu berbangga dengan diri sendiri juga sangat riskan membuat kita terjerumus ke dalam kesombongan. Segala sesuatu ada takarannya. Orang yang bijak adalah yang tahu bagaimana bersikap dalam setiap keadaan. Jangan mentang-mentang lagi bicara di depan sekumpulan ibu-ibu dengan latar belakang pendidikan SMP, kita koar-koar, "Saya ini S2, lho!" Selain mereka juga belum tentu paham S2 itu apa dan kerennya seperti apa, nggak nyambung juga sama audience atau lawan bicara kita. &lt;br /&gt;Balik lagi ke soal 'jual diri' tadi. Kenapa tiba-tiba saya ngomongin soal itu hari ini? Gara-garanya, saya harus mengirim naskah yang disertai dengan sedikit biodata pribadi saya secara deskriptif. Saya bingung, bagaimana caranya menggambarkan diri saya sebagai penulis tanpa terkesan sombong dan norak. Kalau jatuhnya norak, bisa-bisa saya jadi bahan tertawaan. "Baru segitu doang, sombongnya amit-amit!" Huaaa, saya bisa nggak doyan makan dan tidur kalau sampai itu terjadi! (which is, maybe it's a good way to loose weight....wkwkwkwk..nggak deng!)&lt;br /&gt;Saya bingung, haruskah saya sebutkan semua achievement saya dalam menulis di biodata singkat itu? Bagaimana kalau mereka tidak meloloskan naskah saya, karena saya terlalu berusaha rendah hati, dengan tidak menyebutkan semuanya? Atau bagaimana jika mereka menolak naskah saya karena menilai saya terlalu norak dan sombong? Wuah, ini mind game, nih! Wkwkwkwk, mulai lagi deh, lebay!!!&lt;br /&gt;Akhirnya setelah melalui edit, hapus, ketik, edit, hapus lagi, saya bisa menyelesaikan biodata deskriptif saya dalam satu paragraf. Saya tidak tahu bagaimana kesan yang akan didapat oleh pembaca, karena itu jelas di luar kuasa saya. Tapi yang saya tahu, setiap niat baik akan selalu terlihat pada waktunya. Saya tidak berniat untuk sombong, saya hanya perlu 'menjual diri' saya untuk kepentingan tertentu; dalam hal ini seleksi naskah. Jadi saya rasa, apa pun yang saya tuliskan dalam deskripsi  itu sudah cukup mewakili penilaian saya akan diri saya sendiri. Hello! Kalau kita nggak bisa menentukan dimana posisi kita berada, gimana mau berharap orang lain tahu posisi kita? Maksudnya, bangga pada diri sendiri itu penting, jadi sombong itu yang jangan. 'Jual diri' itu perlu, asal jangan jadi murahan dan kena cap 'norak! Wahahahahaa, susah? Iya, susah emang. Soalnya penilaiannya benar-benar ada di tangan orang lain. Berdoa aja deh, semoga mereka nggak salah persepsi. As I said, niat baik akan selalu menemukan jalannya sendiri.&lt;br /&gt;So, siapa mau 'jual diri'? Hahahahahaaa...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-8954434646767828002?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/8954434646767828002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/12/jual-diri.html#comment-form' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/8954434646767828002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/8954434646767828002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/12/jual-diri.html' title='&quot;Jual Diri&quot;'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-RCOgE0m8crQ/Tt2sIkPZlJI/AAAAAAAAA1c/z_FKQGgW8v4/s72-c/jual%2Bbuku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-7748531869834266318</id><published>2011-12-01T20:31:00.000-08:00</published><updated>2011-12-01T21:44:37.227-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><title type='text'>Dapat Blackberry dari Menulis, Bisa Naik Haji Gratis Juga Nggak, ya?</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-CPmAil0_u14/Tthe5Uo98YI/AAAAAAAAA0I/jFvczY3VuZg/s1600/panggung%2Bdinner.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5681395268813975938" src="http://1.bp.blogspot.com/-CPmAil0_u14/Tthe5Uo98YI/AAAAAAAAA0I/jFvczY3VuZg/s320/panggung%2Bdinner.jpg" style="display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Panggung Gemerlap 44 Tahun, Indosat Untuk Indonesia&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Selamat hari Jum'at! Ayo sana yang merasa muslim, laki-laki, siap-siap berangkat sholat Jum'at! Yang perempuan boleh kembali nulis, saya maksudnya. Hehehehe...&lt;br /&gt;Wuah, bulan November sudah habis, ya? Saya cuma mau bilang kalau bulan November 2011 ini benar-benar SESUATU! Wkwkwkwk, mudah-mudahan teteh Syahrini nggak bikin hak paten kata "SESUATU" ini jadi milik dia.&lt;br /&gt;Tanggal 30 November kemarin saya dapat undangan dari Indosat untuk menghadiri gala dinner perayaan ulang tahun Indosat yang ke-44 di Assembly Hall, JCC. &lt;a href="http://www.kampungfiksi.com/"&gt;Kampung Fiksi&lt;/a&gt; diundang dan diwakili oleh saya dan Ria Tumimomor. Sebenarnya agak susah ngatur waktu, terutama ngatur siapa yang mau jagain anak-anak pas saya pergi, soalnya acaranya malem. Tapi sayang juga kalau dilewatkan, karena sebagai Emak (gak pernah) Gaul, jarang-jarang bisa menghadiri acara gede kayak gini. Mana banyak artis dan door prize pula. Wuah, ngarep, siapa tau dapet emas 100gr!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-F72ovJ-s7F4/TthdwuUPR3I/AAAAAAAAAzk/1DCLyybksi0/s1600/goodie%2Bbag.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5681394021575903090" src="http://4.bp.blogspot.com/-F72ovJ-s7F4/TthdwuUPR3I/AAAAAAAAAzk/1DCLyybksi0/s320/goodie%2Bbag.jpg" style="display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Sumringah, goodie bag udah di tangan. Hihihihi...&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Akhirnya saya dan Ria hadir juga di acara yang dikasih tag Gemerlap 44 tahun, Indosat Untuk Indonesia itu. Pertama datang, setelah registrasi, yang pertama saya cek adalah: apakah isi goodie bag yang ada di tangan saya? Hihihihihi...Alhamdulillaah, dapet jam meja sama flash disc! Huaa, pucuk dicinta ulam tiba, padahal baru niat mau beli flash disc, soalnya yang lama kena virus. Nggak jadi keluar duit beli flash disc, deh! Asoooy...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-qKml5c9jgao/TtheQKx6bWI/AAAAAAAAAzw/ZCOBh2oy-tQ/s1600/ria%2Bn%2Bgw.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5681394561792503138" src="http://1.bp.blogspot.com/-qKml5c9jgao/TtheQKx6bWI/AAAAAAAAAzw/ZCOBh2oy-tQ/s320/ria%2Bn%2Bgw.jpg" style="display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Saya dan Ria, siap makaaaaan!!!&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Setelah duduk manis di meja khusus untuk para blogger yang diundang Indosat, saya dan Ria langsung gerilya ke lapangan (baca: meja prasmanan). Wakakakakkk, sumpah, kemaren itu waktu baru sampai di lokasi, kita berdua emang dalam keadaan yang menyedihkan, kelaparan dan kehausan. Mana saya datang pakai taksi dan kena macet pula. Jadi penderitaan saya bertambah dengan stress ngeliatin argo taksi. Ya ampun, jangan sampe saya tekor dong datang ke acara ini, kata saya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-GJS5TTvFPA8/Tthejs5UyKI/AAAAAAAAAz8/g2l2bViKfb0/s1600/pak%2Bkris.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5681394897367910562" src="http://1.bp.blogspot.com/-GJS5TTvFPA8/Tthejs5UyKI/AAAAAAAAAz8/g2l2bViKfb0/s320/pak%2Bkris.jpg" style="display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ria dan saya, bersama Bapak Kristiyanto, Division Head of Online and Social Media Indosat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Waktu kita lagi asyik makan, di panggung saya lihat ada beberapa artis (yang saya nggak kenal) menghibur para tamu. Saya agak bingung juga, katanya acara ini mau ditayangkan live di RCTI, tapi kook, artisnya saya nggak kenal gini? (Eheum, lo nggak kenal, bukan berarti mereka nggak terkenal kali, mak! Lo aja kali yang nggak gaul!) Ngahahaha..ya sudahlah, pokoe makan dulu sambil nungguin pengumuman door prize. *Komat-kamit berdoa semoga dapet sesuatu*&lt;br /&gt;Saya dan Ria duduk di meja nomor 40. Saat kita baru datang cuma ada saya, Ria dan Srondol yang duduk di meja itu. Nggak lama kemudian 2 orang lagi (kita nggak kenal) ikut duduk di meja yang sama. Dan di pertengahan acara, 2 orang dengan seragam atlit SEA Games ikut duduk di sebelah saya. Norak saya mulai kumat. Saya colek-colek Ria, "Ri, di sebelah gue itu mukanya kayanya familiar, deh! Pasti atlit terkenal. Siapa, ya? Lo tau nggak?" Ria ngangguk-ngangguk setuju, tapi dia juga nggak tahu siapa namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-_eI5i53yQ1o/TthfvvtSiSI/AAAAAAAAA0g/ne4giFfegII/s1600/coklat.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5681396203792795938" src="http://3.bp.blogspot.com/-_eI5i53yQ1o/TthfvvtSiSI/AAAAAAAAA0g/ne4giFfegII/s320/coklat.jpg" style="display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Chocolate mousse...chocolate mousse...Biang kerok gagal diet...Hahahahaa...&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Tiba-tiba saya ingat siapa namanya, dan perasaan saya langsung deg-degan! (Lebay bet, mak!) Uhuuu, cewek cantik yang duduk di sebelah saya itu kaaan Angelique Wijaya, petenis nasional kita yang keren ituuh! Saya bukan pengamat olahraga, sih..tapi tahulah sedikit-sedikit sepak terjangnya dari berita-berita yang saya baca. Wuaah, kesempatan foto bareng orang terkenal, nih! Soalnya, masih inget kan gimana noraknya saya waktu pengen foto-foto sama &lt;a href="http://www.catatankecil-winda.blogspot.com/2011/03/celebsare-you-somekind-of-gods.html"&gt;Didi Petet dan akhirnya gagal? &lt;/a&gt;Saya bertekad, harus foto ah, kapan lagi makan semeja sama petenis nasional? Lagian, kalau di dunia maya, no picture sama dengan HOAX! Wkwkwkwk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-DcBVnTCx4EE/TthcmWUbiWI/AAAAAAAAAzY/FXM3NcuNsig/s1600/angelique.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5681392743823935842" src="http://3.bp.blogspot.com/-DcBVnTCx4EE/TthcmWUbiWI/AAAAAAAAAzY/FXM3NcuNsig/s320/angelique.jpg" style="display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Yeayy, foto sama orang terkenaaal! Angelique Wijaya, petenis nasional...*senyum norak* :D&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Puas makan, puas foto-foto, tinggal deg-degan nungguin penarikan door prize. Dan meja nomor 40 itu bisa dibilang meja hoki. Dari tujuh orang yang duduk di situ, tiga orang dapat door prize; Ria dapat Blackberry Bold, mbak di sebelah Ria dapat emas murni 100gr, dan temannya mbak Angelique Wijaya dapat samsung Galaxi kalau nggak salah! Tinggal saya manyun. Hiks, hiks, nggak dapet door prize. Belum rejeki.&lt;br /&gt;Nggak lama, semua tamu diarahkan ke hall di sebelah, untuk ikut nonton siaran langsung perayaan ultahnya Indosat. Oalah, ternyata acara live-nya di ruang lain dan artis-artis pengisi acaranya baru deh SESUATU! Wakakakakkk...saya sama Ria langsung norak lagi. Ada Mulan Jameela, ada Virgin, ada Ungu, ada Titi Sjuman, ada Tohpati dan tentu saja ada Anang dan Ashanti dong, ah! Dan yang paling bikin saya takjub-takjub, entah ada berapa boyband ala Korean boyband yang tampil dan nggak ada satu pun yang saya tahu namanya. Umur nggak bisa bohong, cian deh lo!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-EQso5XBhwLU/TthgDxaOoqI/AAAAAAAAA0s/VjGPaoDv9NM/s1600/mulan.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5681396547847103138" src="http://4.bp.blogspot.com/-EQso5XBhwLU/TthgDxaOoqI/AAAAAAAAA0s/VjGPaoDv9NM/s320/mulan.jpg" style="display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Mulan Jameela di panggung perayaan Ultah Indosat. Sumpah, pahanya sekelingking! &amp;gt;.&amp;lt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Lagi asyik-asyik nonton sambil ngantuk-ngantuk, tiba-tiba saya dapat kabar kalau tulisan saya di&lt;a href="http://blog.kompasiana.com/2011/11/30/pemenang-semarak-ultah-alfamart-shop-blog/" target="_blank"&gt; lomba Alfamart dapat juara ke-2 &lt;/a&gt;dan hadiahnya.....JRENG JRENG JRENG! Hadiahnya adalah Blackberry juga! Wuahahahahaa, alhamdulillaaah! Untung panggung masih diisi sama si Raffi Ahmad, kalau nggak saya mau deh sujud syukur di panggung. Hihihihihi..Ria dengan lega ngasih ucapan selamat untuk saya. Mungkin dia cemas, takut nanti pas pulang saya nangis bombay gara-gara sirik dia dapat BB dan saya nggak dapat door prize. *Ngakak*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-zw0-2FR7BmQ/Tthgdst9EPI/AAAAAAAAA04/l5e1olX_zR0/s1600/pemenang%2Balfamart.JPG" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5681396993264259314" src="http://2.bp.blogspot.com/-zw0-2FR7BmQ/Tthgdst9EPI/AAAAAAAAA04/l5e1olX_zR0/s320/pemenang%2Balfamart.JPG" style="display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Dapet Blackberry dari menulis! Alhamdulillaah...&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Catatan bulan November:&lt;br /&gt;Dapet Blackberry dari nulis. Mudah-mudahan bisa dapet naik haji dan keliling Eropa gratis dari nulis juga. Aamiin! :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-7748531869834266318?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/7748531869834266318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/12/dapat-blackberry-dari-menulis-bisa-naik.html#comment-form' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/7748531869834266318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/7748531869834266318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/12/dapat-blackberry-dari-menulis-bisa-naik.html' title='Dapat Blackberry dari Menulis, Bisa Naik Haji Gratis Juga Nggak, ya?'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-CPmAil0_u14/Tthe5Uo98YI/AAAAAAAAA0I/jFvczY3VuZg/s72-c/panggung%2Bdinner.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-8458772744892369605</id><published>2011-11-27T08:03:00.000-08:00</published><updated>2011-11-27T21:29:46.331-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kampungfiksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='workshop'/><title type='text'>"Pingsan" Saat Bicara di Workshop Menulis Kampung Fiksi</title><content type='html'>&lt;table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" align="center" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-y533309F7hM/TtJjtN_vLXI/AAAAAAAAAmo/S9prO2nFRbg/s1600/tim+kf.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-y533309F7hM/TtJjtN_vLXI/AAAAAAAAAmo/S9prO2nFRbg/s320/tim+kf.jpg" border="0" height="240" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Tim Kampung Fiksi&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Workshop Menulis dan Blogging Kampung Fiksi, akhirnya sukses digelar kemarin (Sabtu, 26 November 2011) di Bekasi Cyber Park. Dan saya ini, si emak dengan pengalaman NOL, sejak awal ditunjuk sebagai pimpro acara dan juga PEMBICARA UTAMA! Sengaja di-capslock bagian pembicara utama-nya itu, karena ituuu yang mau diceritain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seumur hidup, saya belum pernah merasakan berdiri di depan orang banyak dan berbicara menyampaikan sebuah presentasi, (kecuali presentasi sebelum ini dengan pihak Indosat yang notabene, cuma ada 5 orang di dalam ruangan meeting waktu itu). Saya harus bicara selama 45 menit tanpa jeda di depan peserta workshop yang membayar untuk mendengarkan materi yang saya sampaikan. Tuhan, sejak awal saya tahu, yang membuat saya berani mengemban tugas ini, 10% adalah rasa percaya diri saya dan 90% adalah nekad.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" align="center" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-wq0BETIu9fM/TtJgbXEfeRI/AAAAAAAAAx0/p0bjeNNqoPI/s1600/wk.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679708103233206546" src="http://1.bp.blogspot.com/-wq0BETIu9fM/TtJgbXEfeRI/AAAAAAAAAx0/p0bjeNNqoPI/s320/wk.jpg" style="display: block; height: 238px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Alhamdulillaaah, aku gak jadi pingsan. Wkwkwkwk...&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Seminggu sebelum acara, kegiatan saya setiap anak-anak sudah terlelap adalah bicara sendiri di depan cermin, menyampaikan materi workshop sambil mengatur-atur angle yang pas supaya bisa kelihatan cantik di depan peserta nanti. *ngakaaak*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu waktunya tiba, boro-boro cantik, pemirsa! Keringat membanjir di sekujur tubuh saya, sampai ke wajah saya. Suara bergetar nggak karuan. Dan yang paling parah, saya lupa dengan semua yang harus saya sampaikan! Padahal q-card di tangan dan slide di screen lebar sudah terpampang jelas poin-poin yang harus saya sampaikan. Ironisnya, satu poin yang ada dalam materi saya adalah: Dengan menulis kita mengasah rasa percaya diri. Mwahahahaa… Saya nggak mau bohong sama peserta dan nggak mau mati kutu dan pura-pura pingsan juga. Masalahnya, kita gandeng sponsor, kalau sampai saya pingsan dan bikin keributan, acara sudah pasti gagal. Satu-satunya cara, saya harus mengakui kelemahan saya di hadapan mereka dan berharap agar mereka maklum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" align="center" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-xyi6WtaljNY/TtJgsFXSMjI/AAAAAAAAAyA/cgMk0VZkGG8/s1600/peserta.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679708390537966130" src="http://3.bp.blogspot.com/-xyi6WtaljNY/TtJgsFXSMjI/AAAAAAAAAyA/cgMk0VZkGG8/s320/peserta.jpg" style="display: block; height: 238px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Peserta yang super duper keren semangatnya&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;“Sebenarnya ini sebuah ironi buat saya, saya mengatakan kalau menulis bisa mengasah rasa percaya diri kita. Tapi sekarang ini saya berdiri di depan teman-teman semua, keringet dingin dan grogi sekali. Satu hal yang bisa sampaikan, kalau dua tahun yang lalu saya tidak mulai aktif menulis, mungkin saya sudah pingsan sekarang. Jadi tetap, rasa percaya diri saya sudah tumbuh, walaupun mungkin masih belum cukup untuk bicara dengan tenang di depan teman-teman semua.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" align="center" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-rHtC0dIq-PE/TtJg9WAZ9CI/AAAAAAAAAyk/PNurj3Zite4/s1600/eka%2Bdan%2Bsrondol.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679708687063184418" src="http://3.bp.blogspot.com/-rHtC0dIq-PE/TtJg9WAZ9CI/AAAAAAAAAyk/PNurj3Zite4/s320/eka%2Bdan%2Bsrondol.jpg" style="display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 240px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Srondol dan Eka Situmorang&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Begitu saya selesai bicara begitu, peserta tertawa lepas. Saya lihat di kejauhan, teman-teman saya dari Kampung Fiksi dan beberapa panitia dari Spasi mengacungkan jempol-nya ke arah saya sambil ikut tertawa. Saya lega, karena keputusan saya untuk tampil jujur dan apa adanya ternyata dihargai oleh mereka semua. Begitu kelegaan itu muncul, saya mulai merasakan keberanian saya naik sedikit dan saya bisa melanjutkan presentasi dengan (lumayan) lancar, dibantu oleh sang moderator yang super duper keren! (self note: kirim cipok maya untuk si Ndigun, karena sudah sangat membantu saat saya sering kehilangan kata sepanjang acara).&lt;br /&gt;&lt;table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" align="center" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-5s8xJvnD_us/TtJg5N8hPDI/AAAAAAAAAyY/bVm6wenvOe0/s1600/dhira.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679708616179924018" src="http://2.bp.blogspot.com/-5s8xJvnD_us/TtJg5N8hPDI/AAAAAAAAAyY/bVm6wenvOe0/s320/dhira.jpg" style="display: block; height: 238px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Dhiratara dari Evolitera sedang menyampaikan materinya tentang e-publishing&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Pengalaman berharga yang saya dapat; menguasai bahan pembicaraan belum tentu memiliki rasa percaya diri untuk menyampaikannya. Yes, itu satu faktor penting, tapi yang paling penting adalah, tidak mungkin mengharapkan hasil yang maksimal dalam percobaan perdana. Perlu latihan dan kemauan keras untuk berani malu, sebelum akhirnya benar-benar bisa menguasai keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu selesai berbicara, Deedee berkata pada saya, “Mbak, lo itu ternyata memang tipe orang yang bawel di tulisan. Pas disuruh ngomong, keliatan banget groginya.” Hahahaha, saya harus telan itu, karena memang itu kenyataanya. Tapi ucapan Deedee sama sekali tidak membuat saya kecil hati. Saya justru jadi penasaran, kepengen bisa. Apalagi melihat Eka Situmorang dan Dhiratara yang juga tampil sebagai pembicara dan mereka melakukannya dengan sangat luwes. Hayoh, cemungudh cemungudh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" align="center" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-WdoupoCA874/TtJgziVaJpI/AAAAAAAAAyM/VHeVY18zyEE/s1600/david%2Bdan%2Bwulan%2Bindosat.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679708518573811346" src="http://1.bp.blogspot.com/-WdoupoCA874/TtJgziVaJpI/AAAAAAAAAyM/VHeVY18zyEE/s320/david%2Bdan%2Bwulan%2Bindosat.jpg" style="display: block; height: 238px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Wulan dan David, perwakilan dari Indosat&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Tambahan poin resolusi tahun 2012: Ikut kursus public speaking, siapa tau laku dipanggil jadi pembicara di seminar-seminar. Nguahahahaaa… Aamiin!&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata yang sedikit panjang. Daftar ucapan terima kasih sebagai berikut saya persembahkan sebagai penghargaan yang setinggi-tingginya dan rasa bangga yang sebesar-besarnya atas semua yang telah kita lakukan bersama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Tim Kampung Fiksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal kita mempersiapkan acara ini, saya tidak pernah merasa kesulitan untuk bekerja sama. Semua mengerjakan tugasnya masing-masing dengan penuh tanggung jawab, semua terbuka dengan kritik dan saran, semua legowo saat ada masalah yang timbul, dan semua mampu berpikir dengan jernih dalam menghadapi masalah. Saya bangga sekali, saat katanya tidak mungkin mengumpulkan perempuan-perempuan dalam sebuah komunitas tanpa ada friksi di dalamnya, ternyata kita mampu melewatinya. Walupun mungkin friksi itu ada, kita cukup berjiwa besar untuk menghadapinya secara dewasa. I;m so proud of you, ladies!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Para Pembicara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Eka Situmorang yang tampil cemerlang dengan materi bloggingnya yang membuka wawasan, bahkan bagi panitia acara.&lt;br /&gt;Dhiratara yang berbicara dengan penuh semangat di depan peserta, menjelaskan segala sesuatu tentang e-publishing yang mungkin masih terdengar baru bagi beberapa peserta.&lt;br /&gt;Srondol yang rela meluangkan waktunya untuk tampil dan menghibur para peserta dengan banyolan-banyolan narsisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Spasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Andi Gunawan, Pungky, Topan dan Deedee Sabrina. Salut atas kemauan kalian membantu tanpa pamrih. Andi yang ditunjuk dengan semena-mena menjadi moderator dengan bayaran yang semena-mena juga, tampil total mengeluarkan semua kemapuannya. Pungky dan Topan yang bela-belain datang dari Purwokerto padahal ada kegiatan kuliah keesokan harinya. Deedee yang ucluk-ucluk nongol ke lokasi acara begitu kuliahnya selesai, menunjukkan kemauannya untuk membantu sebisanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Peserta Wokshop&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya sering ikut seminar dan workshop, tapi belum pernah saya menemukan audience yang begitu bersemangat dan antusias. Setiap sesi acara hidup dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta. Saya sangat menghargai itu, karena jelas terlihat peserta memang datang dengan harapan bisa mendapatkan ‘sesuatu’ dari acara ini. Saya atas nama Kampung Fiksi juga mohon maaf jika ada kekurangan di sana-sini, semata karena kurangnya pengalaman kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Sponsor (Indosat)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih atas kerja-samanya dengan Kampung Fiksi. Mudah-mudahan ke depannya kita bisa bekerja sama dengan lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Para sahabat yang kami undang untuk hadir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Atuk Dian Kelana, Babeh Helmi dan Choirul Huda, terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk menyaksikan dan mendukung acara Kampung Fiksi. Mudah-mudahan nggak kapok, ya! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita teman-teman terkait acara Workshop Perempuan Menulis dan Blogging bersama Kampung Fiksi, Powered by Indosat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1 class="headline_artikel"&gt;&lt;a href="http://sosbud.kompasiana.com/2011/11/27/kampung-fiksi-saat-perempuan-angkat-bicara-lewat-sastra/"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kampung Fiksi, Saat Perempuan Angkat Bicara Lewat Sastra&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 class="headline_artikel"&gt;&lt;a href="http://lifestyle.kompasiana.com/hobi/2011/11/28/ketika-emak-gaul-berkeringat-dingin-menyihir-para-perempuan-pencinta-fiksi/"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketika “Emak Gaul” Berkeringat Dingin Menyihir Para Perempuan Pencinta Fiksi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://www.kampungfiksi.com/2011/11/lomba-post-event-workshop-perempuan.html"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lomba Post Event Workshop Perempuan Menulis dan Blogging Kampung Fiksi, Powered by Indosat &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-8458772744892369605?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/8458772744892369605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/11/pingsan-saat-bicara-di-workshop-menulis.html#comment-form' title='21 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/8458772744892369605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/8458772744892369605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/11/pingsan-saat-bicara-di-workshop-menulis.html' title='&quot;Pingsan&quot; Saat Bicara di Workshop Menulis Kampung Fiksi'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-y533309F7hM/TtJjtN_vLXI/AAAAAAAAAmo/S9prO2nFRbg/s72-c/tim+kf.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>21</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-4562277787863836910</id><published>2011-11-24T09:08:00.000-08:00</published><updated>2011-11-24T10:05:14.587-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><title type='text'>Aku Mauuu Jadi Sosialitaa...</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-eeC9axT8SIg/Ts6EeNE34_I/AAAAAAAAAxc/SymCmshARZg/s1600/paris.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="400" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678621834601817074" src="http://4.bp.blogspot.com/-eeC9axT8SIg/Ts6EeNE34_I/AAAAAAAAAxc/SymCmshARZg/s400/paris.jpg" style="float: left; height: 251px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 171px;" width="272" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;http://www.imdb.com/name/nm0385296/&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Hihihihi...sebenernya udah dari minggu-minggu lalu pengen nulis soal ini. Tapi sibuk banget ngurusin Workshop yang tinggal dua hari lagi. Akhirnya malam ini bertekad untuk nulis, keburu lupa ntar.&lt;br /&gt;Ehm, jadi gini...Minggu lalu di Twitter rame banget sama kasus Charity Settingan yang katanya diadakan oleh sebuah komunitas sosialita ibukota Jakarta tercinta ini. Dengar-dengar, katanya ternyata fashion show yang diadakan untuk menggalang dana untuk biaya operasi seorang anak yang menderita gagal ginjal bernama Nando itu ternyata (disinyalir..*tsah!) cuma rekayasa sebuah stasiun tivi swasta dan/atau sekumpulan sosialita ibukota. Kalau mau tahu cerita lengkapnya baca aja di &lt;a href="http://besteasyseo.blogspot.com/2011/11/kronologis-kasus-charity-settingan.html"&gt;sini&lt;/a&gt;, ya! Soalnya saya bukan mau ceritain soal kasusnya.&lt;br /&gt;Saya tertarik sama satu kata yang mencuat dari kasus itu; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SOSIALITA&lt;/span&gt;. Sempat mesem-mesem meringis kocak baca twit orang-orang soal definisi sosialita ini.&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold; text-align: center;"&gt;"Sosialita itu hanya berlaku untuk yang namanya Ita!"&lt;br /&gt;"Chila kalau udah gede mau jadi apa|Mau jadi sosialita, biar bisa bantuin temen-temen Chila yang sakit."&lt;br /&gt;"Sosialita itu orang yang kerja untuk sosial, ya?"&lt;br /&gt;"Socialite itu butuh lite/cahaya, mereka butuh disorot!"&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Intinya semua bernada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngenye'&lt;/span&gt; saat membicarakan tentang satu kata itu. Saya sendiri sih nggak kuper-kuper banget deh ya, paham kok maknanya kata sosialita itu. Cuma saya jadi ketawa sendiri waktu Joko Anwar nge-twit: "Nulis di bio: artis, bla bla, sosialita. sosialita kok ngaku-ngaku?" Ihihihi, iya, agak aneh nggak, sih? Setahu saya predikat semacam sosialita, metroseksual, gaul (ntar saya akan klarifikasi soal ini, mengingat si &lt;a href="http://galaksipungky.blogspot.com/"&gt;Pungky&lt;/a&gt; nyindir saya karena katanya saya juga ngaku-ngaku gaul! Ngok!) dan lain-lain adalah predikat yang diberikan masyarakat sosial terhadap seseorang yang murni merupakan bentuk penilaian, dan bukan bentuk dari penilaian terhadap diri sendiri. Duh, bingung nggak, sih? Gini lho, aneh nggak kalau ada yang ngomong gini, "Hai, saya X, saya seorang sosialita!" atau, "Hello, saya cowok metroseksual..." atau, "Kenalin, gw Y, anak gaul..." Waakakakakakakkkk...&lt;br /&gt;Terus akhirnya saya cari-cari arti kata sosialita di internet. Waktu saya cari di KBBI, pencarian tidak mendapatkan hasil, karena ternyata kata tersebut tidak terdapat dalam kamus bahasa kita. Waktu saya cari di dictionary.com saya dapat penjelasan begini:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span id="hotword" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span id="hotword" name="hotword" style="color: #333333; cursor: default;"&gt;"a&lt;/span&gt; &lt;span id="hotword" name="hotword" style="color: #333333; cursor: default;"&gt;person&lt;/span&gt; &lt;span id="hotword" name="hotword"&gt;who&lt;/span&gt; &lt;span id="hotword" name="hotword"&gt;is&lt;/span&gt; &lt;span id="hotword" name="hotword"&gt;or&lt;/span&gt; &lt;span id="hotword" name="hotword"&gt;seeks&lt;/span&gt; &lt;span id="hotword" name="hotword"&gt;to&lt;/span&gt; &lt;span id="hotword" name="hotword"&gt;be&lt;/span&gt; &lt;span id="hotword" name="hotword"&gt;prominent&lt;/span&gt; &lt;span id="hotword" name="hotword" style="color: #333333; cursor: default;"&gt;in&lt;/span&gt; &lt;span id="hotword" name="hotword" style="color: #333333; cursor: default;"&gt;fashionable&lt;/span&gt; &lt;span id="hotword" name="hotword" style="color: #333333; cursor: default;"&gt;society&lt;/span&gt;"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Terjemahan kerennya:&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span class="" style="font-weight: bold;"&gt;"orang yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="hps" style="font-weight: bold;"&gt;sedang atau&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="hps" style="font-weight: bold;"&gt;berusaha untuk menjadi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="hps" style="font-weight: bold;"&gt;terkemuka di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="hps" style="font-weight: bold;"&gt;masyarakat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="hps" style="font-weight: bold;"&gt;modis&lt;/span&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span class=""&gt;Dan ada juga penjelasan singkatnya, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;socialite is a socially prominent person (orang yang menonjol secara soial/pergaulan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jadi mikir, seberapa besarnya keinginan manusia modern jaman sekarang untuk menjadi menonjol di lingkungan modis (saya mengartikannya dengan lingkungan modern dan gaya hidup kelas atas)? Apa pentingnya? Pengakuan? Terus apa? Kadang kita suka buta sama pengakuan orang lain atas kita yang sebenarnya tidak lebih penting dibanding penilaian nilai-nilai yang lain yang ada dalam diri kita, seperti misalnya, kebaikan hati untuk selalu menolong tanpa pamrih, kegigihan dalam berjuang, keluwesan dalam bertenggangrasa dan sebagainya. Jaman sekarang ini, mendapat predikat sosialita rasanya lebih keren dibanding dapat predikat enterpreneur atau doctor sekalipun. Bisa masuk ke dalam lingkungan sosialita menjadi semacam gengsi yang tak ternilai di mata masyarakat modern.&lt;br /&gt;Saya pribadi nggak bisa menilai terlalu negatif, karena jatuh-jatuhnya pasti dibilang sirik. Karena menurut saya menjadi seorang sosialita itu juga butuh modal yang nggak sedikit. Modal besar, berarti perjuangan juga besar. Layak-layak saja, toh predikat sosialita itu kan yang ngasih (harusnya) juga masyarakat yang tidak termasuk di dalamnya.&lt;br /&gt;Jadi ingat sebuah acara reality show, Bachelorette. Seorang laki-laki ganteng memperkenalkan diri ke sang Bachelorette, "Hi, my name's T. As you can see, I'm a metrosexual guy." Dan muka si Bachelorette langsung berubah aneh. Di akhir acara, cowok itu di-eliminasi. Wkwkwkwk...&lt;br /&gt;Bahkan untuk sosialita kelas dunia macam Paris Hilton pun rasanya akan aneh kalau sampai dia ngomong, "I'm a socialite!" Walaupun, yes, Paris Hilton bebas ngomong apa aja, karena dia tajir seampun-ampun dan cantik seamit-amit. Nggak ada yang boleh protes. Wkwkwkwk...&lt;br /&gt;Nah, sekarang kenapa saya ngaku-ngaku Emak Gaul? Ini gara-gara si Pungky blekok bilang, "Ibu juga ngaku-ngaku gaul?" Hahaha, saya ngaku-ngaku gaul itu adalah dalam usaha menunjukkan ironi-nya, sodara-sodara! Sebab kenyataan yang senyata-nyatanya adalah, saya NGGAK gaul! Ngaahahahaa...&lt;br /&gt;Intinya, sosialita atau bukan, gaul atau nggak, jangan ngaku-ngaku sendiri. Dan kalau pun dikasih predikat begitu sama orang lain, jangan bangga dulu, karena nilainya terlalu kecil dibanding hal-hal bermanfaat yang dilakukan bukan sosialita. Kalau sosialita beneran melakukan hal-hal yang berguna? Ya bagus banget, dong! Sosialita yang cantik luar dalam. Saya juga mau kalau begitu, asal jangan fiktif atau settingan, ya! Hihihihihi...&lt;br /&gt;Btw, kalau mau jadi sosialita daftarnya di mana, ya?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-4562277787863836910?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/4562277787863836910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/11/aku-mauuu-jadi-sosialitaa.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/4562277787863836910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/4562277787863836910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/11/aku-mauuu-jadi-sosialitaa.html' title='Aku Mauuu Jadi Sosialitaa...'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-eeC9axT8SIg/Ts6EeNE34_I/AAAAAAAAAxc/SymCmshARZg/s72-c/paris.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-862989680662891200</id><published>2011-11-22T09:39:00.000-08:00</published><updated>2011-11-22T09:46:57.733-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><title type='text'>Kids, This Is How I Met Your Father! Hahaa...</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/--VbSbcc7xkE/TsvcvTFJlPI/AAAAAAAAAmA/sLuzn_aBtzs/s1600/how.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="256" src="http://2.bp.blogspot.com/--VbSbcc7xkE/TsvcvTFJlPI/AAAAAAAAAmA/sLuzn_aBtzs/s320/how.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;dari om Google&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Ini ya, saya emang bener-bener emak-emak paling nggak produktif. Bayangin, begitu anak-anak tidur, bukannya nyuci piring atau beresin jemuran, malah ngejogrok depan komputer sama TV. Saya sebenarnya bukan penggemar acara TV (kalau ngomongin stasiun TV dalam negri, ya). Tapi saya emang the real sucker of any sitcoms from US. Beruntung (atau malah nggak), saya langganan TV kabel di rumah. Jadi hampir tiap malam ada sitcom yang diputar di channel-channel luar negeri.&lt;br /&gt;Beberapa bulan ini saya lagi suka ngikutin sitcom How I Met Your Mother. Itu sitcom sumpah kocak, tapi bukan kocak bego kayak OVJ, ya! (Lah, emang OVJ sitcom, gitu? Wkwkwkwk..) Ini salah satu sitcom yang sukses mengangkat berbagai kisah hanya dari sebuah prompt, "How I met your mother," doang! Sebenarnya, jadinya kalau udah selesai nonton, saya jadi terkagum-kagum sama yang nulis cerita tiap episode-nya. Kok bisaaaa, dari kalimat begitu doang, cerita jadi berkembang kemana-mana dan lucu nggak abis-abis. Pheww, kapan bisa nulis se-kreatif itu ya? Pengeeeen!!!&lt;br /&gt;Jadi karena saya nggak se-kreatif si...(sebentar, gugling dulu siapa nama penulis ceritanya) &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0063215/" target="_blank"&gt;Carter Bays&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0858657/" target="_blank"&gt;Craig Thomas&lt;/a&gt; itu, saya ngulik aja deh prompt mereka buat bikin cerita untuk anak-anak saya kelak. Doh...kurang kerjaan, padahal piring kotor masih numpuk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kids, This Is How I Met Your Father&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt; &lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Y2PJgY2BVes/Tsvff_ittKI/AAAAAAAAAmI/-wSzlgGRnW0/s1600/papa+nana.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-Y2PJgY2BVes/Tsvff_ittKI/AAAAAAAAAmI/-wSzlgGRnW0/s320/papa+nana.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-yQ8KKkNaWgI/Tsvf3JNpZlI/AAAAAAAAAmQ/Yyte7gOSiWM/s1600/papa+udil.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-yQ8KKkNaWgI/Tsvf3JNpZlI/AAAAAAAAAmQ/Yyte7gOSiWM/s320/papa+udil.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu mama lagi nganggur, baru lulus kuliah. Punya uang cuma 10.000, cukup buat ke warnet sejam sama beli teh botol 2 buah. Niat mama mau cari kerja sebenarnya di internet, tapi mama malah chatting. Iya, mama emang bandel waktu itu, tapi jangan ditiru, ya, kalau kalian nggak mau jadi kayak mama ntar gedenya.&lt;br /&gt;Di chatroom mama kenalan sama cowok, namanya Krisna. Gaya bicaranya OK, bahasa Inggrisnya bagus, jadi mama terusin ngobrolnya di telpon. Ternyata dia pengangguran juga, sama kayak mama, kids. How adorable...Hahahaha...Apa sih?&lt;br /&gt;Waktu pertama kali ketemuan sama cowok itu, mama kecele, kids. Kirain ganteng, nggak taunya nggantung. Hiks, mama harus jujur, kan? Abis cowok itu emang dekil banget. Rambutnya gondrong, bajunya belel, ala ala anak band gitu. Tapi dia baik, sopan dan selalu perhatian sama mama (aheuy...).&lt;br /&gt;Kids, mama capek ngulang-ngulang cerita ini terus-terusan tiap tahun. Kalian cek aja link&lt;a href="http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/06/dont-judge-guy-from-his-name.html" target="_blank"&gt; ini&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://catatankecil-winda.blogspot.com/2009/02/lop-stori.html" target="_blank"&gt;ini&lt;/a&gt; ya. Semua udah jelas akhirnya gimana.&lt;br /&gt;Intinya, mama cuma mau bilang, cowok dekil itu papa kalian. Jangan kecil hati, ya! Karena selama pacaran, mama akhirnya bisa membuat papa kalian bertransformasi jadi cowok ganteng dan berkarakter. Hihihihi...Bukan, bukan itu intinya, kids. Mama cuma mau bilang, cinta itu bisa datang dari mana aja, bukan semata dari penampilan fisik, karena penampilan bisa diubah, tergantung isi dompet. Cinta bisa datang dari mana aja, in our case, cinta datang dari kebaikan hati papa kalian yang tulus sejak pertama kami berkenalan.&lt;br /&gt;Jadi pesan mama, kalau kalian menemukan seseorang yang kalian cintai kelak...Pastikan kalian mencintainya karena kelebihan-kelebihan pada karakternya dan bukan pada penampakannya. Walaupun, yes, mama nggak bohong, tentu aja mama pengen punya menantu ganteng dan cantik. Tapi itu nomor dua, yang penting mereka mencintai kalian dengan tulus, seperti papa kalian mencintai mama. :') &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah, ah! Jadi terharu..Kok jadi berasa nulis surat wasiat gini? Hiks..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-862989680662891200?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/862989680662891200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/11/kids-this-is-how-i-met-your-father.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/862989680662891200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/862989680662891200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/11/kids-this-is-how-i-met-your-father.html' title='Kids, This Is How I Met Your Father! Hahaa...'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15782086161876979609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/-ZcV98eaBYWY/TuufX8cw8II/AAAAAAAAAnI/QTR0c83arZI/s220/banner.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/--VbSbcc7xkE/TsvcvTFJlPI/AAAAAAAAAmA/sLuzn_aBtzs/s72-c/how.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-4938055246508198679</id><published>2011-11-20T09:55:00.000-08:00</published><updated>2011-11-20T19:47:50.176-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='writing contest pesta blogger 2010'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='award'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kampungfiksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='workshop'/><title type='text'>Blog Curcol Dapet Award? (Catatan Pemenang Blog Award Sesi 29 - Bronze dari ISBA 2011)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-WfovXQDRlMA/TslB28c7EzI/AAAAAAAAAxQ/1JB0kaPICyE/s1600/isba.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677141217473401650" src="http://2.bp.blogspot.com/-WfovXQDRlMA/TslB28c7EzI/AAAAAAAAAxQ/1JB0kaPICyE/s400/isba.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 156px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 312px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Hari Minggu, tanggal cantik (20-11-2011)...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 100%; line-height: 115%;"&gt;Do’a saya tadi pagi waktu bangun kesiangan adalah, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Ya Allah, semoga si Abang nggak lupa beliin aku sarapan. Males banget mau masak…” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%; line-height: 115%;"&gt;Pagi  tadi saya masih asyik leyeh-leyeh dengan si kecil di kamar. Bisa bangun  siang itu adalah kemewahan yang hanya bisa didapat di hari Minggu.  Makanya suami saya juga nggak pernah pusing saya belum bangun dan dia  sudah bangun kalau hari Minggu. Udah beberapa minggu ini si Abang  (suami) pergi keluar rumah hari Minggu pagi untuk bersepeda dengan anak  sulung saya. Jadi do’a saya di Minggu pagi adalah supaa dia nggak lupa  beliin sarapan. Wkwkwkwk…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 100%; line-height: 115%;"&gt;Tuhan  Maha Pengasih dan Maha Penyayang! Masak saya minta sarapan, malah  dikasih kejutan kalau blog ini menang penghargaan dari ISBA? What???  Hahahaha, nggak bisa dimakan, sih..tapi beneran langsung bikin saya lupa  kalau saya belum sarapan! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 100%; line-height: 115%;"&gt;Sudah tiga hari, sejak hari Jum’at kemarin saya nggak buka-buka blog ini. Saya lagi (sok) sibuk-sibuknya ngurus &lt;a href="http://www.kampungfiksi.com/2011/10/workshop-perempuan-menulis-dan-blogging.html"&gt;Workshop Perempuan Menulis dan Blogging Kampung Fiksi &lt;/a&gt;yang  sebentar lagi akan diadakan. Huaaa, selaku coordinator event dan  pembicara (ini nekad, nekad ini…huuhuhuu…), makin mendekati hari H (26  November 2011) saya makin sulit tidur, makin banyak hal yang harus  diselesaikan dan makin banyak masalah yang bermunculan. Makanya saya  nggak masuk-masuk ke blog dulu sementara waktu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%; line-height: 115%;"&gt;Tadi  pagi saya iseng menjenguk, siapa tahu ada komentar baru dan seingat  saya ada beberapa komentar dari teman-teman yang belum sempat saya  balas. Seperti biasa, yang pertama kali saya lihat adalah chat box di  side bar, karena dari sana paling cepat bisa memantau siapa yang sudah  mampir dan meninggalkan jejaknya di blog saya. Sebisa mungkin saya harus  mengunjungi blog mereka juga. Tiba-tiba mata saya terpaku dengan  beberapa sapaan terbaru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%; line-height: 115%;"&gt;“congrat ya mba winda, makin sukses lg ya ngeblognya”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 100%; line-height: 115%;"&gt;“selamat yaaa blog ini Pemenang Blog Award Sesi 29 – Bronze”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-CBFeMiD4mbw/Tsk_3GiyX0I/AAAAAAAAAw4/LlUtzBycwS0/s1600/chatbox.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677139021159096130" src="http://2.bp.blogspot.com/-CBFeMiD4mbw/Tsk_3GiyX0I/AAAAAAAAAw4/LlUtzBycwS0/s320/chatbox.JPG" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%; line-height: 115%;"&gt;Saya jadi bingung. Ini menang apaan, ya? Perasaan saya nggak pernah ikutan lomba blog selama ini. Dan apa pula ISBA itu? Ah, jangan-jangan ada yang ngerjain saya, nih (pikiran GR selalu muncul duluan)! Hmm..mari kita selidiki dengan seksama. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 100%; line-height: 115%;"&gt;Saya googling keyword “Pemenang Blog Award Sesi 29 – Bronze” dan saya langsung menemukan &lt;a href="http://www.detikinet.com/read/2011/11/19/102805/1770830/404/pemenang-blog-award-sesi-29--bronze"&gt;link detikInet&lt;/a&gt; di bagian atas. Tambah bingung *garuk-garuk kepala*, saya klik link itu. Dan inilah yang muncul:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 100%; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-3SReKpCJ0Zs/TslAlzerEsI/AAAAAAAAAxE/kuIvHurVyHg/s1600/blog%2Baward.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677139823495418562" src="http://2.bp.blogspot.com/-3SReKpCJ0Zs/TslAlzerEsI/AAAAAAAAAxE/kuIvHurVyHg/s320/blog%2Baward.JPG" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%; line-height: 115%;"&gt;Saya masih bingung. Masak sih saya pelupa banget sampe nggak inget kalau pernah daftar ikutan lomba serius begini? Belum berani girang dulu, ah! Maka saya pun menyusuri link yang terkait di artikel tersebut. Saya diarahkan ke sebuah URL bernama &lt;a href="http://isba.ictwatch.com/"&gt;http://isba.ictwatch.com/&lt;/a&gt;. Maka saya mulai pasang gaya detektif. Investigasi. Investigasi. Investigasi. Kalau ternyata ini HOAX, dan saya udah jerit-jerit duluan, bisa hancur dunia persilatan Emak Gaul! Hahahaha…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 100%; line-height: 115%;"&gt;EH, TERNYATA BENER!!! BLOG EMAK GAUL DAPET PENGHARGAAN DARI ISBA 2011 (INTERNET SEHAT BLOG &amp;amp; KONTEN AWARD), PEMENANG BLOG AWARD SESI 29 – BRONZE!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%; line-height: 115%;"&gt;*jerit-jerit, lompat-lompat, lebay*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%; line-height: 115%;"&gt;Huaaa, siapa pun di sana yang sudah merekomendasikan blog Tjatatan Ketjil Emak Gaoel ke lomba ini, TERIMA KASIH! Pantesan, kok tumben banyak yang visit blog saya sejak hari Jum’at. Lah, wong blognya nongol di detikInet! Wawww! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%; line-height: 115%;"&gt;Begini katanya panitia perlombaan tentang blog saya…ehem..*berdehem*:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%; line-height: 115%;"&gt;Di jaman sekarang yang serba modern ini banyak yang berfikir bahwa menjalani kehidupan sebagai seorang ibu adalah hal yang membosankan. Tapi siapa bilang? Lihat saja kehidupan si Emak Gaul dan hasil bergaulnya, lewat blog yang berlamatkan di http://catatankecil-winda.blogspot.com. Di samping kegiatan ke-iburumahtanggaan yang dilakoni si Emak Gaul, ternyata ibu dua anak yang senang menulis ini secara kreatif mampu menyalurkan hobinya dengan cara positif. Menurutnya, blog ini tadinya hanya selingan setelah lelah mengerjakan pekerjaan rumah tangga, tapi lama-lama menjadi keasyikan tersendiri sehingga blognya terus dibenahi. Ini bisa memberikan inspirasi bagi ibu lain untuk secara kreatif mengisi waktu luang dengan hal yang berguna. Simak saja tulisan-tulisannya seperti “Dunia Maya, oh Dunia Maya…Kejamnya…Kejamnya…” yang melihat penggunaan media sosial seperti facebook dan twitter dari sisi yang lain. Menarik juga membaca “Get Rich or Die Trying!” yang mengupas definisi “kaya”, dapat menjadi bahan renungan. Sebagai seorang Emak apalagi Gaul, bahasa yang digunakan dalam blog ini sangat santai dengan penggunaan bahasa gaul sehari-hari. Jauh dari kesan resmi dan kaku. Pencapaian si Emak Gaul ini juga cukup heboh. Hasil karyanya menghasilkan beberapa buku yang telah terbit dan siap dibaca. Yups, bagi para wanita, sudah ‘Emak’ ataupun belum, blog ini bisa jadi referensi bacaan di waktu luang…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 100%; line-height: 115%;"&gt;Ini masih sesi awal ternyata, karena setelah ini akan disaring lagi dari periode mingguan, menjadi pemenang bulanan, lalu disaring lagi menjadi pemenang di finalnya. Tapiii, mengingat saya sama sekali tidak tahu-menahu pada awalnya tentang penghargaan ini, saya amat sangat bersyukur. Setidaknya niat saya berbagi curcol harian saya mendapat penghargaan. Hihihihi, adik saya ada yang komentar, “Blog curcol dapet award?” Hahahaha!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%; line-height: 115%;"&gt;Biar bagaimana, saya senang sekali konten blog saya yang rasa-rasanya sederhana sekali ini diberi penghargaan demikian tinggi oleh ISBA. Banyak nama-nama blogger besar yang sudah masuk sebagai pemenang di periode sebelumnya. Beberapa adalah blogger yang blog-nya sering saya kunjungi. Rasanya senang sekali bisa ada dalam deretan nama yang sama dengan mereka. Kalau kata mbak Syahrini, "Sesuatu banget!" ihik, iya, ini sesuatu banget buat saya. Terima kasih, ya Allah! :D&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-4938055246508198679?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/4938055246508198679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/11/blog-curcol-dapet-award-catatan.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/4938055246508198679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/4938055246508198679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/11/blog-curcol-dapet-award-catatan.html' title='Blog Curcol Dapet Award? (Catatan Pemenang Blog Award Sesi 29 - Bronze dari ISBA 2011)'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-WfovXQDRlMA/TslB28c7EzI/AAAAAAAAAxQ/1JB0kaPICyE/s72-c/isba.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-4987864071247241062</id><published>2011-11-08T03:57:00.001-08:00</published><updated>2011-11-08T04:00:25.253-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><title type='text'>Dunia Maya, oh Dunia Maya...Kejamnya...Kejamnya...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-fg0ufsFf5nc/TrkZqS-YYuI/AAAAAAAAAwY/7PK1WD0qjts/s1600/ketawa.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 238px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-fg0ufsFf5nc/TrkZqS-YYuI/AAAAAAAAAwY/7PK1WD0qjts/s320/ketawa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672593420088533730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=" line-height: 115%; Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=" line-height: 115%; Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" line-height:115%;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Sejak aktif menggunakan Facebook dan Twitter, saya jadi sering ketawa-ketawa sendiri di depan komputer. Mudah-mudahan ini bukan gejala awal kehilangan kewarasan, ya. Dalam prosesnya, sejak awal menggunakan social media, berganti-ganti hal yang saya tertawakan, mulai dari status, komentar atau kicauan teman-teman saya atau bahkan saya sendiri. Kadang saya suka merasa bodoh sendiri juga kalau menulis status: “Aaah, akhirnya makan juga!” Geli aja jadinya, itu hal nggak penting yang mau tidak mau akan terbaca oleh sekian ratus, sekarang ribu, teman saya di Facebook. Kira-kira bagaimana ya tanggapan mereka membacanya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" line-height:115%;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Hohoho, saya pernah sekali (yang ketahuan) di-remove (jaman dulu istilahnya remove, bukan unfriend seperti sekarang) oleh salah satu teman saya di Facebook karena saya sering sekali mengganti-ganti status saya. Diawali dengan sindiran melalui statusnya, “Ih, itu orang nggak penting banget, deh…update status tiap menit, kayak pengen banget dikomen!” Sebut saya GR, tapi status sindirannya kena banget tuh buat saya. Untuk memastikan kalau status itu memang ditujukan untuk saya, maka saya pun membuat status baru, bunyinya, “Kalau nggak suka ya remove aja, sih? Gitu aja kok repot!” Dan besoknya dia sudah me-remove saya. Hiks. Terbukti, dong? Saya nggak GR kan? Wkwkwkwk…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" line-height:115%;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Seiring makin fasih dan faham memainkan Facebook dan Twitter, mulai bermunculan orang-orang yang menjadi spesialis di bidangnya, spesialis sinis. Kerjanya menyindir dan membuat pernyataan-penyataan sinis sehubungan dengan status Facebook dan kicauan di Twitter yang mereka baca. Saya pernah membaca sebuah twit sinis yang bunyinya, “Me-retweet twit yang mention nama sendiri itu bener-bener alay bin labil!” Hahahaha, percaya deh, banyak banget manusia yang melakukan retweet ulang namanya sendiri di Twitter, dan banyak juga yang suka pusing sendiri melihat kelakuan seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" line-height:115%;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Makin ke sini, saya jadi tertarik untuk mengamati. Sepertinya manusia-manusia social media user ini makin ahli menilai dan menghakimi manusia lain hanya berdasarkan status dan twit orang lain. Entah itu benar atau salah, makin sinis mereka tampaknya makin merasa paling keren di jagad social media. Hihihihi…Untungnyaa, untungnyaa, saya santai…Saya nggak pusing sama status orang yang di-update tiap sedetik sekali (lebay bet!) atau twit-twit “nggak penting” orang-orang yang saya follow. Lah, kalau nggak suka, gampang saja buat saya, tinggal UNFRIEND atau UNFOLLOW! As simple as that, dibanding saya jadi manusia yang penuh penilaian dan menghakimi, sedangkan dasar penilaian saya sangat…ya, nggak penting! Hihihihi, mbulet, ya? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" line-height:115%;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Intinya gini, menjadi manusia sinis itu melelahkan. Saya lebih memilih memakai fasilitas yang disediakan Facebook dan Twitter demi menyimpan energi saya, yakni UNFRIEND dan UNFOLLOW daripada saya repot sendiri bikin status sindiran atau twit synical. Ya Tuhan, hidup terlalu indah untuk difokuskan pada kicauan satu orang yang memancing emosimu! Jangan buang-buang energi, ah! Lagipula, kayanya dunia maya mungkin akan jadi dunia yang lebih damai dan nyaman tanpa muncul nada-nada sinis semacam itu. Peace, man, peace! :D&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-4987864071247241062?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/4987864071247241062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/11/dunia-maya-oh-dunia-mayakejamnyakejamny.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/4987864071247241062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/4987864071247241062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/11/dunia-maya-oh-dunia-mayakejamnyakejamny.html' title='Dunia Maya, oh Dunia Maya...Kejamnya...Kejamnya...'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-fg0ufsFf5nc/TrkZqS-YYuI/AAAAAAAAAwY/7PK1WD0qjts/s72-c/ketawa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-83688703263950144</id><published>2011-11-01T21:12:00.000-07:00</published><updated>2011-11-01T21:33:58.709-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kampungfiksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='workshop'/><title type='text'>Bisa Stress Juga Ternyata...</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-kmgkO9Q5tT0/TrDH7fpCBdI/AAAAAAAAAl4/6Wi_VM-mjrk/s1600/gigit+laptop.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="226" src="http://4.bp.blogspot.com/-kmgkO9Q5tT0/TrDH7fpCBdI/AAAAAAAAAl4/6Wi_VM-mjrk/s320/gigit+laptop.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Gigit laptooop!!! (image from google)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Oktober berlalu seperti angin puyuh; keras, bikin gemeteran, bikin takut, bikin deg-degan tapi cepat berlalu. Whoaah, seriously...selama bulan Oktober kemarin saya seperti dihantam angin puyuh karena kejutan-kejutan yang diberikan Tuhan. Beberapa kejutan terasa manis, beberapa lagi, walaupun nggak bisa dibilang pahit, tapi cukup susah juga buat ditelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini belum selesai, masih berlanjut. Yap, nyiapin acara &lt;a href="http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/10/workshop-perempuan-menulis-dan-blogging.html"&gt;workshop perempuan menulis&lt;/a&gt; dengan &lt;a href="http://www.kampungfiksi.com/"&gt;Kampung Fiksi&lt;/a&gt; ini ternyata jauuuh lebih njelimet dibanding yang sudah saya bayangkan sebelumnya. Apalagi udah pake acara gandengan tangan mesra dengan Indosat. Ahheeuuy, manisnya belum berasa, sport jantungnya udah dari kapan tauk! Oh ya ya ya, saya tahuu...bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian kaaan? OK-lah kalo beg beg...Yang pasti kesimpulan sementara saya adalah:&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold; text-align: center;"&gt;Kalau mau bikin acara, jadilah EO! Jangan sekalian jadi pengisi acara! Itu namanya SONGONG! Wkwkwkwkwkwk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Kesimpulan di atas berlaku untuk saya pribadi, ya! Soalnya sekarang baru terasa, bikin acara yang gandengan sama sponsor gede ituuuu pabaliut alaihim banget! Ditambah lagi saya mau jadi salah satu pengisi acaranya. Halah halaaah... Lain kali mikir lagi ya, maaak! *cakar-cakar tembok*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh tapi ya, ini benar-benar pengalaman berharga banget! Saya nggak akan mau tuker sama duit milyaran sekalipun. (Pop up question: "Kalau dituker sama milayaran dollar?", pop up answer: "ummm....*mikir*). Bisa bayangin nggak, si sayah, emak-emak nggak pernah bikin event, bahkan ngadain arisan di rumah aja sering kelimpungan, sekarang mau bikin acara gede? Saran saya, nggak usah dibayangin! Nggak indah sama sekali! Huahahahaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau mulai dari mana? Dari culunnya kami-kami ke meeting presentasi tanpa punya kartu nama? Atau gimana kami celingak-celinguk nggak ngerti gimana caranya bikin slide show? Atau yang paling sederhana, gimana saya kayak orang blo'on nungguin omprengan jam 7 pagi di depan komplek rumah, dan selalu kalah gesit sama karyawati-karyawati yang nunggu bareng saya? Mwaahahahaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah, sampai sekarang saya masih belum bisa tidur nyenyak. Mikirin ini, itu, anu, nganu, dlsb. Ya Tuhaaan! Beri kekuatan, beri kekuatan, beri kekuatan...Sampai hari H nanti, semoga nggak ada keculunan-keculunan fatal dan acara kami bisa berjalan dengan lancar. Aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu selesai nanti, saya mau nginep di salon buat full body treatment! HARUS!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-83688703263950144?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/83688703263950144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/11/bisa-stress-juga-ternyata.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/83688703263950144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/83688703263950144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/11/bisa-stress-juga-ternyata.html' title='Bisa Stress Juga Ternyata...'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-kmgkO9Q5tT0/TrDH7fpCBdI/AAAAAAAAAl4/6Wi_VM-mjrk/s72-c/gigit+laptop.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-2098504529260899698</id><published>2011-10-26T23:23:00.000-07:00</published><updated>2011-10-26T23:38:09.477-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kampungfiksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='workshop'/><title type='text'>Workshop Perempuan Menulis dan Blogging, Bersama Kampung Fiksi, Powered By Indosat!</title><content type='html'>Halo, teman-teman Kampung Fiksi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat sekali rasanya menyambut hari ini! Rencana kegiatan offline perdana Kampung Fiksi akhirnya sudah di depan mata!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup! Bagi yang belum ter-update, “Kampung Fiksi mau mengadakan acara apa  sih?” Dengan bahagia sekarang kami bisa memberi jawaban yang memuaskan,  setelah selama sebulan kemarin kami mempersiapkan acara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka berbagi dalam menulis fiksi dan blogging, Kampung Fiksi  akan mengadakan Workshop Perempuan Menulis dan Blogging. Acara ini  diadakan untuk memperkenalkan blog Kampung Fiksi kepada masyarakat luas,  kaum perempuan peminat baca, tulis dan blogging khususnya. Selain itu  acara ini juga diadakan untuk membantu sebuah penerbitan menyebarkan  buku cerita anak berjudul&lt;a href="http://galaksipungky.blogspot.com/"&gt; &lt;/a&gt;&lt;a href="http://galaksipungky.blogspot.com/"&gt;Peri-peri Bersayap Pelangi&lt;/a&gt; untuk anak-anak tidak mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Workshop Perempuan Menulis dan Blogging&lt;br /&gt;bersamaKampung Fiksi &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:x-large;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Powered By Indosat&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-w-xwvSU6CqU/Tqj5Vlbmq0I/AAAAAAAAAvg/p4C2iAzqy2A/s1600/logo-indosat.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 110px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-w-xwvSU6CqU/Tqj5Vlbmq0I/AAAAAAAAAvg/p4C2iAzqy2A/s320/logo-indosat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5668054280266230594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Catet tanggal dan tempatnya! Sabtu 26 Nov 2011, jam 8-13, di Bekasi  Cyber Park, Jl. KH, Noer Ali No.177, Bekasi 17148 (seberang Metropolitan  Mal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan ada sesi berbagi dari seorang blogger aktif perempuan &lt;a href="http://ceritaeka.com/"&gt;Eka  Situmorang&lt;/a&gt;, sesi pelatihan menulis fiksi oleh Team Kampung Fiksi, sesi  berbagi info seputar menerbitkan e-book melalui Evolitera oleh Dhiratara  Whidya (Director of PT. Evolitera) dan ngocol bareng &lt;a href="http://www.kompasiana.com/srondol"&gt;Hazmi Srondol &lt;/a&gt;  (penulis novel komedi Srondol Gayus ke Itali), moderator: &lt;a href="http://operaaksara.blogspot.com/"&gt;Andi Gunawan&lt;/a&gt;  (penulis buku Kejutan!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya hanya Rp 50.000,- untuk semuanya? Nggak dong...masih ada lagi!  Goodie bag Kampung Fiksi dan Indosat, voucher Cyber Foodcourt Bekasi  Cyber Park, door prize dan sertifikat workshop!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dana akan disumbangkan untuk buku cerita anak Peri-peri Bersayap Pelangi untuk anak-anak tidak mampu, lho...&lt;br /&gt;Jadi penulis dari nge-blog? Mulai langkahmu melalui workshop ini! :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;Pendaftaran bisa melalui e-mail kampungfiksi@gmail.com atau hubungi Indah di nomor Indah 0856-9209-6574.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Jangan sampai nggak kebagian tempat, ya!&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-2098504529260899698?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/2098504529260899698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/10/workshop-perempuan-menulis-dan-blogging.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/2098504529260899698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/2098504529260899698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/10/workshop-perempuan-menulis-dan-blogging.html' title='Workshop Perempuan Menulis dan Blogging, Bersama Kampung Fiksi, Powered By Indosat!'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-w-xwvSU6CqU/Tqj5Vlbmq0I/AAAAAAAAAvg/p4C2iAzqy2A/s72-c/logo-indosat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-2745550904842239545</id><published>2011-10-23T02:20:00.000-07:00</published><updated>2011-10-23T02:23:03.065-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><title type='text'>List of Achievements atau List of Gratefulness?</title><content type='html'>Semingguan ini saya sempat merasa jadi manusia yang tidak produktif. Biasanya setiap hari saya bisa menulis sebuah cerpen atau (paling tidak) menyimpan prompt/ide untuk ditulis belakangan, minggu ini saya sama sekali tidak ada keinginan untuk melakukannya. Biasanya saya nyicil mengedit tulisan-tulisan lama saya yang sengaja diendapkan, minggu ini benar-benar malas hanya untuk sekedar membukanya di layar komputer. Biasanya saya bisa membaca setidaknya dua atau tiga artikel di berbagai blog, minggu ini rasanya hanya ada dua atau tiga artikel yang benar-benar saya baca sampai tuntas. Biasanya saya meneruskan membaca novel yang tertunda, minggu ini memegang bukunya saja tidak. Padahal kesibukan saya masih sama saja seperti biasa. Tidak ada yang di luar kebiasaan. Minggu ini justru bisa dibilang minggu santai, karena si abang sudah selesai UTS di sekolah. Tidak harus stand by ngajarin mata pelajaran untuk ulangannya keesokan hari. Lagi pula hasil UTS juga sudah keluar (dengan hasil lumayanlah…hehehe…), jadi memang harusnya saya bisa lebih santai di rumah.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya sebenarnya orang yang paling tidak bisa menyalahkan mood untuk segala ke-tidakproduktif-an saya. Bagi saya mood itu innocence, datangnya dari bawah alam sadar kita. Kasihan sekali kalau setiap saat selalu jadi kambing hitam, padahal mungkin yang sedang menguasai kita sesungguhnya adalah rasa malas. Well, back to the topic, jadi ngapain aja, mak semingguan ini?&lt;br /&gt;Tiga hari yang lalu saya sempat nanya ke diri sendiri juga, “Udah ngapain aja saya semingguan ini?” dan berakhir dengan perasaan sebal karena merasa tidak produktif. Tapi tadi pagi pas lagi ‘nongkrong’ di kamar mandi (please, deh! Harus  ya dijelasin? Wkwkwkwk) dan menanyakan pertanyaan yang sama ke diri sendiri, tiba-tiba saya merasa sesuatu membuka mata saya. Astaga! Ternyata banyak hal yang saya lewatkan untuk disyukuri selama semingguan ini. Sampai akhirnya karena merasa malu, saya membuat daftar apa-apa saja yang bisa saya masukkan ke dalam List of Achievements minggu ini dan sepantasnya saya syukuri. &lt;br /&gt;1. Saya berhasil menemani Fadhil belajar melewati UTS dengan nilai lumayan bagus, dan tetap bersabar (untuk ukuran saya, lho…hihihihi) menemaninya belajar lagi untuk beberapa remedial. Wahahahaa…&lt;br /&gt;2. Toilet training Safina mulai memperlihatkan kemajuan. Semingguan ini dia sudah bisa bilang sebelum pipis, dan hari ini sudah bisa pergi sendiri ke kamar mandi sebelum ngompol di celana. Wuhuuu…&lt;br /&gt;3. Oven di rumah akhirnya dipakai juga untuk membuat cemilan sehat di rumah. Hahaha, ini sesuatu banget! Secara oven itu sudah ada di rumah sejak setahun yang lalu. Hihihihi…&lt;br /&gt;4. Tiga hari yang lalu nenek saya kritis di rumah sakit di daerah Tangerang. Akhirnya saya membawa anak-anak ke sana dari Bekasi, untuk  ketemuan sama beliau (walaupun akhirnya anak-anak nggak boleh masuk juga). Saya bersyukur sekali karena menyempatkan menjenguk nenek yang rumahnya jauuuh sekali dari kediaman saya. Dan sebagai bonusnya, saya juga bisa ketemuan dengan saudara-saudara lain yang tinggal di luar kota yang berkumpul di rumah sakit. &lt;br /&gt;5. Sambil menuliskan daftar ini, saya jadi teringat beberapa status saya di FB yang mungkin akan saya jadikan prompt nanti-nanti. &lt;br /&gt;6. Dan saya memutuskan untuk mengubah nama list ini menjadi &lt;b&gt;List of Gratefulness&lt;/b&gt;, instead of List of Achievements. &lt;br /&gt;Jadi, sudahkah anda bersyukur hari ini? Saya sudah, walaupun kayanya baru untuk hal-hal yang terlihat kasat mata sejauh ini. Untuk yang setiap saat saya terima, seperti udara, air, kesehatan, panca indera lengkap dan sejuta sekian kenikmatan dari Tuhan, dengan rendah hati saya panjatkan syukur kepadaNya secara satu paket. Karena terlaluuu banyaaaak nikmat yang diberikan Tuhan, melampui kemampuan saya untuk menyadari dan mensyukurinya. Hiks.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-2745550904842239545?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/2745550904842239545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/10/list-of-achievements-atau-list-of.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/2745550904842239545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/2745550904842239545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/10/list-of-achievements-atau-list-of.html' title='List of Achievements atau List of Gratefulness?'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15782086161876979609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/-ZcV98eaBYWY/TuufX8cw8II/AAAAAAAAAnI/QTR0c83arZI/s220/banner.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-3968733825662934534</id><published>2011-10-16T07:30:00.000-07:00</published><updated>2011-10-16T08:34:12.637-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='workshop'/><title type='text'>Serial Jelang Workshop Kampung Fiksi (#2): Obrolan Dalam Ruang Meeting Indosat</title><content type='html'>Halo lagiii...&lt;br /&gt;Setelah cerita emak-emak presentasi ke Indosat kemarin, pada penasaran nggak, apaan sih yang diomongin emak-emak ini sama orang Indosat? Hihihihi, sini, saya kasih bocoran. Tapi saya ceritain di sini yang bagus-bagusnya aja, ya! Wkwkwkwk...&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Qrc2v2g0Qc8/TprzodT3srI/AAAAAAAAAlE/irNEbtI2oIw/s1600/cover+24.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-Qrc2v2g0Qc8/TprzodT3srI/AAAAAAAAAlE/irNEbtI2oIw/s320/cover+24.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Buku Kampung Fiksi yang ikutan meeting presentasi dengan Indosat, yang akhirnya jadi cinderamata untuk Indosat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Jadi waktu hari Kamis kemarin itu akhirnya &lt;a href="http://www.kampungfiksi.com/"&gt;Kampung Fiksi &lt;/a&gt;bisa ketemuan sama Indosat atas bantuan &lt;a href="http://www.kompasiana.com/srondol"&gt;Srondol&lt;/a&gt; (baca ceritanya di &lt;a href="http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/10/serial-jelang-workshop-kampung-fiksi-1.html"&gt;sini&lt;/a&gt;). Awalnya saya dan teman-teman bingung setengah mati bagaimana cara yang benar untuk presentasi mencari sponsor. Kita sama sekali tidak tahu harus bicara apa dan bagaimana cara menyampaikan kalau kita butuh dana untuk acara workshop menulis yang mau kita adakan ini. Maksudnya, bagaimana ya enaknya ngomongnya biar kesannya bukan minta-minta melainkan ngajak kerja sama, gitu? Ngajak kerja sama? Ahahaha, belum-belum kami sudah ngakak-ngakak di dalam ruang diskusi maya kami. Kampung Fiksi mau ngajak Indosat kerja sama? Kerja sama yang kayak gimana? Apa yang bisa ditawarin Kampung Fiksi ke mereka? Hellooo? Apa jangan-jangan kaki kita lagi nggak berpijak di tanah?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tukar pikiran dengan teman-teman Kampung Fiksi, akhirnya kami memutuskan untuk terus maju. Selain Srondol sudah mengatur waktu pertemuan dengan Indosat, saya dan beberapa teman merasa ada baiknya dicoba, untuk pengalaman. Toh, sejak awal kegiatan workshop ini sudah dirancang akan diadakan, dengan atau tanpa sponsor. Beberapa teman ada yang merasa ragu, namun akhirnya ikut membulatkan tekad; OK, maju sajalah! Apa yang akan hilang seandainya kita maju? Rasanya tidak ada. Nothing to lose...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mulai merancang slide untuk menjadi panduan kami berbicara dengan pihak Indosat. Oalah, ini satu rahasia lagi yang harus saya ungkap. Pengalaman membuat slide powerpoint ini adalah pengalaman pertama saya seumur-umur! Wuakakakak, cape dee! Selama ini program komputer yang paling akrab dengan sehari-hari saya ya MS Word dan notepad. Kekekekek...&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-qpwPfm6YTDs/Tpr0BLxGLII/AAAAAAAAAlM/M248q3bTVic/s1600/cover+blackbook.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="224" src="http://2.bp.blogspot.com/-qpwPfm6YTDs/Tpr0BLxGLII/AAAAAAAAAlM/M248q3bTVic/s320/cover+blackbook.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Novel gw, Blackbook, yang ikutan jadi cinderamata juga&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dengan terseok-seok, slide presentasi kami selesai dibuat dalam waktu dua malam saja, sodara-sodara! Yeayy! Ayo, tepuk tangan semuanya! Maka dengan modal slide ala kadarnya itulah kami berdoa untuk kelancaran presentasi dengan Indosat hari Kamis paginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Srondol sudah wanti-wanti ke saya dan teman-teman sehari sebelumnya, agar kami membawa serta buku-buku yang ditulis oleh para penulis Kampung Fiksi dan juga buku Peri-peri Bersayap Pelangi yang notabene penyebarannya akan kami bantu melalui hasil workshop nantinya. Oww, tentu saja, dengan senang hati kami kumpulkan (hampir) semua buku kami tersebut. Sayang sekali, karena waktu yang mepet, hanya beberapa buku yang masih ada di tangan kami saat itu. Tak apa, lebih baik daripada tidak ada, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi pembicaraan sepanjang presentasi itu sendiri kami sudah bagi-bagi dalam beberapa point agar tidak ngalor-ngidul. Soalnya, maklum ya, yang bicara ini saya, emak-emak yang cenderung kalau ngomong satu topik suka ngelantur kemana-mana. Hahahaa...Selain itu, slide yang kami buat itu kami harapkan bisa menjadi panduan supaya pembicaraan terarah. Slide tinggal slide, bulan madu hanya mimpi. Kenapa?&lt;br /&gt;Karena nyatanya, sepanjang presentasi, sejak awal sampai akhir, slide-slide yang kami buat dengan cucuran keringat dan air mata itu sama sekali tidak sempat dibuka satu per satu! Lho? Iya, saking saya terlalu asyik bercerita tentang Kampung Fiksi dan rencana workshop kami, pihak Indosat juga (dan Srondol, tentu saja) benar-benar membuat suasana dalam ruang meeting kecil di lantai 22 Gedung Indosat itu terasa akrab dan kekeluargaan. Kami sama sekali tidak merasa diintimidasi sebagai pihak yang butuh mereka. Jalannya presentasi layaknya seperti sebuah percakapan akrab di coffee shop dengan secangkir teh di hadapan. Aaah, sedap...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apa aja yang diomongin?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuka presentasi, saya mengenalkan blog Kampung Fiksi kepada Pak A. Kristiyanto, sang Division Head of Online and Social Media, dan team-nya. Siapa-siapa saja yang ada dibalik Kampung Fiksi, sudah berapa lama blog Kampung Fiksi ini tayang di dunia maya, apa saja event-event online yang sudah pernah kami selenggarakan, apa saja buku-buku yang sudah diterbitkan oleh perempuan-perempuan di balik nama Kampung Fiksi, sampai fakta jumlah follower, pengunjung harian dan page rank blog Kampung Fiksi pun tidak ketinggalan.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-7UV9H4Hq7fw/Tpr0YuIiMCI/AAAAAAAAAlU/r76G4d-6ihU/s1600/cover+peri2+bersayap+pelangi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-7UV9H4Hq7fw/Tpr0YuIiMCI/AAAAAAAAAlU/r76G4d-6ihU/s320/cover+peri2+bersayap+pelangi.jpg" width="220" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Buku Peri-peri Bersayap Pelangi juga jelas harus ikut hadir ke Indosat dan jadi cinderamata juga&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan kemudian bergulir ke intinya; Workshop Perempuan Menulis dan Nge-blog. “Kenapa perempuan?” tanya Pak Kristiyanto. Dengan senang hati saya menjelaskan kalau alasan utama kami memilih target audience perempuan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penyelenggaranya perempuan-perempuan. Hahaha, that’s simple! Adalah wajar kalau kontribusi besar yang ingin kami berikan kami tujukan untuk sesama kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perempuan jaman sekarang melek gadget, tapi belum semuanya melek nulis di media online. Ini fenomena, lho! Perempuan dengan smartphone di tangan banyak, tapi apa semuanya menggunakannya dengan maksimal? Terutama dengan layanan koneksi internet yang baik, digunakan untuk apa selain untuk update status di Facebook, twitteran dan cek e-mail sekali-sekali? Aih, padahal perempuan yang mengenal blog, banyak juga, dan biasanya mereka menangguk sukses di bidangnya masing-masing melalui nge-blog. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lalu, muncul lagi pertanyaan baru, “Kenapa Indosat?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh, mau sekali saya jawab dengan, “Kenapa nggaaak?” Hahaha, tapi pasti bukan itu jawaban yang mereka ingin dengar, bukan? Sejak awal kami tidak pernah memimpikan bisa menggandeng pihak sebesar Indosat untuk berpartner dalam kegiatan ini. Rasanya seperti seorang anak TK mengajak bapak-bapak berdiskusi tentang perang dunia; nggak sepadan. Tapi karena kami sudah sampai di hadapan mereka, tentu saja kami harus punya alasan besar selain karena alasan pertemanan kami dengan Srondol. Bahkan Srondol pun ingin tahu kenapa mengajak Indosat. Saya tidak mau terdengar bombastis dengan jawaban-jawaban yang mengawang di langit. Dengan jujur dan rendah hati saya mengatakan, “Mimpi kami terlalu besar untuk diwujudkan dengan kekuatan sendiri. Makanya kami butuh pihak dengan nama besar untuk membantu kami.” Jawaban yang benar-benar datang dari lubuk hati yang paling dalam itu sebenarnya. Hahahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, sejauh itu pembicaraan lancar. Kemudian masuk ke teknis pelaksanaan acara, hitung-hitung biaya dan bentuk kerja sama yang diinginkan kedua belah pihak. Untuk hal ini, saya nggak bisa cerita, ya! Selain keputusannya juga belum ada, kurang etis juga kayanya kalau dibuka semua ke publik. Hihihihi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, sampai saat ini kami masih menunggu berita dari Indosat mengenai lolos tidaknya proposal Kampung Fiksi ini. Namun satu hal yang pasti, workshop perempuan menulis ini akan tetap dilaksanakan sesuai dengan yang sudah terlebih dahulu kami rencanakan. Tanpa bantuan Indosat, sudah bisa dipastikan kami akan terseok-seok menjalaninya, dan dana untuk membantu Lingkar Spasi Media Publisher untuk menyebarkan buku Peri-peri Bersayap Pelangi ke rumah-rumah singgah anak tidak mampu tentu tidak akan sebanyak kalau kami bisa menggandeng Indosat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ujung presentasi saya sempat mengungkapkan kalau kegiatan offline seperti workshop atau pelatihan menulis ini inginnya menjadi kegiatan berkala Kampung Fiksi. Menjadi semacam kegiatan berbagi ilmu dari perempuan, oleh perempuan dan untuk perempuan. Dan tidak menutup kemungkinan, di acara-acara selanjutnya mungkin target audience kami bukan cuma perempuan...bisa laki-laki, anak-anak, mahasiswa, nenek-nenek, kakek-kakek. Aamiin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu presentasi selesai dan Srondol mengantar kami ke lift gedung, saya ngakak kenceng. Kenapa? Srondol bilang, “Selamat, mbak! Impressive presentasinya! Sayang, mbak lupa ngenalin diri satu persatu tadi...” Ngek ngok...Dasar emak-emak!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-3968733825662934534?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/3968733825662934534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/10/serial-jelang-workshop-kampung-fiksi-2.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/3968733825662934534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/3968733825662934534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/10/serial-jelang-workshop-kampung-fiksi-2.html' title='Serial Jelang Workshop Kampung Fiksi (#2): Obrolan Dalam Ruang Meeting Indosat'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Qrc2v2g0Qc8/TprzodT3srI/AAAAAAAAAlE/irNEbtI2oIw/s72-c/cover+24.png' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-823205571452071208</id><published>2011-10-14T10:45:00.000-07:00</published><updated>2011-10-14T11:37:55.510-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='workshop'/><title type='text'>Serial Jelang Workshop Kampung Fiksi (#1): Emak-emak Presentasi ke Indosat?</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-0R8Ziahwz8g/Tph6GQ85T6I/AAAAAAAAAu4/-ky5HJD6urw/s1600/cover%2Bperi2%2Bbersayap%2Bpelangi.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=" line-height: 115%;font-size:100%;" lang="EN-GB" &gt;Orang bijak bilang, “Jangan takut mencoba, di mana ada kemauan, di situ ada jalan.” Eaaa, ngapain buka postingan gaya-gaya sok bijak gini sih, mak? Hahaha, karena eh karena, hari Kamis kemarin saya merasakan benar kata-kata si orang bijak ini (siapa pun dia) menguatkan saya dan menjadikan saya sadar akan sesuatu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=" line-height: 115%;font-size:100%;" lang="EN-GB" &gt;Ini masih rahasia, ya! Jadi gini....*lah, dibocorin juga* Blog Kampung Fiksi mau punya hajatan bulan November nanti. Apa itu? Tunggu aja, deh! Yang jelas semua berawal dari ngobrol-ngobrol nggak jelas saya sama ‘anak angkat binti anak asuh binti anak terbuang’ saya si &lt;a href="http://galaksipungky.blogspot.com/"&gt;Pungky&lt;/a&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=" line-height: 115%;font-size:100%;" lang="EN-GB" &gt;Suatu malam yang gerah, tiba-tiba dia colek-colek saya di Facebook. Dengan gayanya yang sok manja dan sok imut itu, “Ibu, chat yuk!” Mengganggu sekali anak ini. Padahal saya lagi asoy banget nge-twit. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=" line-height: 115%;font-size:100%;" lang="EN-GB" &gt;Cerita dipersingkat dan dipadatkan, ternyata si Pungky ini lagi bingung cari dana untuk &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;launching&lt;/i&gt; dan menyebarkan buku cerita Peri-peri Bersayap Pelangi (yang &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;project&lt;/i&gt;-nya dipegang sama dia). Sekedar info, saya juga ikut menyumbang cerita di buku itu. Dan buku tersebut rencananya akan disebarkan secara gratis untuk anak-anak tidak mampu di pulau Jawa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" align="center" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-6m-nZazQ8Jo/Tph8lo9BzlI/AAAAAAAAAk0/uRqPuOAdcHk/s1600/cover+peri2+bersayap+pelangi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-6m-nZazQ8Jo/Tph8lo9BzlI/AAAAAAAAAk0/uRqPuOAdcHk/s320/cover+peri2+bersayap+pelangi.jpg" height="320" border="0" width="220" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ini dia buku Peri-peri Bersayap Pelangi yang akan disumbangkan untuk anak-anak tidak mampu di pulau Jawa&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=" line-height: 115%;font-size:100%;" lang="EN-GB" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=" line-height: 115%;font-size:100%;" lang="EN-GB" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=" line-height: 115%;font-size:100%;" lang="EN-GB" &gt;Akhirnya malam itu kami berdua cari-cari ide, bagaimana caranya bisa dapat dana dalam jumlah yang cukup (nggak berani muluk-muluk) dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Si Pungky dengan noraknya bilang mau bikin kotak amal. Haduh, ini yang mau dikumpulin duit recehan apa? Keliatan banget deh &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;desperate&lt;/i&gt;-nya si Pungky. Wkwkwkwk...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=" line-height: 115%;font-size:100%;" lang="EN-GB" &gt;Cerita dipersingkat lagi (sumpah, nggak nyangka juga kenapa jadi panjang gini sih?), saya menawarkan ke Pungky untuk membuat &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;workshop &lt;/i&gt;menulis untuk ibu-ibu. Dan Pungky jiper, selain kedengarannya ribet dia juga ada di pelosok gitu, kan. Akhirnya saya bilang, “Gimana kalau &lt;a href="http://www.kampungfiksi.com/"&gt;Kampung Fiksi &lt;/a&gt;yang ngadain? Nanti sebagian keuntungan disumbangkan untuk Spasi (penerbitnya Peri-peri Bersayap Pelangi)?” Dan si Pungky langsung loncat-loncat teriak histeris (kayanya sih). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=" line-height: 115%;font-size:100%;" lang="EN-GB" &gt;Jadi malam itu juga saya bawa wacana “Kampung Fiksi bikin &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;workshop&lt;/i&gt; menulis untuk ibu-ibu, yok!” ke forum Kampung Fiksi. Gayung bersambut, entah siapa yang iseng menyambutnya, teman-teman di Kampung Fiksi antusias sekali. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Somehow,&lt;/i&gt; kami memang merasa sudah waktunya melakukan sesuatu yang lain untuk memajukan blog kami itu. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Event offline&lt;/i&gt; seperti ini rasanya yang paling cocok dan tepat waktu, karena kami mulai jenuh cuma sekedar menulis fiksi di blog. Harus ada kemajuan, dan sepertinya ini bisa dimulai dari mengadakan kegiatan &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;workshop&lt;/i&gt; menulis ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=" line-height: 115%;font-size:100%;" lang="EN-GB" &gt;Susun punya susun acara, hitung punya hitung anggaran, bentuk punya bentuk panitia...Lama-kelamaan kita jadi bingung sendiri. Tampaknya, mimpi Kampung Fiksi terlalu besar, perlu menggandeng pihak lain yang ber’tangan’ besar untuk menolong kami. Istilah kerennya, CARI SPONSOR! Apalagi kami pikir, ada baiknya acara ini kami buat berkala. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Let’s say, &lt;/i&gt;6 bulan sekali. Wuah, jadi tambah semangat nyari sponsor! Hihihihi...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=" line-height: 115%;font-size:100%;" lang="EN-GB" &gt;Proposal dibuat, dengan segala keterbatasan ilmu dari kami yang sebagian besar tidak pernah berkecimpung dalam hal cari-cari sponsor ini. Beruntung salah satu dari kami, mbak Endah Raharjo, adalah seorang aktivis LSM yang paham benar seluk-beluk mencari dana. Tapi mau ditujukan kemana proposal ini? Siapa yang kira-kira bersedia membantu Kampung Fiksi untuk mewujudkan acara &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;workshop&lt;/i&gt; ini?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=" line-height: 115%;font-size:100%;" lang="EN-GB" &gt;Tuing! Nggak percuma kenal sama yang namanya Srondol. Ahahaheeuy...buat yang belum kenal, kemana ajaaa? Srondol adalah penulis novel komedi &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;Srondol &lt;s&gt;Gayus &lt;/s&gt;ke Itali&lt;/b&gt; yang sakseus itu, lho! Dan kebetulan yang kami syukuri, Srondol adalah teman baik kami semua di Kompasiana. Terutama lagi, Srondol dekat secara personal dengan keluarga saya. Dan kebetulan yang paling manis adalah, Srondol bekerja di Indosat! Bukan cuma bekerja di sana, Srondol sudah menjadi semacam ikon untuk produk-produk keluaran Indosat karena kesuksesan novelnya. Ah, terlalu banyak kebetulan yang bagus sekali untuk kami. Alhamdulillaah...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=" line-height: 115%;font-size:100%;" lang="EN-GB" &gt;Lagi-lagi gayung bersambut, dan sekali lagi entah kenapa gayung harus disambut, Srondol bersedia mengusahakan waktu untuk Kampung Fiksi bertemu dengan pihak Indosat. Indosat, ma men! Ujug-ujug, diskusi grup Kampung Fiksi berubah atmosfir, dari yang tadinya semangat menjadi panik. Waduh, siapa yang sanggup presentasi ke Indosat? Dan mau ngomong apa kita ke mereka? Mau nawarin kerja sama kayak apa ke mereka yang namanya jelas-jelas raksasa itu? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=" line-height: 115%;font-size:100%;" lang="EN-GB" &gt;Sudah tidak ada jalan untuk mundur lagi karena Srondol sudah menentukan waktu pertemuan. Dengan sangat terpaksa, saya harus bersedia menjadi ujung senapan teman-teman di Kampung Fiksi sebab saya adalah pimpinan &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;project &lt;/i&gt;ini. Dalam hati saya mau nangis. “Ya Tuhan, aku nekad nyebur kemana ini?” Wajar banget saya dan teman-teman panik. Satu-satunya yang sudah pengalaman untuk melakukan hal ini adalah mbak Endah Raharjo, dan beliau ada di Jogja. Dan kalau pun dipaksakan, tetap saja mbak Endah tidak akan bisa hadir di Jakarta karena sudah waktunya beliau masuk karantina haji. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=" line-height: 115%;font-size:100%;" lang="EN-GB" &gt;Sedikit ilustrasi tentang saya saat berbicara di depan umum atau orang lain yang tidak saya kenal; bibir kaku, suara bergetar, keringat mengucur, bicara gagap dengan kecepatan tinggi, tangan tidak bisa diam, &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;gesture&lt;/i&gt; tubuh tidak indah untuk dipandang dan terdiam hilang kata. Halah, yang begini ini mau maju ngomong sama seorang &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Division Head&lt;/i&gt; dari Indosat lengkap dengan team-nya? Huaaaaa...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" align="center" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-GlEzZIrolPs/Tph7PsqekBI/AAAAAAAAAks/kvhC4S6SW_M/s1600/foto+mama+presentasi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-GlEzZIrolPs/Tph7PsqekBI/AAAAAAAAAks/kvhC4S6SW_M/s320/foto+mama+presentasi.jpg" height="240" border="0" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Beginilah muka-muka kami saat presentasi dengan pihak Indosat...tetep kece, walaupun keringet dingin. :D&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=" line-height: 115%;font-size:100%;" lang="EN-GB" &gt;Apa boleh buat, teman-teman lain yang tersisa dan bisa hadir hari Kamis ke Indosat, sama saja seperti saya. Tidak bisa bicara di depan umum. Akhirnya dengan cengengesan kami; saya, G dan Ria, memutuskan, “Nekad is nekad! Nggak ada kata lain untuk itu!” Hahaha, moto macam apa itu? Wkwkwkwk... Yang pasti kami harus hadir. Walau bagaimana, tidak banyak yang seberuntung kami bisa mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan pihak mereka. Apalagi proposal yang kami usung ini selain nilainya kecil sekali, menempel pula acara &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;charity&lt;/i&gt; di dalamnya. Tapi bantuan Srondol untuk mengusahakan pertemuan ini harus kami bayar dengan memberikan presentasi yang baik. Baik itu sudah cukup, mengingat kami memang benar-benar modal &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;zero &lt;/i&gt;untuk maju. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="EN-GB"&gt;Kamis pagi, di Indosat &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=" line-height: 115%;font-size:100%;" lang="EN-GB" &gt;“Mbak, kalau sudah sampai, bilang satpam mau ketemu sama Bapak X, Division Head of Online and Social Media,” SMS Srondol. Gleg, rasanya kaki saya lemes kayak &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;jelly&lt;/i&gt;. Kepengen banget ngajak sopir taksi untuk muter balik, “Yuk, pak, anter saya pulang lagi!” (mesra amat ngomong sama sopir taksi?). Saya, G dan Ria berkumpul di &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;lobby&lt;/i&gt;, mempersiapkan segala sesuatu yang kami butuhkan. Proposal siap, slide siap, buku-buku siap, tapi mental yang nggak siap ini! Pagimanaaa? Bismillaah!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=" line-height: 115%;font-size:100%;" lang="EN-GB" &gt;Saya sendiri sampai sekarang nggak bisa ingat terlalu detil bagaimana jalannya presentasi kami dengan Indosat itu. Yang pasti saya mendapat kesan kalau pihak mereka sangat &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;welcome&lt;/i&gt; dengan kehadiran kami (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;thanks to&lt;/i&gt; mas Srondol) dan tidak ada pertanyaan-pertanyaan yang membuat kami mati kutu. Sepanjang presentasi, memang hanya saya sendiri yang berbicara. Tapi kehadiran dua teman saya di sebelah benar-benar jadi satu dukungan moral yang besar sekali. Intinya, saya tidak tahu apakah presentasi itu bagus atau tidak. Bagi saya, yang penting selesaikan saja. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=" line-height: 115%;font-size:100%;" lang="EN-GB" &gt;Sampai akhirnya presentasi kami selesai, saya masih bisa merasakan adrenalin saya menetap di tingkat yang paling tinggi. Ini sama rasanya seperti saat saya menghadapi ujian sidang kuliah. Lebay, ya? Tapi saya masih dalam tahap bengong, udah selesai ya? Pikiran saya masih di awang-awang. Antara percaya atau tidak, bertanya pada diri sendiri,&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt; “What did I do? Did I do it right?” Blank.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=" line-height: 115%;font-size:100%;" lang="EN-GB" &gt;“Mantap, mbak! &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Impressive&lt;/i&gt; presentasinya!” ujar Srondol ketika kami masuk ke dalam lift setelah selesai. G dan Ria mengangguk-angguk setuju, tersenyum lebar, dan ikut menyalami. Berasa artis. “Beneran?” Saya setengah nggak percaya. Sebab jujur sekali, saya benar-benar tidak ingat bagaimana saya berbicara sepanjang presentasi tadi. Hahaha, bisa sih gitu? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" align="center" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-sQN-jRNBvnc/Tph8--TX8EI/AAAAAAAAAk8/sjUof1zhcLo/s1600/foto+mama+srondol+ria.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-sQN-jRNBvnc/Tph8--TX8EI/AAAAAAAAAk8/sjUof1zhcLo/s320/foto+mama+srondol+ria.jpg" height="240" border="0" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Saya, Srondol dan Ria. Muka selesai presentasi, masih keliatan begonya ya? Hahahaha...&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="EN-GB"&gt;Lesson learned&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=" line-height: 115%;font-size:100%;" lang="EN-GB" &gt; yang sangat berharga yang saya dapatkan dari kejadian hari itu adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="EN-GB"&gt;“Kita tidak akan tahu sejauh mana kemampuan kita sampai kita mencobanya. Kalau kita yakin dengan kebaikan yang kita lakukan, lakukan! ‘Lakukan’ adalah kunci untuk memantapkan keragu-raguan, mengenyahkan ketakutan dan memantapkan keyakinan. Tiga hal yang harus kita taklukkan untuk tahu sejauh mana kemampuan kita; ragu, takut dan tidak yakin.”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=" line-height: 115%;font-size:100%;" lang="EN-GB" &gt;Setelah hari Kamis kemarin, saya menemukan kalau saya bisa melakukan sesuatu yang selama ini saya pikir tidak akan mungkin pernah bisa saya lakukan. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Sometimes you just have to push yourself to the limit to find out what you’re capable to do.&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="EN-GB"&gt;Special thanks to&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=" line-height: 115%;font-size:100%;" lang="EN-GB" &gt; Srondol dan Indosat. Apapun hasilnya, saya sudah mendapatkan hasilnya untuk diri sendiri hari ini. Selanjutnya Kampung Fiksi berdoa dan berusaha keras untuk benar-benar mensukseskan acara &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;workshop&lt;/i&gt; ini. Demi kami sendiri, demi Peri-peri bersayap Pelangi, demi anak-anak tidak mampu, demi dunia menulis yang kami cintai. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=" line-height: 115%;font-size:100%;" lang="EN-GB" &gt;&lt;b&gt;Kisah selanjutnya:&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=" line-height: 115%;font-size:100%;" lang="EN-GB" &gt;Seputar pembicaraan dengan pihak Indosat dan sedikit bocoran mengenai rencana kegiatan workshop perempuan menulis dan nge-blog bersama Kampung Fiksi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-823205571452071208?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/823205571452071208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/10/serial-jelang-workshop-kampung-fiksi-1.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/823205571452071208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/823205571452071208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/10/serial-jelang-workshop-kampung-fiksi-1.html' title='Serial Jelang Workshop Kampung Fiksi (#1): Emak-emak Presentasi ke Indosat?'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-6m-nZazQ8Jo/Tph8lo9BzlI/AAAAAAAAAk0/uRqPuOAdcHk/s72-c/cover+peri2+bersayap+pelangi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-2741443723867858477</id><published>2011-10-08T08:54:00.001-07:00</published><updated>2011-10-09T01:14:54.282-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FF'/><title type='text'>(FF) Pungguk Sang Luna</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-a6hH2u4Q1Xc/TpB2XfM-NvI/AAAAAAAAAuw/IgM_PGe0bL0/s1600/bulan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-a6hH2u4Q1Xc/TpB2XfM-NvI/AAAAAAAAAuw/IgM_PGe0bL0/s320/bulan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5661154877489690354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Untuk beberapa orang jatuh cinta butuh waktu. Untuk beberapa yang lain hanya butuh satu detik pandang mata. Sekedip mata, saat menancapkan pandang ke sepasang mata yang menarikku keluar dari dunia tempatku berpijak lalu membawaku terbang ke langit penuh gelap yang terasa benderang penuh warna.&lt;br /&gt;Itu yang terjadi padaku detik pertama aku melihatmu. Tak ada perkenalan. Tak ada jabat tangan. Tak ada "Hai..." Aku bahkan tak tahu siapa namamu. Tapi aku tahu, detik itu aku jatuh cinta padamu. Sebuah ke-absurd-an yang begitu kunikmati. Hingga akhirnya sekarang menjeratku ke dalam sebuah derita yang tak kalah nikmat.&lt;br /&gt;Aku tak bisa lepas memikirkanmu. Tatap matamu mengunciku. Senyum samarmu menarikku entah ke mana. Dan apa pun di sekelilingmu terasa seperti udara yang lain untuk duniaku. Udara yang asing namun begitu menggodaku untuk terus menghirupnya.&lt;br /&gt;Kau seperti candu. Aku seperti pecandu. Kau begitu jauh namun terasa dekat. Begitu kuatnya tarikan aura-mu padaku. Namun tak sedikit pun aku memiliki kuasa untuk meraihmu. Kamu terasa begitu tinggi tak tergapai. Aku bahkan terlalu takut untuk memikirkan tanganku yang tak cukup panjang untuk meraihmu.&lt;br /&gt;Pada akhirnya aku hanya akan menjadi pungguk yang menatap sang luna dengan mata berkaca-kaca. Setiap detik berusaha menentramkan hati yang tak mampu menahan cinta. Dan hanya sampai di situ aku mampu untuk mencintaimu. Dari kejauhan, melalui tatapan, dikelilingi udara cinta...Begitu saja aku mampu mencintaimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;oooOOOooo&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Luna (italian) = bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Happy birthday Nulisbuku! ^_^&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-2741443723867858477?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/2741443723867858477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/10/ff-punguk-sang-luna.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/2741443723867858477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/2741443723867858477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/10/ff-punguk-sang-luna.html' title='(FF) Pungguk Sang Luna'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-a6hH2u4Q1Xc/TpB2XfM-NvI/AAAAAAAAAuw/IgM_PGe0bL0/s72-c/bulan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-8415334323681470852</id><published>2011-10-03T19:53:00.000-07:00</published><updated>2011-10-03T20:25:45.543-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><title type='text'>Memori Daun Kacang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-_qXo1QISXZ4/Top43BXsWYI/AAAAAAAAAuk/hKhKNlpb99I/s1600/album%2Bjadul.png" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659468768400398722" src="http://1.bp.blogspot.com/-_qXo1QISXZ4/Top43BXsWYI/AAAAAAAAAuk/hKhKNlpb99I/s320/album%2Bjadul.png" style="float: left; height: 210px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;(Image from www. benhammott.com)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}" style="font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span class="messageBody translationEligibleUserMessage" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;"Tidak dianjurkan sering2 liat album foto jadul...terlalu banyak "andai saja..." berlompatan keluar."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Good morning!&lt;br /&gt;Semacam tumben ya si Emak Gaul posting pagi-pagi gini? Hahahaha... Soalnya si mbak udah nongol, jadi bisa rada santai depan kompie. Saking santainya, jadi iseng gak ketulungan, liat-liat album foto teman-teman kuliah. Dan berakhir dengan...*sigh* andai saja dulu begini, atau begitu...Aheuuuy...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya adalah banci nostalgia yang sentimentil, makanya saya suka ngelongok ke masa lalu melalui reuni atau melihat foto. Tujuannya apa? Awalnya sih cuma iseng, berharap bisa mendapat sedikit refreshing moment dengan mengingat-ingat kejadian-kejadian lucu jaman dulu. Ngekek-ngekek sendiri ingat kelakuan malu-maluin...Tapi pagi ini, ngekek-ngekek berlanjut jadi mikir, saking bingung mau ngapain lagi, kayanya...Heuheuheu...&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mikir, "Damn! I wish I were..." dan berujung di, "...maybe things would be different fow me now." Atau diawali dengan, "Gosh! I wish I didn't do such things..." dan diakhiri dengan, "...maybe my life won't be the same." Ini udah menjurus absurd kalau menurut saya. Nostalgia harusnya menyenangkan dan menyegarkan. Semacam terapi kejenuhan menghadapi rutinitas. Tapi kalau sudah mulai merambah ke area penyesalan, maybe it's time for me to stop. Hahahahaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa lalu ada untuk jadi pelajaran di masa depan. Bagi saya, kelebihan lainnya adalah, masa lalu ada untuk pemanis di masa sekarang dan masa depan nanti. Saya memang manusia yang terlalu sentimentil dan suka sekali mengingat sesuatu dari sisi yang menyenangkannya saja. Tapiii, biar bagaimana tidak semua kejadian dalam hidup kita menyenangkan. Walaupun umur sudah sering membuat saya lupa beberapa kejadian di masa lalu, tetap beberapa kejadian yang membekas dalam akan selalu terbawa dalam pikiran. Dan kalau itu sesuatu yang tidak menyenangkan atau kejadian yang ingin saya lupakan, jika teringat lagi, ujung-ujungnya akan muncul kalimat, "Andai saja..." dan itu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RACUN&lt;/span&gt; untuk otak dan hati anda, sodarah-sodarah! Trust me, deh! Wkwkwkwk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktinya, pagi ini saya sukses jadi si mellow yellow...Wuuh, saya nggak mau tenggelam dalam banjir memori daun kacang ini terlalu lama. Kalau kata anak gaul hasil didikan Emak gaul, "Jangan galau terus, ah! Move on, yuk!" Ngaahahahaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian curcol pagi ini, gara-gara ngeliat foto-foto jadul. Sial. Saya janji banget deh, nggak akan sering-sering ngeliat foto jaman baheula kalau mood lagi nggak jelas gini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is dedicated to album fotonya @ijulbaso . Pret bet da ah! Hahahahaa...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-8415334323681470852?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/8415334323681470852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/10/memori-daun-kacang.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/8415334323681470852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/8415334323681470852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/10/memori-daun-kacang.html' title='Memori Daun Kacang'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-_qXo1QISXZ4/Top43BXsWYI/AAAAAAAAAuk/hKhKNlpb99I/s72-c/album%2Bjadul.png' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-6468348843137250233</id><published>2011-09-27T10:14:00.000-07:00</published><updated>2011-09-27T10:14:28.957-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><title type='text'>Get Rich or Die Trying!</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-kuionanUxL8/ToIENI1tX6I/AAAAAAAAAkg/i48GZ5G7vFs/s1600/tajir.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-kuionanUxL8/ToIENI1tX6I/AAAAAAAAAkg/i48GZ5G7vFs/s320/tajir.jpg" width="238" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;image from www.investment-help-info.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Get rich or die trying!&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;Begitu saya ketemu sama kalimat itu saya langsung merasa gimana gitu. Nggak jelas juga, antara miris soalnya suka ngerasa "kok nggak kaya-kaya ya?" dan juga ngerasa "buset deh, segitunya pengen kaya!" Ironis. Siapa sih yang nggak pengen kaya? Masalahnya adalah definisi dan kriteria kaya itu buat masing-masing orang ternyata beda. Buat saya sendiri, sampai sebelum artikel ini ditulis, kaya itu adalah kalau saya sudah bisa ke Eropa. Hiks, so shallow, ya? Tapi beneran, saya suka mikir, kapan nih tabungan cukup sih buat keliling dunia? Saya nggak perlu rumah mewah dengan kolam renang, saya nggak butuh mobil Jaguar kayak punya Agnes Monica. Yang begitu-begitu masih bisa saya atasi dengan santai, sebab itu bukan hal-hal yang menurut saya penting sekali, walaupun rasanya memang menyenangkan juga ya kalau punya rumah ada kolam renangnya dan punya mobil mewah. Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau masalah keliling Eropa, ini masalah mimpi, masalah cita-cita. Sesuatu yang dari dalam diri kita ada sebuah dorongan untuk HARUS DAPAT! Dan kadang hal itu bisa bikin depresi juga. Gimana nggak depresi? Udah nggak kerja, penghasilan keluarga cuma dari suami, gaji sebulan cukup atau pas untuk kebutuhan anak-anak, dan lebihnya (kalau pun ada) bisa ditabung tapiii...kemungkinan untuk bisa buat jalan-jalan jauh gitu rasanya mungkin bisa bertahun-tahun kemudian. Jauuuuh banget!Hiks...&lt;br /&gt;Makanya jadi mikir, apa iya satu-satunya solusi untuk masalah saya itu adalah Get Rich (jadi kaya)? Ada jaminan nggak setelah saya bisa jalan-jalan keliling Eropa saya jadi puas dan nggak kepengen apa-apa lagi? Soalnya, ternyata yang menyiksa itu adalah perasaan 'kepengennya' ini lho. Kadang udah blur juga antara pengen keinginan terwujud dengan keinginan itu sendiri. Lah, bingung gak? Pegangan tembok ya kalo bingung. &lt;br /&gt;Semua orang tahu kalau yang namanya manusia itu dari lahir udah diikuti sama satu sifat 'jelek' yang namanya 'Gak Pernah Puas'. Untuk beberapa hal, sifat itu bisa jadi motivator unggul untuk mencapai keinginan atau tujuan. Saya masih ingat dulu waktu masih kecil, saya dapat ranking 2 di kelas, saya penasaran setengah mati, dan belajar sungguh-sungguh. Sampai akhirnya pada saat pengambilan raport berikutnya saya berhasil dapat ranking 1! Whew, rasa nggak puas dan penasaran karena cuma dapat ranking 2 itu memang beneran jadi motivator kuat banget waktu itu. &lt;br /&gt;Tapi seiring bertambahnya umur dan (harusnya) meningkatnya kedewasaan, rasa tidak puas itu berkembang jadi sesuatu yang kompleks. Bukan hanya tidak puas seputar prestasi, tapi berkembang ke area materi seperti rumah, kendaraan, perjalanan liburan, gadget, bahkan tas dan sepatu. Trend dan melihat teman atau orang lain adalah pemicunya. Saya jadi mikir, jadi sebenarnya kita ini hidup untuk memuaskan diri sendiri atau memuaskan 'entah siapa' di luar sana yang menciptakan trend atau orang lain yang keadaannya jelas-jelas lebih kaya daripada kita? Soalnya, saya nggak yakin juga, kalau seandainya suatu saat nanti saya bisa seperti mereka, tercapai keinginan untuk keliling Eropa, lalu orang lain sudah mulai keliling dunia, apa saya akan diam saja dan cukup merasa puas dengan pernah keliling Eropa? Ahahaha...&lt;br /&gt;Saya jadi ingat omongan Mama saya, katanya. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Kaya itu definisinya ada di dalam hati kita masing-masing. Kaya bisa jadi penyakit hati. Rasa syukur adalah obatnya. Dan rasa iri adalah penyebab gejala itu muncul."&lt;/span&gt; Dzigh!&lt;br /&gt;Untungnya, sekarang saya ingat lagi sama ucapan Mama itu. Setidaknya keinginan untuk keliling Eropa itu bisa di-pending untuk beberapa saat, berganti jadi suatu pikiran logis, kalau hal itu memang belum saatnya untuk saya. Alih-alih membuat hal itu jadi suatu tekanan untuk hidup saya, lebih baik saya alihkan keinginan saya itu menjadi salah satu motivasi untuk lebih giat cari uang. Dalam prosesnya nanti, selalu bersyukur akan membuat saya tidak neko-neko saat ingin mewujudkan keinginan saya itu. Artinya, kalau memang uangnya ada dan keperluan lain yang lebih urgent belum terpenuhi, maka saya tidak boleh memaksakan. &lt;br /&gt;Starting from now, saya tidak akan berusaha untuk &lt;b&gt;Menjadi Kaya (Get Rich),&lt;/b&gt; saya ganti dengan &lt;b&gt;Menjadi Manusia Yang Selalu Bersyukur.&lt;/b&gt; Dengan begitu saya tidak perlu sampai &lt;b&gt;mati untuk menjadi kaya. &lt;/b&gt;Hahahaha...&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Get rich or die trying? I'd rather be grateful and die peacefully! Alhamdulillaah...&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-6468348843137250233?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/6468348843137250233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/09/get-rich-or-die-trying.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/6468348843137250233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/6468348843137250233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/09/get-rich-or-die-trying.html' title='Get Rich or Die Trying!'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15782086161876979609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/-ZcV98eaBYWY/TuufX8cw8II/AAAAAAAAAnI/QTR0c83arZI/s220/banner.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-kuionanUxL8/ToIENI1tX6I/AAAAAAAAAkg/i48GZ5G7vFs/s72-c/tajir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-1563201453070395930</id><published>2011-09-06T00:21:00.000-07:00</published><updated>2011-09-06T00:26:07.678-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><title type='text'>"Googling Aja!"</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-5BFQWfnfVTg/TmXKlDQ7D_I/AAAAAAAAAuE/nRkEYGIHF8c/s1600/googling%2Baja.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649144045486411762" src="http://3.bp.blogspot.com/-5BFQWfnfVTg/TmXKlDQ7D_I/AAAAAAAAAuE/nRkEYGIHF8c/s320/googling%2Baja.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 181px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Googling aja!" adalah jawaban orang yg nggak mau nolong...Apa susahnya berbagi informasi yg kita tahu? Kadang bukan jawabannya yang penting, tapi respon kita melihat orang lain butuh pertolongan...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jaman emang udah makin canggih. Segala apa juga tinggal kalk-klik di keyboard komputer trus, tadaaa…Monggo lho, mau cari apa aja ada di internet. Harus terima kasih sama siapa, nih? Hidup jadi makin mudah karena internet. Aih, senangnya! Apalagi sejak kenalan sama yang namanya Om Google. Olalaaa, silahkan tanya dari pertanyaan paling sepele, sampai yang paling rumit. Dari pertanyaan paling konyol, sampai pertanyaan paling aneh. Jawabannya ada di Google. Nggak heran sekarang ini kalau punya pertanyaan segala rupa, solusinya cuma satu: “Googling aja!”&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi (jujur) bahkan pernah ketik pertanyaan dengan keyword ‘posisi aman bercinta saat sedang hamil besar’. Wkwkwkwkwk….serius ini! Dan ada jawabannya semua lewat Google. Senang ya, soalnya pertanyaan kayak begitu kan bukan pertanyaan yang kita bisa nyaman begitu aja ngajuin ke orang lain secara langsung. Semacam malu gitu, padahal wajar aja sih sebenarnya.&lt;br /&gt;Saya nyaris worship Google ini, karena saya pikir, hidup saya pasti akan semakin mudah dengan kehadirannya. Belum-belum saya udah mikir, ntar kalau si abang Fadhil punya PR susah, tinggal tanya sama Google. Jadi mamanya (dalam hal ini, saya) nggak perlu ikut belajar, cukup ketik keyword di Google. PR beres, mama nggak pusing. Hahahaha…&lt;br /&gt;Tapi eh tapi, kemaren saya jadi jutek sendiri sama yang namanya Google. Padahal dia nggak salah apa-apa. Yang salah buat saya adalah orang jadi gampang banget ngasih solusi, “Googling aja!” setiap ada kerabat yang bertanya tentang sesuatu. Jadi mikir, kalau semua bisa dijawab sama Google, ngapain juga itu orang nanya-nanya ke temennya?&lt;br /&gt;Alhamdulillaah, walaupun saya penggemar Google, belum pernah saya ngasih solusi “Googling aja!” ke teman-teman yang bertanya pada saya. Kecuali kalau saya memang nggak tahu jawabannya, dan kadang saya yang ‘googling’ trus kasih tahu hasilnya ke si penanya.&lt;br /&gt;Bagi saya, menjawab pertanyaan termasuk perbuatan baik dan mulia. Menolong dalam bentuk yang paling sederhana. Sama halnya dengan tersenyum sama orang yang nggak kita kenal. Mudah sekali, kalau kita tahu jawabannya. Jadi sebenarnya bukan masalah bisa menjawab atau nggak, karena mendapatkan jawaban itu jaman sekarang emang segampang ‘Googling aja!’ kok! Sumpah, deh! Tapi apa kabar dunia, kalau semua orang mulai berhenti bertanya satu sama lain, tentang sesuatu, dan menyerahkan semuanya ke Google?&lt;br /&gt;Saya percaya, dalam setiap pertanyaan, pasti ada sesuatu yang tersirat di dalamnya. Kesusahan, kesulitan, ketidakmengertian dan keinginan untuk mencari teman senasib atau teman berbagi. Misalnya ada yang bertanya, “Kalau hamil 6 bulan boleh nggak, sih minum kopi?” sama kamu, apa kamu tega menjawabnya dengan, “Google aja!”? Sedangkan kamu punya pengalaman hamil, walaupun mungkin nggak punya jawaban berbasis ilmu medis. Bagi saya pertanyaan semacam itu lebih tersirat kepada ingin mendengar pengalaman dan berbagi. Jadi jawab aja sesuai pengalaman. Toh, kalau dia mau yang jelas dan terpercaya, dia bisa tanya langsung ke dokter atau..ke Google! Artikel kedokteran dari universitas seluruh dunia ada di internet.  Misalnya lagi, ada yang bertanya sama kamu, “Kalau mau jalan-jalan seputar kota Medan, paling enak mulai dari mana ya, biar hemat?”.  Si penanya tahu kamu pernah tinggal di Medan, wajar aja dia nanya ke kamu. Trus kamu jawab, “Googling aja!” Sumpah ya, Google PASTI BANGET punya jawaban yang lebih keren dan mantap dari jawaban kamu, tapi bukan itu intinya. Kamu mau nggak berbagi pengalaman dan menolongnya dengan menceritakan pengalaman kamu?&lt;br /&gt;Ada yang bilang, kadang orang suka males nyari informasi, jadi langsung main nanya aja, tanpa mau susah-susah ‘Googling’ dulu. Makanya, mending dijawab “Googling aja!” Hahahaha, coba, kalau ada yang nanya ke kamu, “Nomor telepon Rumah Sakit Harapan Kita berapa, ya?” kira-kira reaksi kamu gimana? Jujur, dalam hati saya pasti ngedumel, “Astaga, tinggal pencet 108 aja, kallee!” Tapi mau bilang, “Googling aja!” juga saya nggak tega. Yang ada mungkin saya akan bertanya balik, “Ada apa? Siapa yang sakit? Ini nomornya…”&lt;br /&gt;At the end of the day, bukan jawabannya yang terpenting, tapi niat kita untuk bisa menolong orang lain sebisa mungkin. Kalau bisa mempermudah urusan orang lain, kenapa harus mempersulitnya? Saya percaya segala sesuatu yang kita lakukan akan selalu berbalik kepada diri kita sendiri. Kalau kita meringankan hati untuk selalu menolong orang, sekecil apapun pertolongan itu, Tuhan nggak akan diam, Dia akan membalasnya dengan setimpal, bahkan mungkin lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Image from: www.allthingsd.com)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-1563201453070395930?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/1563201453070395930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/09/googling-aja.html#comment-form' title='22 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/1563201453070395930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/1563201453070395930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/09/googling-aja.html' title='&quot;Googling Aja!&quot;'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-5BFQWfnfVTg/TmXKlDQ7D_I/AAAAAAAAAuE/nRkEYGIHF8c/s72-c/googling%2Baja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-8314793250365031908</id><published>2011-09-02T07:44:00.000-07:00</published><updated>2011-09-05T08:09:15.033-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><title type='text'>Jomblo Is Not A Crime</title><content type='html'>Saya sudah sembilan tahun menikah. Sekarang ini sudah punya dua orang anak yang lucu-lucu, pintar dan sehat. Suami juga bertanggungjawab sebagai kepala keluarga. Tidak lepas-lepas saya bersyukur dengan keadaan ini. Banyak yang tidak beruntung dengan kehidupan pernikahan mereka, maka kebahagiaan saya dengan keluarga kecil saya ini patut sekali saya syukuri. &lt;br /&gt;Terlepas dari itu, pilihan menikah bagi saya adalah mutlak pilihan pribadi masing-masing. Bukan atas dasar dikejar umur, menyenangkan hati orang tua atau (yang paling konyol) dikejar deadline. Deadline apa yang mengejar dalam pernikahan? Usia yang makin tua sehingga (ditakutkan) akan makin beresiko kelak jika ingin hamil dan melahirkan? Aduduh, jaman udah makin cangih. Usia untuk melahirkan bisa direntangkan lebih lebar lagi, karena dunia medis sudah makin berkembang. Kalau dulu pilihan 'sehat' untuk melahirkan itu usia bagi perempuan dikatakan 15 sampai 30 tahun, sekarang ini di belahan dunia lain, banyak perempuan yang baru memutuskan untuk memiliki anak di usia nyaris 40 tahun. Dengan pengawasan dokter dan gaya hidup sehat, itu bukan hal yang tidak mungkin. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kenapa tiba-tiba malam ini saya jadi begitu cerewet dengan masalah seputar pilihan menikah ini? Karena seperti yang sudah-sudah, setiap halal bihalal keluarga saat lebaran ada saja 'korban' pertanyaan klise yang nggak penting (menurut saya),&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; "Kapan nikah?"&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Saya bukan salah satu korban itu, karena seperti yang saya ceritakan tadi, saya sudah menikah sembilan tahun yang lalu. Saya menikah atas dasar kemauan sendiri, dengan laki-laki pilihan saya yang saya cintai dan mencintai saya. Dengan berbagai pertimbangan dan juga melalui restu kedua belah pihak orang tua. Semua persyaratan utama sudah terpenuhi, sehingga saya berani memutuskan untuk menikah dan meninggalkan kehidupan lajang saya di usia 24 tahun. Menurut kebanyakan orang, itu adalah usia yang pas sekali untuk menikah. Tapi bagi saya, bukan masalah pas di usia-nya sama sekali, melainkan di hati dan jiwa saya dan pasangan saya dalam mempersiapkan kehidupan berdua ke depan. &lt;br /&gt;Memutuskan menikah itu berarti siap untuk mengorbankan hal-hal tertentu yang tidak bisa dilakukan saat sudah menikah. Kalau dulu hobi jalan malam dengan teman satu gang di kantor atau teman kuliah, setelah menikah sudah pasti tidak akan bisa sebebas dulu. Kalau dulu harus 'nyalon' minimal sekali seminggu, sekarang harus ada pengencangan ikat pinggang, karena hidup berumahtangga memakan biaya yang tidak sedikit. Ini belum bicara anak lho, ya! &lt;br /&gt;Jadi lucu aja kalau ada orang tua yang curhat, prihatin dengan anak perempuannya yang usianya sudah di atas 25 tahun tapi belum juga ngasih tanda-tanda untuk menikah. Jangankan nikah, pacar aja belum punya. "Kapan dong mama bisa gendong cucu?" Astaganaga panjangnya bukan kepalang! Sekali lagi, itu sama sekali bukan alasan untuk menikah, ibuuu! Ya, anak atau cucu adalah bagian dari pernikahan, tapi plis dong, jangan memojokkan anak sendiri hanya demi untuk bisa menggendong cucu. Cucu itu manusia juga lho! Yang terlahir di dunia dengan hidupnya sendiri, dan menggantungkan harapan masa depannya di pundak si orang tua. Masa demi memenuhi deadline cucu dari orang tua, kita tega melahirkan anak lebih cepat, padahal perencanaan belum matang sama sekali. Istilah orang tua, "Anak itu akan bawa rejekinya sendiri," jaman sekarang ini bolehlah untuk diucapkan saja. Kenyataannya, punya anak itu harus ada perencanaan matang, terutama financially. Masalah rejeki, itu dari Tuhan, sudah di luar kuasa kita. Tapi sebagai manusia yang bersekolah, kita tentu menginginkan anak-anak kita hidup lebih baik dan bersekolah lebih tinggi dari kita. Itu perlu tanggung jawab besar dan komitmen yang tidak kalah raksasanya. Kalau belum siap, jangan terjun sama sekali, atau kamu akan tenggelam. &lt;br /&gt;Untuk para orang tua, tahan dong egoisme-nya itu. "Kapan dong kamu membahagiakan mama dan papa, segera menikah dan punya anak!" Oh mama, papa, ada nggak hal lain yang bisa membahagiakan mama dan papa selain dengan cara memojokkan anak kesayanganmu yang sedang menikmati hidup lajangnya itu? Kalau saatnya tiba, calonnya dirasa sudah tepat, dan semua faktor yang mendukung sudah terpenuhi, toh pernikahan itu akan terlaksana juga. Dengan perencanaan matang, kemapanan yang lumayan dan juga kadar kedewasaan yang sudah semakin matang. &lt;br /&gt;Bicara soal kadar kedewasaan, berhubungan erat sekali dengan cukup atau tidaknya menjalani hidup menjomblo lho. Selama masa pencarian dalam keadaan single itu, justru kita menjelma perlahan menjadi manusia dewasa. Saat kita sedang menikmati hidup, mengamati keadaan sekeliling tanpa terganggu oleh hal-hal lain seperti urusan cinta, cemburu apalagi anak, justru di saat itulah kita sedang menuju kedewasaan. Pemahaman kita akan hidup akan makin berkembang di saat kita single. Nanti saat sudah menikah, insya Allah, langkah kita jadi sudah mantap. &lt;br /&gt;Jadi untuk para orang tua, jangan pojokkan anak-anakmu yang masih single, terutama yang perempuan, untuk segera menikah. Kira-kira menyesal nggak ntar, kalau akhirnya dengan setengah hati si anak menikah, demi membahagiakan orang tua, lalu punya anak, dan sepuluh tahun kemudian rumah tangga kacau bahkan bercerai. Atau mungkin tidak sampai bercerai, tapi orang tua pasti bisa merasakan anak-anaknya yang tidak bahagia. Melihat sang anak menjalani hidup sebagai ibu dengan empat orang anak, menyesali andai dulu sempat melakukan banyak hal sebelum menikah. Beri mereka kesempatan itu. Umur di tangan Tuhan. Jangan sok tahu, merasa umur kita akan pendek sehingga tidak akan memiliki kesempatan untuk menikah. Terus sok tahu menentukan deadline, sebelum umur 30 tahun anakku harus sudah menikah! OMG, kasihan anaknya, kasihan orang tuanya. Segitu aja ukuran kebahagiaan itu? Padahal kebahagiaan itu universal sekali lho! &lt;br /&gt;Bayangkan dengan anak perempuan usia 25 tahun yang masih single, ibu masih memiliki kesempatan untuk berjalan-jalan berdua saja layaknya dua orang sahabat. Jangan harap bisa melakukan itu setelah si anak menikah. Dia sepenuhnya milik suami dan keluarganya. Nikmati dong kebersamaan itu. Walau bagaimana, berteman dengan anak sendiri di usianya yang sudah matang tentu akan lebih menyenangkan dibanding dulu saat dia masih gadis kecil yang tahunya cuma merengek minta boneka melulu. Bisa jadi, sekarang ini si anak akan lebih rajin traktir ibu dan bapaknya, karena sudah bekerja dan mapan dengan pekerjaannya. Masak nggak bahagia? &lt;br /&gt;Belum lagi kesempatan-kesempatan yang masih mungkin diraih olehnya saat dia masih single. Menjadi volunteer untuk badan-badan PBB dan menolong orang-orang yang membutuhkan di seluruh pelosok dunia, Afrika, Eropa Timur, Timur Tengah. Astaga ibuu, bapaaak, kayanya itu jauh lebih membanggakan deh ya, dibanding menyumbang empat pasang cucu di saat yang bersamaan. Toh, nanti-nanti masih bisa ngasih cucu. :) &lt;br /&gt;Sekali lagi, menikah itu butuh kesiapan dan yang pasti butuh pasangan, hahaha. Kalau pasangannya aja belum ada, bolehlah dibantu mencarikan, tapi jangan menyudutkan dengan pilihan harus menikah. Jadi lucu aja kalau lihat adegan di sinetron-sinetron. Saat ada seorang anak perempuan dilamar biasanya sang bapak akan bilang, "Saya sih terserah anaknya aja!". Tapi begitu si anak perempuan menolak lamaran si laki-laki, orang tuanya marah-marah, "Apa lagi sih yang kamu cari?" Hahahaha... &lt;br /&gt;Masih banyaaaak, masih banyak ibu, bapak, yang bisa dicari dan didapat oleh anak perempuan ibu yang masih muda dan cemerlang itu. Masih banyak sekali hal-hal berguna dan jauh lebih menantang dan membanggakan yang bisa dilakukan anak perempuan muda ibu itu dibanding pada saat yang sama dia harus melahirkan dan mengurus anak-anaknya. &lt;br /&gt;Pilihan dan takdir, itu dua hal yang sangat berbeda. Saya yakin, semua perempuan ingin menjadi ibu. Tapi di samping itu, sebagai individu, perempuan tak bedanya dengan laki-laki, punya ambisi, cita-cita dan mimpi. Saat mimpi itu masih bisa dicapai dan hanya bisa dicapai ketika sedang menjomblo, maka pilihan untuk menikah bisa menunggu, kecuali kalau takdir berkata lain. Saya tetap percaya kok, jodoh itu dari Tuhan. Jadi sebenarnya tak ada yang perlu dikhawatirkan sama sekali kalau seorang perempuan muda usia nyaris 30 tahun masih asyik keliling dunia dengan uangnya sendiri. Siapa tahu dalam perjalanannya itu justru jodohnya ditemukan. Ah, semua kan rahasia Tuhan. Jadi, nggak perlu jadi manusia sok tahu yang menentukan lebih dahulu dari takdir dengan mengatakan, "Kamu harus nikah sebelum umur 30 tahun!" Apalagi memberi hitung-hitungan matematis, kalau nikah umur 25, punya  anak umur 26, ntar anaknya udah gede dan kita masih muda.  Olalalaaa...kalau mau merasa muda terus, jangan lihat umur, lihat ke  dalam jiwa masing-masing aja. &lt;br /&gt;Bottomline, cukup sudah dengan pertanyaan, "Kapan nikah?" itu setiap ada pertemuan keluarga. Kalau saatnya tiba, mereka akan menikah juga, dengan orang yang dicintai dan mencintai, dengan persiapan yang matang, dengan usia yang matang (tak ada kata terlambat untuk menikah, kan?), dan kalau pun pada akhirnya mereka memilih untuk tidak menikah, hargailah. Itu mutlak pilihan mereka sendiri. Siapa kamu, siapa saya, siapa kita yang dengan songongnya menilai dan menghakimi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-8314793250365031908?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/8314793250365031908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/09/jomblo-is-not-crime.html#comment-form' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/8314793250365031908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/8314793250365031908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/09/jomblo-is-not-crime.html' title='Jomblo Is Not A Crime'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-2355227603107928988</id><published>2011-08-30T22:30:00.000-07:00</published><updated>2011-09-05T04:30:47.860-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Idul Fitri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><title type='text'>Ketupat Masa Kecil</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-lb-xJuicQ9s/Tl3G2Vp7RbI/AAAAAAAAAkU/9oOJakw_r34/s1600/ketupat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="173" src="http://4.bp.blogspot.com/-lb-xJuicQ9s/Tl3G2Vp7RbI/AAAAAAAAAkU/9oOJakw_r34/s320/ketupat.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;suara takbir yang indah....selalu membawa terbang ke masa kecil...saat hari raya selalu bermakna sederhana, sesederhana baju baru dari mama..&lt;br /&gt;subuh Idul Fitri seperti hari ini, takbir dari corong masjid digaduhi oleh suara saling berebut kamar mandi, tak ingin terlambat utk sholat Id...&lt;br /&gt;semua sibuk mencari sajadah dan koran untuk alas sholat di lapangan masjid, tidak lupa kantong kresek untuk menyimpan sandal nanti...&lt;br /&gt;sambil mengira-ngira, siapa yang nanti bertamu ke rumah, berapa yg akan didapat dari salam tempel sanak saudara...&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;sesederhana itu Idul Fitri di masa kecil...seindah itu kenangan yang selalu terbawa sampai sekarang...&lt;br /&gt;dulu Idul Fitri tak pernah direcoki dengan SMS lebaran atau HP yang low-bat, hari raya adalah saatnya bertemu muka...&lt;br /&gt;kadang bertanya2, "siapa dia ya?" saat ada wajah asing hadir di ruang tamu, karena memang tak pernah bersua sebelumnya, Idul Fitri mempertemukan....&lt;br /&gt;menyodorkan tangan semata karena disuruh oleh orang tua, sebagai tanda kepatutan berhari raya dan sopan santun yang belum dipahami maknanya kala itu...&lt;br /&gt;duduk dengan tertib di ruang keluarga, memandang bertoples-toples kue yg dimasak sendiri dua hari sebelumnya, mencomot segenggam kacang bawang lalu duduk manis kembali...&lt;br /&gt;televisi dalam keadaan mati, karena tak ada alasan untuk menontonnya hari itu...buat apa? &lt;br /&gt;Idul Fitri dengan segala kegaduhannya di depan mata ini jauh lebih menarik utk dilihat... &lt;br /&gt;kadang bertanya-tanya, kenapa para orang tua ini bertangis-tangisan? Apa yang ditangisi di hari yang bahagia ini? &lt;br /&gt;Dengan suatu alasan yang tak bisa dijelaskan, air mata kadang ikut merebak, padahal tidak mengerti mengapa harus ikut menangis...&lt;br /&gt;keharuan saat Idul Fitri selalu menular dengan cepat...bahkan kepada anak-anak yang tak paham seperti kami kala itu...&lt;br /&gt;saat mereka, para orang tua, belum juga merasa cukup bertangis-tangisan, kemudian mereka akan tertawa terbahak2, entah apa yang bisa menjadi begitu lucu, setelah sesuatu yg begitu menyedihkan membuat mereka menangis tadinya...&lt;br /&gt;lagi-lagi, kami hanya menonton dengan penuh minat, merekam dengan jelas ke dalam memory card dalam benak kami, ini kenangan Idul Fitri...&lt;br /&gt;tak perlu lama untuk merasa bosan, itu takdir kami sebagai kanak-kanak...&lt;br /&gt;si bayi mulai merengek, si batita mulai berlari-larian, si balita mulai mengacak-acak toples-toples kue...dan chaos pun menjelma...rumah hancur berantakan...&lt;br /&gt;tapi karena ini Idul Fitri, tak ada orang tua yang akan memarahi..semua terlalu sibuk berbahagia hari ini...&lt;br /&gt;satu yang paling ditunggu, tapi tunggu! makan ketupatnya dulu, dengan serundeng, rendang dan gulai sayur labu...awas baju barunya kotor! setelah itu, berbarislah yg tertib di depan orang-orang yang lebih tua...jeng jeng jeeeng...ini dia! yang selalu kami tunggu di hari raya!&lt;br /&gt;kami memastikan kalau tak ada satu orang tua pun yang terlewat, kadang tante ini bisik-bisik, "sst, minta ke om itu, duitnya banyak!" hahaha...&lt;br /&gt;kalau semua sudah memberi salam tempel, kami berlari keluar rumah, menghitung 'pendapatan' masing2...harusnya sih sama... &lt;br /&gt;dengan saku baju baru yang sudah penuh terisi uang, kami hanya bisa menahan diri untuk tidak jajan, karena tak ada warung yg buka hari ini...&lt;br /&gt;ide dari mama untuk ditabung melayang sudah...besok kalau warung sudah buka mau beli ini, itu dan anu...pokoknya harus! &lt;br /&gt;sesederhana apapun itu, kenangan Idul Fitri tak akan pernah hilang dari ingatan...&lt;br /&gt;toples isi kue, baju baru, suara tangis, suara tawa, gelas pecah, kuah gulai yg tumpah, saku penuh uang, bersalam-salaman dengan semua orang, lalu duduk kelelahan menunggu semua kembali seperti hari biasa lagi..&lt;br /&gt;hanya hari ini, satu hari berlalu dengan kenangan yg indah, perut yg kenyang dan saku yang penuh uang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri, saudara2ku...selamat mengukir satu lagi kenangan dari indahnya bersilaturahmi dan bermaaf-maafan, dengan siapa pun...&lt;br /&gt;Semua terlalu indah utk dilalui hanya dengan menonton acara lawak di TV, mengutak-atik HP, bahkan OL di FB dan twitter (seperti ini)...hahahaa.. &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-2355227603107928988?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/2355227603107928988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/08/ketupat-masa-kecil.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/2355227603107928988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/2355227603107928988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/08/ketupat-masa-kecil.html' title='Ketupat Masa Kecil'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15782086161876979609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/-ZcV98eaBYWY/TuufX8cw8II/AAAAAAAAAnI/QTR0c83arZI/s220/banner.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-lb-xJuicQ9s/Tl3G2Vp7RbI/AAAAAAAAAkU/9oOJakw_r34/s72-c/ketupat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-7771715804914520353</id><published>2011-08-21T02:00:00.000-07:00</published><updated>2011-08-21T02:31:08.100-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='januari 50k'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='50ribu kata untuk januari'/><title type='text'>January 50K (#25): What The...?</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-pb4QpCn5oXA/TlDK4-PTTUI/AAAAAAAAAkM/iuMbkSqUPSU/s1600/what+the.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-pb4QpCn5oXA/TlDK4-PTTUI/AAAAAAAAAkM/iuMbkSqUPSU/s320/what+the.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kabar rencana perceraian Sandra dan Reza sukses bikin gagal acara &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;weekend&lt;/i&gt; ke Singapura ketiga lajang itu. Ralat, dua lajang yang urung pergi. Karena alasan ikut prihatin, Tasha memutuskan untuk tidak jadi pergi dan memilih untuk menemani Sandra kalau-kalau diminta nantinya. Donny manyun, ngapain ke Singapura berdua sama Decky? Lama-lama, beneran dia bisa dikira gay sama orang-orang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Decky sendiri memilih tetap pergi. Dua alasan utama. Pertama, bukannya dia tidak ikut prihatin akan prahara rumah tangga yang lagi dihadapi sama Sandra saat ini, tapi karena hanya dia yang tahu kalau sangat besar dalam kemungkinan perceraian mereka itu ada namanya tersangkut. Apa kabar dunia kalau tiba-tiba nanti dia dapat surat panggilan sidang cerai mereka sebagai saksi? Uum, mungkin nggak, sih? Apa pun, Decky mending menjauh aja, deh! Kedua, dia harus tetap ke Singapura, ada atau tidak adanya kejadian yang menimpa Sandra ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Decky sudah ada di bandara Soekarno Hatta siang itu. Dia berusaha menghubungi Donny untuk memastikan apakah Donny jadi ikut dengannya atau tidak. Nggak lucu kan begitu pesawat sudah &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;take off&lt;/i&gt;, tahu-tahu si Donny nongol di Bandara cuma gara-gara salah lihat jadwal pesawatnya. Lagian, memang belum ada konfirmasi lebih lanjut dari Donny tentang jadi atau tidaknya dia berangkat ke Singapura. Mengingat niat  awalnya sudah hampir bisa dipastikan yaitu ke Singapura untuk pacaran sama Tasha, sedangkan sekarang Tasha tidak jadi berangkat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Don, jadi pergi gak lo?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Nggak tau nih, Ky. Menurut lo enaknya gimana? Mana tiket promo, nggak bisa di-&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;refund&lt;/i&gt;. Rugi juga gue.&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt; Return&lt;/i&gt;, lho! Tapi ya, mau apa lagi…Ah, jadi bingung, deh!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Ya, udah..pergi aja kan nggak masalah juga. Tapi gue nggak janji ya bisa nemenin lo di sana.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Pret lu ah! Gue juga ogah kemana-mana bareng lo, emang gue cowok apaan! Mending gue jalan sendiri. Lagian gue tau kok, lo ada urusan yang lebih penting di sana. Cuma sekarang, mau ngapain gue sendirian di sana?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Terserah! Ini pesawat berangkat sejam lagi. Kabarin gue kalo lo jadi atau nggak, ya!” Decky mengakhiri pembicaraan mereka di telepon.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Decky sudah masuk ke ruang tunggu yang memang sudah dibuka. Memainkan Blackberry-nya tanpa tahu apa pastinya yang harus dilakukannya dengan benda kecil itu. Pikirannya jelas bukan berada bersamanya saat ini. Entah di Singapura, entah di Jakarta memikirkan Sandra, entah di mana. Decky tidak bisa mencegah dirinya untuk tidak memikirkan Sandra dan masalah rumah tangganya. Sampai sekarang dia masih tak habis pikir, terheran-heran luar biasa, bagaimana seseorang bisa menyimpan cinta begitu lama dan setelah melalui begitu banyak kejadian dalam hidupnya yang sama sekali tidak melibatkan Decky di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Demi Tuhan, Sandra sudah menikah dan punya anak! Kebahagiaan seperti apa lagi yang dicarinya? Tidak ada yang bisa mengatakan kalau Sandra tidak bahagia selama ini. Dia menikah dengan lelaki pilihannya sendiri. Hidup mapan, dikaruniai seorang anak yang sehat, lucu dan menggemaskan. Kalau Decky berada di posisi Sandra, pilihan ekstrimnya demi menikmati hidup adalah berhenti bekerja dan memulai usaha di rumah. Begitu indahnya bagi Decky melihat keluarga bahagia seperti keluarga Ratna dan Sandra. Mereka berdua seperti pemasang garis standard yang harus dilalui oleh ketiga sahabat mereka yang belum menikah. Jangan menikah kalau kalian tidak bisa sebahagia kami atau lebih! Kira-kira begitu mungkin kalimat &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;passing grade&lt;/i&gt; untuk hal itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tapi lihat sekarang. Sandra mempertaruhkan segalanya. Bukan lagi mempertaruhkan, mungkin malah sudah menyerahkan segalanya. Demi apa? Demi Decky? Bahkan sulit sekali bagi Decky untuk sedikit saja merasa bangga pada dirinya, karena Sandra lebih memilih dia daripada suaminya. Itu benar-benar pikiran tolol menurut Decky. Bahkan ego laki-lakinya tidak terpancing untuk keluar dan &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;bragging&lt;/i&gt; tentang hal itu. Ini bukan prestasi. Sama sekali bukan!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sebuah SMS masuk. Dari Tasha. “Ki, Sandra otw ke bandara, mau nyusul elo! Gw baru aja dikasih tau Ratna. Duh, kayaknya stress beneran deh tu anak. Gw udah tau ceritanya. Gk nyangka gw, ternyata Sandra cinta mati sama elo dari kuliah. OMG! &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;I’m on my way too!”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;What the…?!!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; Decky panik, walaupun nggak jelas juga kenapa dia harus panik. Sebentar lagi pesawatnya &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;take off&lt;/i&gt;, dia sudah ada di dalam &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;waiting room&lt;/i&gt;. Biarpun Sandra bisa menyusul ke bandara, nggak mungkin juga dia bisa masuk sampai ke ruang tunggu ini. Kecuali dia masih sempat beli tiket yang sama, atau ketemu sama bapak petugas penjaga pintu masuk yang terenyuh mendengar kisahnya. Mendadak Decky terbayang adegan Cinta yang ngos-ngosan mengejar Rangga di airport di film AADC. Astaga! Sumpah, norak bangeeet!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ping! BBM masuk, dari Sandra, di grup &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;private&lt;/i&gt; mereka, Decky, Sandra dan Ratna. Itu artinya Ratna pasti baca juga BBM ini. “Gue harus ketemu lo, Ki! Plis, tunggu!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ping! Dari Ratna. “Ki, tunggu aja deh. Kalo bisa lo keluar dulu sebentar buat nemuin kita.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Astaga! Kenapa sih perempuan-perempuan ini? Decky menekan nomor Donny. Nggak tahu juga kenapa dia malah menghubungi Donny. Tapi paniknya sudah sampai ke ubun-ubun. Boro-boro bisa balas BBM dari Ratna dan Sandra itu, memutuskan untuk duduk atau berdiri aja sekarang dia bingung. Decky berjalan mondar-mandir di dalam ruang tunggu itu sambil menunggu Donny mengangkat telepon.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Ki, gue &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;on the way&lt;/i&gt; ke bandara. Lo tunggu di luar, ya! Sandra mau nyusul lo, kata Ratna. Waduh, sumpah gue nggak tau mau ngomong apa, Ki! Gue baru tau kalo Sandra…” Seperti biasa, Donny yang nggak kenal sama &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;phone courtesy&lt;/i&gt; itu, nyamber begitu mengangkat telepon dari Decky.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Iya, iya…buruan ke sini! Gue bingung, nih! Mau apa Sandra nyusul gue ke sini? Lagian pesawat gue kurang dari sejam lagi berangkat!” jawab Decky cepat lalu langsung memutuskan pembicaraan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Decky kembali jalan mondar-mandir di ruang tunggu. Mau mikir juga sekarang rasanya tidak mungkin. Otaknya sedang tidak bisa diajak bekerja dengan maksimal. Satu-satunya yang ada di dalam kepalanya sekarang hanya sebuah pertanyaan. Mau apa Sandra nyusul dia ke bandara?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Belum-belum Decky sudah bisa membayangkan adegan drama yang nanti akan terjadi. Sandra akan berlari-lari sambil memanggil namanya dari kejauhan. Sementara Ratna dan Tasha, mungkin juga Donny, akan berusaha untuk mencegahnya. Lalu dia? Ya, apa yang akan dilakukannya? Berdiri diam seperti orang bego? Menunggu Sandra sampai di hadapannya? Lalu apa? Masalahnya dia sama sekali tidak tahu apa maunya Sandra. Ah, sinting!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sebuah SMS masuk. Dari Tasha. “Ki, Sandra sama Ratna udah sampe di bandara. Mending lo keluar dulu sebentar. Gw sebentar lagi sampe!” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;In the name of my whole life of searching for love! What is going on here?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; Decky nyaris berteriak saking paniknya. OK, tenang, mas bro, ujarnya dalam hati. Jangan panik kayak ibu-ibu kebakaran daster. Mari berpikir seperti seorang laki-laki. Pakai logika, jangan pakai perasaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Decky menarik nafas panjang sebelum akhirnya berjalan keluar ruang tunggu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Mas, sebentar lagi pintu pesawatnya mau dibuka. Sepuluh menit lagi &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;take off!”&lt;/i&gt; kata petugas yang menjaga di pintu ruang tunggu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Iya, mas! Ada yang ketinggalan. Tunggu sebentar, ya!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Decky berlari sambil meringis. Yeah, &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;right!&lt;/i&gt; Yang bener aja itu pesawat mau nungguin dia. Siapa elo? Ah, bodo, deh! Yang penting dia harus selesaikan dulu masalah ini. Entah masalah siapa, yang pasti dia nggak mungkin pergi begitu aja ninggalin Sandra tanpa tahu apa maunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dari kejauhan dia sudah bisa melihat Sandra dan Ratna di depan pintu kaca untuk masuk ke area &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;check-in&lt;/i&gt; penumpang. Mereka sedang berbicara dengan seorang petugas. Sandra melihat Decky berjalan dengan cepat ke arah mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Decky!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Decky tersenyum canggung kepada si petugas dan berusaha melewatinya. Dia menarik tangan Sandra keluar dan menjauh dari depan pintu kaca itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Ada apa, sih San?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sandra diam menatap Decky. Ratna menunggu dari kejauhan. Celingak-celinguk menunggu Tasha dan Donny. Decky menunggu Sandra menjawabnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Suara derap sepatu orang berlari terdengar mendekat. Sandra, Ratna dan Decky melihat ke arah datangnya suara itu. Tasha dan Donny ternyata sampai bersamaan di bandara. Mereka sedang berlari-lari ke arah mereka bertiga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sekarang lima sahabat itu sudah berkumpul, canggung sekali. Decky dan Sandra agak memisah, sedangkan Ratna, Tasha dan Donny memandang mereka dari jarak tiga meter. Pemandangan yang aneh sekali. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“OK. Aku udah nggak peduli lagi kalau semuanya ikut mendengar ini. Decky, &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;will you marry me? &lt;/i&gt;Aku akan kasih hak asuh Dio ke mas Reza. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Please,&lt;/i&gt; Decky. Menikah denganku! Jangan pergi mencari Kayla! Dia sudah menikah dan bahagia di sana! Aku yang selama ini mencintaimu tanpa henti!” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Manusia lalu lalang di hadapan mereka, tapi hanya diam dan dingin yang terasa aneh yang kini dirasakan oleh keempat sahabat Sandra. &lt;i&gt;Is she out of her mind?!&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERSAMBUNG&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Image from www. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;thebroadhighway.blogspot.com&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;  &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-7771715804914520353?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/7771715804914520353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/08/january-50k-325-what.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/7771715804914520353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/7771715804914520353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/08/january-50k-325-what.html' title='January 50K (#25): What The...?'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-pb4QpCn5oXA/TlDK4-PTTUI/AAAAAAAAAkM/iuMbkSqUPSU/s72-c/what+the.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-8096402911832559527</id><published>2011-08-12T23:12:00.000-07:00</published><updated>2011-08-12T23:18:33.534-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Secarik Surat Tentang Cinta, Logika dan Pengorbanan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-iEg89DV16h0/TkYWyz7_1eI/AAAAAAAAAts/bDkY81qwOF4/s1600/surat.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5640220645519250914" src="http://3.bp.blogspot.com/-iEg89DV16h0/TkYWyz7_1eI/AAAAAAAAAts/bDkY81qwOF4/s320/surat.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 227px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dilahirkan dari sebuah keluarga yang penuh cinta. Dimana cinta menjadi satu-satunya sumber kekuatan dalam kehidupan. Berawal dari keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Baik, cinta datang ke sekujur tubuh sejak kami kecil hingga saat ini. Tak berlebihan rasanya jika aku bisa mengatakan kalau cinta menjadi satu-satunya jawaban dalam setiap masalah kehidupan kami.Aku meyakini itu, sampai beberapa saat yang lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku menemukan cinta sebagai sesuatu yang lebih dari sekedar jawaban. Karena seperti pisau bermata dua, cinta ternyata bisa menjadi sebuah pertanyaan, tidak hanya jawaban. Aku merasa dikhianati dan ketika sesuatu yang kau yakini berbalik mengkhianatimu, hatimu akan mendingin. Bunga es akan tumbuh perlahan, dinginnya menusuk sampai ke tulang-belulangmu. Seperti itulah perasaanku ketika berhadapan dengan pengkhianatannya. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya mampu terdiam dan berpikir. Mengapa begitu sulit untuk dapat mengerti dan dimengerti oleh dia yang aku cintai? Padahal seperti keyakinanku selama ini, tak akan ada yang sesukar ini selama ada cinta di antara kami. Apa pun itu, cinta selalu datang sebagai jawaban dari masalah-masalah kami. Tidak untuk sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta berkhianat. Alih-alih dia datang sebagai jawaban, dia justru muncul di hadapanku dengan mengenakan jubah bergambar tanda tanya besar. Dia kemudian berkata padaku, "Kalau memang cinta, mengapa hatimu resah seperti sekarang ini? Kau lihat, tak selamanya aku bisa menjadi jawaban untuk semua masalahmu! Sudah saatnya kau tempatkan aku di tempat lain, selain di hatimu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana lagi aku harus menempatkannya selain di hatiku? Sedangkan selama ini yang aku tahu, cinta selalu datang dari relung terdalam sebuah rasa yang paling primitif dalam jiwa manusia, hatinya. Aku berpikir dan berpikir, keras, sangat keras. Mencari-cari mengapa perbedaan antara aku dan dia yang aku cintai tak lagi cukup dijawab dengan cinta saja. Kalau sudah demikian besar perbedaan itu, apakah aku masih bisa mengandalkan cinta di hatiku sebagai sebuah jawaban? Apakah cinta saja cukup untuk membuatku bahagia? Kebahagiaan yang seperti apa yang aku inginkan kalau ternyata bukan cinta yang mendasarinya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku duduk diam, tercenung dan merenung. Merasakan perlahan sebuah rasa merayap naik, dari hatiku menuju kepalaku. Cinta bergerak dan berusaha membantuku mencari jawaban dari semua kekacauan dan kelelahan ini. Dia kini bertengger di kepalaku, dalam pikiranku. Dan seperti sebongkah es di bawah terik matahari, wujudnya pun perlahan berubah. Dia bermetamorfosis menjadi logika, sangat perlahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika sebuah cahaya menitik di gelapnya relung hatiku yang lelah dan penuh tanda tanya. Selama ini yang aku tahu, cinta tak mengenal logika. Aku mencintai tanpa syarat dan kondisi. Aku menerima segala sesuatu yang menyertai cinta sebagai sesuatu yang tak bisa diubah dan diperbaiki. Karena selama ini aku percaya, cinta dan pengorbanan adalah teman sejati. Tak heran hatiku menjadi begitu lelah setelah sekian lama. Ah, harusnya sejak lama aku mempertemukan cinta dengan logikaku. Setidaknya aku tak akan merasakan kelelahan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-8096402911832559527?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/8096402911832559527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/08/secarik-surat-tentang-cinta-logika-dan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/8096402911832559527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/8096402911832559527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/08/secarik-surat-tentang-cinta-logika-dan.html' title='Secarik Surat Tentang Cinta, Logika dan Pengorbanan'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-iEg89DV16h0/TkYWyz7_1eI/AAAAAAAAAts/bDkY81qwOF4/s72-c/surat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-6236584239865341056</id><published>2011-08-10T10:16:00.000-07:00</published><updated>2011-08-10T10:17:39.999-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='english'/><title type='text'>When smile says everything, words can do more..any words</title><content type='html'>I spent most of my life trying to make my parents proud of me. Achievements that I thought would make them say the words, "Proud of you!". But it never came out from them. I did good though, in school, in life. But the fact that my parents are not the most expressive people, made me understand that sometimes smile said everything. When I published my first book, they also gave me smile.They didn’t say anything, just smile. That’s enough for me to know that they’re happy with my achievement. But were they proud of me? I still didn’t know.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My 35th birthday was just 5 days ago. They said, "Happy birthday!" to me and that's all, just like any other birthdays I had before. But today, my mom called and said, “We’ll buy you a netbook for your birthday present. How’d you like it?”. I said, “I’d love it!”. The last time I can remember they gave me a birthday present, it was maybe 25 years ago. It’s just not a common thing in my family. And no one complained about it. So, when today my mom offered me a birthday present, it felt like I went back to my childhood. It felt nice. But that’s not the lightning strike. I was feeling awkward at first, then I smiled.I think to myself, “Maybe, just maybe, this is their way to say that they’re proud of me becoming a writer!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I know, I don’t have to confirm that to them. The fact that it’s just a guess is enough for me. Because I know them for my whole life. When smile says everything in my family, words can do more..any words.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-6236584239865341056?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/6236584239865341056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/08/when-smile-says-everything-words-can-do.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/6236584239865341056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/6236584239865341056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/08/when-smile-says-everything-words-can-do.html' title='When smile says everything, words can do more..any words'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-3335818564487167371</id><published>2011-08-09T11:31:00.000-07:00</published><updated>2011-08-09T12:08:08.169-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Tutu Sisi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-XwURHi0XbYU/TkF9xuCX6qI/AAAAAAAAAtI/LjiW-cX6vW4/s1600/tutu%2Bsisi.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5638926501569620642" src="http://1.bp.blogspot.com/-XwURHi0XbYU/TkF9xuCX6qI/AAAAAAAAAtI/LjiW-cX6vW4/s320/tutu%2Bsisi.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 228px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi meringis menahan perih di ujung kakinya. Tutu pink bertali panjang yang melingkari betis indahnya terpasang di sana. Sisi tahu kuku ibu jari kakinya sudah mulai mengelupas dan lecet. Tapi dia tetap memaksakan diri untuk mengikuti intruksi miss Patsy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Point!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Flex!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Point!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Flex!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sisi! What’s wrong with you today? Kamu seperti anak baru belajar balet kemarin sore! Jangan bilang kalau ujung-ujung jarimu sakit. Kamu sudah tiga tahun belajar balet! Dan ini baru pemanasan!” &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miss Patsy menegurnya dengan suara keras. Sepertinya dia menangkap raut wajah meringisnya tadi. Sisi menelan ludah, menahan malu karena seisi kelas dalam ruangan berkaca itu memandangnya dengan tatapan aneh. Sisi, ballerina kebanggaan miss Patsy, ditegur? Tidak pernah terjadi sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“I’m sorry, miss…,” kata Sisi dengan pelan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miss Patsy meneruskan latihan hari itu. Masih dengan gerakan pemanasan kaki di sepanjang dinding ruang latihan yang dipasang tiang pegangan itu. Sisi berusaha keras untuk tidak merasakan sakit di ujung-ujung jari kakinya itu. Ada bagian lain dari dirinya yang terasa lebih sakit saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu minta ini, kan?” Plak! Sebuah tamparan keras mendarat di pipinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darah mengalir dari ujung bibir. Sama sekali tidak berani untuk bergerak mengusapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lakukan apa yang aku suruh! Sekarang!” Plak! Sebuah tamparan keras lagi, kali ini di pipi kirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air menggenang di matanya, sebisa mungkin ditahannya untuk tidak jatuh menetes di pipinya. Makin lemah dia terlihat, maka manusia di hadapannya itu akan makin murka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Arabesque!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi menurunkan tubuhnya. Satu kakinya diangkat lurus ke atas. Berusaha sedapatnya meluruskan punggungnya dengan sempurna. Sebelah tangannya berpegangan pada tiang di samping dinding kaca ruang latihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Arabesque, Sisi!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miss Patsy datang menghampirinya. Menekan punggungnya sampai jauh ke bawah. Sisi menahan nafas. Ini bukan gerakan sulit untuknya. Tekanan yang dilakukan miss Patsy sebenarnya tidak dibutuhkannya. Hanya saja pikirannya sekarang sedang teringat dengan sebuah tekanan keras lain yang dialaminya semalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan bergerak! Atau kau mau kutampar lagi?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menahan nafas. Tubuh besar manusia besar di atasnya itu menekannya dengan kuat. Ringkih badannya semakin merosok masuk ke dalam empuk ranjang tidurnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi bersiap melakukan latihan lompatan Grand Jete. Menunggu gilirannya tiba. Kakinya masih terasa sakit. Tapi ada yang lebih sakit dirasanya saat ini. Sisi tahu ujung kuku-kuku jari kakinya mulai basah karena darah yang merembes. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grand Jete-nya harus sempurna seperti biasa. Lompatan besarnya selalu dijadikan contoh di kelas miss Patsy. Sisi tidak pernah gagal melakukannya. Sisi mengangkat kedua tangannya tinggi sebelum mulai berlari. Cukup tiga atau empat langkah besar sebelum lompatan tinggi dengan kaki terbentang lurus di udara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia besar di atasnya bergerak dengan kasar. Satu, dua, tiga, empat. Dia tak mampu menahan teriakannya. Sakit itu terlalu hebat untuk dapat ditahannya. Tapi manusia besar di atasnya tidak peduli. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plak! Sebuah tamparan kembali mendarat di pipinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menutup mata berusaha membayangkan Grand Jete sempurna yang selalu dilakukannya dalam setiap pagelaran ballet yang pernah diikutinya. Satu, dua, tiga, empat. Hatinya menghitung langkahnya sebelum melompat. Seirama dengan gerakan laki-laki yang sedang bergerak kasar di atas tubuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brak! Sisi terhempas di atas lantai kayu ruang latihan. Pendaratannya kacau. Kakinya tidak menjejak lantai tepat pada waktunya. Fatal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“That’s it, Sisi! Take a break!” Miss Patsy berteriak kesal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi berusaha keras menahan segalanya yang siap keluar dan meledak dari dalam tubuhnya saat ini. Sakit, air mata, takut dan sekali lagi, sakit. Dia berjalan tertatih menuju pojok ruang latihan. Terduduk di lantai kayu dingin itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miss Patsy menghampirinya. Ikut duduk berjongkok di hadapannya. Memandang Sisi dengan tidak mengerti ke arah murid kesayangan dan kebanggaannya itu. Sisi benar-benar kehilangan fokus dan konsentrasinya hari ini. Dan itu tidak biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada apa, Sisi?” tanyanya dengan suara pelan dan tatapan simpati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi tergugu tidak bisa menahan tangisnya. Duduk memeluk kedua lututnya dan menangis tersedu-sedu. Dia tidak bisa menjawab pertanyaan miss Patsy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu sakit? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi akhirnya hanya bisa menganggukkan kepalanya. Dia tidak sedang berbohong. Tubuh dan perasaannya memang terasa sangat sakit saat ini. Miss Patsy menganggukkan kepala tanda mengerti. Memberi isyarat agar Sisi membuka pointe shoes di kakinya dan tidak usah melanjutkan latihan hari ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi membuka tutu berbahan satin berwarna baby pink itu. Tali panjang yang melingkari betis indahnya terurai lemah. Perlahan sekali Sisi mengeluarkan kakinya dari dalam tutu. Bebatan kain di ujung kakinya terlihat merah karena rembesan darah. Sudah lama dia tidak mengalami lecet di ujung kakinya. Dan hari ini itu terjadi lagi, seperti saat pertama kali ia berlatih menggunakan tutu dua tahun yang lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi memandang ujung-ujung jari kakinya yang merah karena darah kering. Kepalanya terasa pusing. Ruang latihan seperti berputar mengelilinginya. Semalam ia melihat darah segar dalam jumlah yang lebih banyak. Di atas sprei putih pelapis tempat tidurnya. Sesaat setelah laki-laki besar yang dipanggilnya ‘daddy’ itu berjalan meninggalkannya di atas tempat tidur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak perlu kuingatkan, jangan bilang ibumu!” katanya tanpa menatap wajah Sisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki itu menutup pintu kamarnya dengan keras. Ibu sedang tidak ada di rumah. Dan ‘daddy’ sedang tidak punya pekerjaan saat ini. Pada kenyataannya, dia tidak pernah bekerja sejak setahun yang lalu menikahi ibunya yang sudah empat tahun menjanda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold; text-align: center;"&gt;oooOOOooo &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tutu: sepatu balet dengan ujung yang keras &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Point: gerakan meluruskan ujung kaki sehingga membentuk satu garis lurus &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flex: gerakan telapak kaki membentuk sudut siku-siku dengan tungkai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arabesque: gerakan balet mengangkat satu kaki dan mencondongkan tubuh ke bagian depan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grand Jete: gerakan melompat dalam balet dengan posisi kaki lurus terbuka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pointe shoes: sepatu balet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-3335818564487167371?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/3335818564487167371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/08/tutu-sisi.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/3335818564487167371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/3335818564487167371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/08/tutu-sisi.html' title='Tutu Sisi'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-XwURHi0XbYU/TkF9xuCX6qI/AAAAAAAAAtI/LjiW-cX6vW4/s72-c/tutu%2Bsisi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-1884527116616362805</id><published>2011-08-07T21:35:00.000-07:00</published><updated>2011-08-07T21:53:12.997-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='english'/><title type='text'>tranquility and rejuvenate</title><content type='html'>when do you think you need them desperately? and what is exactly on your mind when you hear those words? spa in some kind of luxurious resort? getting a back massage in a log cabin on the mountain? having a sunbath on the beach? can you guess what's my tranquility and rejuvenating moment? ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tranquility and rejuvenate, two words that seems missing from my daily dictionary. i can hardly  remember when was the last time i had tranquility and a rejuvenating  moment in the last ten years of my life. there's always hectic and  chaotic day with my kids. i often felt that an hour of silence would be  nice to cool down the heat inside my head.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;then one day i actually got  that particular hour. guess what, i didn't get those two words either! i  kept thinking about my kids at my parent's house. i kept thinking was  there anything wrong with them? i kept thinking whether they had eaten  their lunch or not.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;and suddenly i missed those little rascals who  always managed to make my house like a war zone. so i rushed to see  them. and when i saw their faces again, do you know what i felt? i felt  tranquility and a rejuvenating moment at once! hahaaa, so much for  seeking the 'me' time, when that time is actually when i am with them.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-1884527116616362805?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/1884527116616362805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/08/tranquility-and-rejuvenate.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/1884527116616362805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/1884527116616362805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/08/tranquility-and-rejuvenate.html' title='tranquility and rejuvenate'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-7068826846413962315</id><published>2011-08-07T10:37:00.000-07:00</published><updated>2011-08-07T10:38:16.989-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen benda'/><title type='text'>S &amp; P</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-JYuaqoRtULI/Tj7NY2JHqoI/AAAAAAAAAkI/345I3gUqknE/s1600/SP.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-JYuaqoRtULI/Tj7NY2JHqoI/AAAAAAAAAkI/345I3gUqknE/s320/SP.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S mengerling kepada P yang ada di sampingnya. Dengan bahasa isyarat yang hanya mereka berdua yang tahu, S berusaha memberitahu P akan kedatangan  sepasang anak SMP yang masih lengkap dengan seragamnya. Mereka duduk di  hadapan S dan P.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anak laki-laki usia tanggung itu tampak sedikit  grogi. Terus-terusan dia menggaruk-garuk kepalanya seolah ada banyak  kutu bersarang di sana. Sesekali diusapnya keningnya yang lebar. Semua  gerakan-gerakan tidak perlu yang menunjukkan kesalahtingkahannya.  Sementara si anak perempuan berseragam SMP yang datang bersamanya tampak  diam saja. Sibuk mengamati menu.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kelihatannya baru jadian, nih!” Bisik S kepada P. P hanya menggangguk tanda sependapat dengan S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak  lama kedua anak SMP itu memesan makanan dan minuman. Sesekali terdengar  percakapan antara mereka. Kadang mereka tertawa karena lelucon yang  biasa saja lucunya. Kadang lama terdiam seolah berpikir keras mencari  bahan pembicaraan yang lain. Benar-benar pasangan yang manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kira-kira akhirnya nanti bagaimana ya, P?” tanya S kepada P masih sambil terus mengamati kedua anak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita tunggu aja, deh!” ujar P.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak  lama kedua anak SMP itu selesai makan. Si anak laki-laki memanggil  pelayan untuk meminta tagihan. Pelayan pun datang menghampiri mereka  dengan selembar kertas. Diserahkannya kertas tersebut kepada si anak  laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mmm…” Si anak laki-laki tampak serius mengamati tagihan  itu. Si anak perempuan ikut melongok mengamati juga. Kemudian si anak  laki-laki mengeluarkan selembar uang dari sakunya dan meletakkan di atas  meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku makan habis dua puluh ribu pas. Berarti sisanya itu harga makanan kamu ya,” ujarnya enteng kepada si anak perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho?  jadi kita bayar sendiri-sendiri nih? Kirain kamu yang bayarin.  Dimana-mana juga kalau pacaran tuh, cowonya yang bayarin tau!” jawab si  anak perempuan kaget bercampur kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hehehe…itu kan kalau orang  dewasa yang pacaran. Kalau anak SMP kaya kita gini jangan disamain dong!  Uang jajanku aja nggak sampai segini,” ujar si anak laki-laki  cengengesan sambil menunjukkan lembar tagihan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Capedeee…lain  kali bilang ya kalau mau bayar sendiri-sendiri. Untung uang jajanku  belum aku pakai seharian tadi!” Si anak perempuan bersungut-sungut sambil  mengeluarkan selembar uang dari dompet berwarna pink-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S dan P tertawa geli melihat adegan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak  lama kedua anak itu pergi, datang sepasang remaja usia kuliahan ke arah  mereka. Si laki-laki tampak sangat senang, dilihat dari raut wajahnya  yang tidak henti-hentinya mengumbar senyum. Si perempuan tampak  biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka duduk di hadapan S dan P. Sama seperti  kedua anak SMP tadi, mereka makan dan bercakap-cakap. Setelah setengah  jam berlalu, si perempuan permisi untuk ke kamar kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu si perempuan berlalu dari hadapannya, dengan sigap si laki-laki mengambil handphonenya dan menelepon seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh,  kampret! SMS gue gak lo bales-bales. Gila ya, temen lagi usaha gini,  bantuin doong! Gue lagi sama Sandra nih! Kirimin uang sekarang ke ATM  gue, gue takut gak cukup, kan tengsin gue. Pliiiis…” kata si laki-laki  terburu-buru karena melihat si perempuan sudah kembali dari kamar kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita balik sekarang?” tanya si perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tenang  aja dulu. Ngapain buru-buru sih? Kita kan nggak ada rencana mau  kemana-mana lagi abis dari sini?” jawab si laki-laki berusaha mengulur  waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oke…” si perempuan kembali duduk. “Kalau gitu aku mau pesan  kopi sama cake lagi deh!” sambungnya. Si laki-laki menelan ludah sambil  tersenyum dipaksakan.&lt;br /&gt;S dan P tertawa terpingkal-pingkal melihat adegan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang  asyik menertawakan kejadian itu, tiba-tiba sebuah tangan mungil terasa  meraih P dan mengguncang-guncangnya. P terkejut bukan kepalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hatchii…Hatchiii…Huaaaa!” terdengar suara bersin dan disusul dengan tangisan seorang anak anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Marni!  Gimana sih jadi babysitter gak becus! Dilihat dong si dedeknya. Jangan  bengong aja!” Suara seorang wanita yang ketus terdengar. S dan P melihat  seorang babysitter dengan seragamnya tengah membersihkan hidung si bayi  sambil merunduk-runduk meminta maaf kepada nyonya majikannya. Si nyonya  tampaknya sudah lupa dengan kejadian dua detik yang lalu itu. Sekarang  dia kembali sibuk dengan Blackberry Javelin-nya sembari duduk di sebuah  kursi di belakang S dan P. Sang tuan juga tak kalah sibuknya, memegang  Blackberry Bold-nya dan tak henti-hentinya mengetik sesuatu di sana.  Sesekali dilihatnya anaknya yang masih menangis dengan pandangan  terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Udah, bawa main dulu ke taman sana!” Perintahnya kepada si babysitter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S dan P cuma bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat adegan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore  di cafe berlalu lagi seperti biasa untuk S dan P. Menjadi saksi  bisu tingkah laku manusia yang berkunjung ke tempat makan itu. S dan P  yang duduk manis di tengah-tengah meja sebagai condiment selalu mendapat  tontonan seru setiap harinya. Ternyata menjadi Salt dan Pepper tidak  terlalu membosankan, ya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-7068826846413962315?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/7068826846413962315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/08/s-p.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/7068826846413962315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/7068826846413962315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/08/s-p.html' title='S &amp; P'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15782086161876979609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/-ZcV98eaBYWY/TuufX8cw8II/AAAAAAAAAnI/QTR0c83arZI/s220/banner.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-JYuaqoRtULI/Tj7NY2JHqoI/AAAAAAAAAkI/345I3gUqknE/s72-c/SP.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-6634789874878608465</id><published>2011-08-05T08:34:00.000-07:00</published><updated>2011-08-07T21:53:57.571-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><title type='text'>How Can I not Love You?</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Cannot touch, cannot hold&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; Cannot be together&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; Cannot love, cannot kiss,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; Cannot have each other&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; Must be strong, and we must let go&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; Cannot say what our hearts must know&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; How can I not love you?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; What do I tell my heart?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; When do I not want you here in my arms?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; How does one waltz away from all of the memories?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; How do I not miss you when you are gone?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; Cannot dream, Cannot share,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; Sweet and tender moments&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; Cannot feel how we feel,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; Must pretend it's over&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; Must be brave, and we must go on&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; Must not say what we've known all along&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; How can I not love you?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; What do I tell my heart?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; When do I not want you here in my arms?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; How does one waltz away from all of the memories?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; How do I not miss you when you are gone?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; How can I not love you?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; Must be brave, and we must be strong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; Cannot say what we've known all along&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; How can I not love you?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; What do I tell my heart?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; When do I not want you here in my arms?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; How does one waltz away from all of the memories?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; How do I not miss you when you are gone?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; How can I not love you when you are gone?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(How Can I not Love You- Joy Enriquez)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thank's to &lt;a href="http://my30s-world.blogspot.com/"&gt;blognya si Indah&lt;/a&gt;, lagu ini jadi terngiang-ngiang di telinga saya sampai saat ini. Huhuhuhu...if there's one song that can shed tears in my eyes, then this is it! Bukan cuma karena melodi-nya yang memang bikin hati teriris, terkoyak dan terhancurlebur tak bersisa (gk afdol kalo gk lebay), tapi juga kalimat-kalimat dalam liriknya yang 'eeugh' banget. T_T&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebayang nggak kalau kita jadi seseorang yang harus mengucapkan kata-kata dalam lirik lagu itu? Simak aja dari awal lagu sampai akhir lagu, dia benar-benar tidak punya pilihan sama sekali selain pergi dan meninggalkan semua yang dicintainya. Bahkan untuk mengucapkan kata 'cinta' itu lagi dia sudah tidak bisa. Tapi nggak jelas juga apa alasan dan penyebabnya kenapa bisa sampai kejadian seperti itu. Yang pasti, lagu ini sedih banget. Terus terang, kalau pikiran membawa saya ke sebuah kisah roman, maka kisah cinta Siti Nurbaya dan Samsul Bahri yang terbayang-bayang oleh saya. Wkwkwkwk, dasar emak-emak jadul. Kenapa bukan Romeo dan Juliet aja, sih? Ehm, hellooo, Romeo dan Juliet itu lebih jadul lagi bukan? Hahahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh, jangan ngakak dulu dong! Ini lagi berusaha membangun mood yang mellow yellow hellow, nih malam ini. Saya jadi mikir (kebiasaan mikir yang nggak penting, terus lupa yang penting), hal-hal tertentu dalam hidup kita kadang terlepas atau terpaksa harus dilepas, demi sesuatu, tidak peduli bagaimana cintanya kita pada hal itu. Semacam takdir, sesuatu yang kita tidak bisa hindari. Murni, tangan Tuhan yang melakukannya. Kita nggak bisa protes, walaupun bagaimana nelongso-nya hati ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi mencoba belajar dari lagu ini untuk sesuatu yang jauh lebih universal dibanding sekedar kisah cinta tak kesampaian. Siapa tahu, maksudnya si penulis lirik lagu ini juga memang bercerita tentang sesuatu yang lebih dari itu. Sering kita berada pada suatu keadaan di mana 'ngotot' itu memberi energi lebih untuk mendapatkan sesuatu yang sudah lama kita idam-idamkan. Ngotot campur penasaran, akhirnya berbuah menjadi 'ngoyo' yang lumayan konyol. Sebab kalau sudah sampai pada taraf 'ngoyo', biasanya kita sudah mulai mengabaikan akal sehat dan logika. Apapun akan dilakukan, asal keinginan itu didapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita suka lupa, bahwa ya, dalam hidup manusia memang dituntut untuk berusaha keras sebelum bisa menikmati hasil. Yang terlupakan (seringnya) adalah kita pikir kitalah si penentu hasil itu. Kalau usaha sudah demikian kerasnya, maka hasilnya 'HARUS' sesuai dengan usaha kita. Itu logikanya. Tapi sekali lagi, kita suka lupa, ada pihak yang lebih tahu daripada kita. Dia Maha Tahu, apa yang sudah pantas untuk kita, dan apa yang harus di-pending dulu olehNya, walaupun kita sudah berusaha keras. Dia tidak perlu memberikan alasannya, kita yang bertugas untuk mencari hikmah kegagalan jika itu terjadi. Dia, Tuhan, yang Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, seperti kata orang-orang tua kita dulu, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hidup jangan ngoyo. &lt;/span&gt;Saya setuju itu, jangan ngoyo, plus jangan lembek juga. Toh, tak ada usaha yang sia-sia. Yang ada hanyalah penangguhan dan buah yang lebih manis bagi mereka yang terus berusaha dalam sabar. Ahik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thank's to Indah! Lagu ini jadi jauuuh lebih bermakna buat saya sekarang. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw, kemaren saya ulang tahun yang ke-35. Hihihihi, 35 is the new 20! Bahagia banget saya dapat hadiah istimewa dari sahabat-sahabat saya. Semacam cara lain memandang value diri sendiri melalui kacamata orang lain. You'll be surprised when you know what people really think about yourself! Baca deh &lt;a href="http://www.kampungfiksi.com/2011/08/there-is-something-about-winda.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;di sini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Beneran, bikin hati meleleh lumer. Moga-moga Tuhan mengampuni dosa-dosa saya dan menjauhkan saya dari kesombongan. Aamiin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-6634789874878608465?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/6634789874878608465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/08/how-can-i-not-love-you.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/6634789874878608465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/6634789874878608465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/08/how-can-i-not-love-you.html' title='How Can I not Love You?'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-5576157868322505251</id><published>2011-08-03T07:31:00.000-07:00</published><updated>2011-08-07T21:54:52.334-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><title type='text'>"Just do it! You've got nothing to lose!"</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-UFDaMgYQeBg/Tjll2huxrZI/AAAAAAAAAsw/5OF8Vh3yhTg/s1600/just%2Bdo%2Bit.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5636648396072791442" src="http://3.bp.blogspot.com/-UFDaMgYQeBg/Tjll2huxrZI/AAAAAAAAAsw/5OF8Vh3yhTg/s320/just%2Bdo%2Bit.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 227px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;"Just do it! You've got nothing to lose!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ahahaha, sepertinya kata-kata itu ringan sekali, ya kedengarannya? Tapi coba deh kita pikir lagi, sebenarnya ada nggak sih sesuatu di dunia ini yang kita lakukan nothing to lose? Maksudnya, either kamu melakukannya atau tidak, tidak ada ruginya, jadi lakukan saja. Hmmm, let me think!&lt;br /&gt;Makan? Ups, kalau kebanyakan bisa sakit. You've got something to lose. Hahaaaa...&lt;br /&gt;Mimpi? Oww, jangan salah, jangan-jangan kalau nggak kesampaian kamu jadi stress. Hihihihi...&lt;br /&gt;Mandi? Keseringan mandi bisa masuk angin dan biaya air membengkak, cyiin! Wkwkwkwk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hasil pembicaraan heart to heart antara perempuan-perempuan ceria di sebuah gua yang saya angkat sebenarnya. Mengenai pilihan dalam hidup. Masalah demi masalah selalu ada di depan kita. Selesai yang satu, yang lain muncul. Yang satu belum selesai, masalah lain ngekor. Kapan selesainya? Kapan bisa melakukan sesuatu yang bisa kita nikmati kalau begini terus, dong? Jawabannya, nggak akan pernah! Kalau kamu nunggu masalah itu selesai. Sedangkan pilihan sudah dibuat dan diputuskan, lalu bagaimana dong?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri memandang masalah ini sebagai bukan masalah. Pilihan, seperti juga masalah, adalah sesuatu yang tidak akan pernah ada habisnya. Selesai memilih baju untuk dipakai, pilihan untuk menu masakan hari ini sudah menanti. Selesai memutuskan mau masak apa, pilihan langsung cuci piring atau tidak sudah ngantri. Dipilih, dipilih, dipilih! (Berasa kayak di Tanah Abang gue! Wkwkwkwk). Kalau sudah begini, kalimat, "Just do it! You've got nothing to lose!" memang jadi satu-satunya penyemangat untuk melanjutkan pilihan yang kita buat. Toh, bagaimana pun, the show mas gogon...(the show must go on). Hidup terus berjalan. Mau stuck nunggu masalah selesai, silahkan. Mau nunggu ilham jatuh dari langit dan ngasih tahu pilihan kita benar atau salah, ya silahkan juga. Tapi, iya kalau masalahnya selesai cepat. Iya kalau si ilham jatuh dari langit. Kalau nggak? Mau manyun aja sambil nunggu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ih, saya mah ogah! Toh, saya yakin saya ini dibesarkan dengan baik oleh orang tua saya. Artinya, saya merasa mampu untuk menentukan pilihan hidup saya. Kalau pun ternyata pilihan saya salah atau tidak sesuai harapan, toh saya juga paham akan konsekuensi. Itu hukum dasar alam, bukan? Intinya adalah, kita nggak akan jadi manusia yang bergerak ke depan kalau selalu takut. Apalagi merasa takut akan sesuatu yang kita yakini di dalam hati kita. Jangaaan!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi buat siapa saja di luar sana yang merasa masih meragukan pilihan hidupnya, just do it! You've got nothing to lose. Pada akhirnya, sukses atau pun tidak, kamu sudah mencoba dan tidak diam saja seperti orang malas. Yoook!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-5576157868322505251?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/5576157868322505251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/08/just-do-it-youve-got-nothing-to-lose.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/5576157868322505251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/5576157868322505251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/08/just-do-it-youve-got-nothing-to-lose.html' title='&quot;Just do it! You&apos;ve got nothing to lose!&quot;'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-UFDaMgYQeBg/Tjll2huxrZI/AAAAAAAAAsw/5OF8Vh3yhTg/s72-c/just%2Bdo%2Bit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-7421180023729793982</id><published>2011-08-02T15:31:00.000-07:00</published><updated>2011-08-07T21:55:29.884-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='giveaway'/><title type='text'>Pemenang Undian Follower Blog Emak Gaul</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-qlGV8XYxhvg/Tjh5pqPOzxI/AAAAAAAAAsg/qVv4PrM9968/s1600/undian2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5636388030793453794" src="http://1.bp.blogspot.com/-SUFp9LvP2xM/Tjh5DRe1EOI/AAAAAAAAAsQ/UjugWLvb0Pk/s320/undian2.jpg" style="display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Daftar nama follower blog Emak Gaul siap untuk diundi...&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Alhamdulillaah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sahur dan sholat subuh tadi, Fadhil dan Safina ikut proses undian pemenang buku dari blog Emak Gaul. Dan di dapat pemenangnya adalaaaaaah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #330099; font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;phenyukeroo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Gnxsy4Bx794/Tjh5Wf4fqNI/AAAAAAAAAsY/PJPWEKRqGJI/s1600/undian3.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5636388361076713682" src="http://3.bp.blogspot.com/-Gnxsy4Bx794/Tjh5Wf4fqNI/AAAAAAAAAsY/PJPWEKRqGJI/s320/undian3.jpg" style="display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Safina menarik keluar nama phenyukeroo! Selamat yaaa!!!&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irsyam Syam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-8Mr7ztOT_Bs/Tjh6AcYLclI/AAAAAAAAAso/e7An39hn2TI/s1600/undian1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5636389081690370642" src="http://3.bp.blogspot.com/-8Mr7ztOT_Bs/Tjh6AcYLclI/AAAAAAAAAso/e7An39hn2TI/s320/undian1.jpg" style="display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Fadhil menarik keluar nama Irsyam Syam! Selamat yaaa!!!&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selamat yaaa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon bagi para pemenang untuk mengirim alamat pos-nya ke windafitriani@yahoo.com, ocre!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi follower yang belum beruntung, tidak usah kecewa. Masih banyak giveaway dari blog Emak Gaul. Yang penting sering-sering mampir aja ke sini. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat puasa hari ke-3!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-7421180023729793982?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/7421180023729793982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/08/pemenang-undian-follower-blog-emak-gaul.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/7421180023729793982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/7421180023729793982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/08/pemenang-undian-follower-blog-emak-gaul.html' title='Pemenang Undian Follower Blog Emak Gaul'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-SUFp9LvP2xM/Tjh5DRe1EOI/AAAAAAAAAsQ/UjugWLvb0Pk/s72-c/undian2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-955536126067245726</id><published>2011-07-31T10:46:00.000-07:00</published><updated>2011-08-03T01:35:06.265-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><title type='text'>Bermaaf-maafan via Social Media</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-RpFdRwLfZoM/TjWVUmpqTII/AAAAAAAAApU/jGu1K31MMHY/s1600/shake%2Bhand.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5635574689929251970" src="http://4.bp.blogspot.com/-RpFdRwLfZoM/TjWVUmpqTII/AAAAAAAAApU/jGu1K31MMHY/s320/shake%2Bhand.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 306px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang saya bukanlah pegguna teknologi yang baik dan fasih (dibuka  dengan pengakuan...hahahaha...). Walaupun begitu, saya pengagum  perkembangan teknologi yang luar biasa terjadi beberapa tahun belakangan  ini. Internet adalah salah satu yang saya syukuri keberadaannya selain  televisi, telepon dan handphone. Bagi saya internet merupakan pintu  Doraemon yang memudahkan saya pergi ke mana saja. Saya suka sekali,  karena saya bukan orang yang &lt;i&gt;mobile&lt;/i&gt; .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki bulan  Ramadhan, beberapa tahun belakangan ini, selalu saya mendapati  teman-teman dan kerabat yang mengucapkan selamat berpuasa dan memohon  maaf melalui status Facebook, kicauan Twitter dan sekarang melalui  Google+ juga (SMS udah jangan ditanya lagi, deh!). Saya sendiri  melakukannya terutama untuk teman-teman yang tidak terjangkau dengan  telepon dan SMS secara personal. Walaupun untuk kerabat dekat dan  saudara, saya selalu usahakan untuk datang dan bersilaturahim secara  langsung, terutama ke orang tua/mertua. Itu pun karena mereka tinggal  satu kota dengan keluarga saya. Seandainya mereka tinggal di luar kota,  mungkin telepon saja cukup.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi heran kalau ada yang  menhujat cara baru untuk bermaaf-maafan melalui social media ini dan  mengatakan kalau itu bukan cara yang baik untuk melakukannya. Broadcast  permintaan maaf secara kolektif untuk semua teman yang tergabung dalam  lingkaran pertemanan kita di social media dipandang sebagai sesuatu yang  merendahkan nilai-nilai yang sudah umum ada di masyarakat kita terutama  menjelang bulan Ramadhan. Jangan suka gitu, ah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mari  kita lihat secara seimbang. Social media ini diisi oleh orang-orang yang  jarang bertemu muka, bahkan banyak yang justru tidak saling mengenal  sebelumnya menjadi kenal hanya melalui Facebook, Twitter atau Google+  atau social media lainnya di internet. Jarak secara nyata menjadi tidak  ada di dunia maya. Bukankah itu sesuatu yang memudahkan sebenarnya bagi  yang mau memanfaatkannya? Jadi bagi saya wajar-wajar saja kita  mengucapkan selamat ini, selamat itu, mohon ini dan mohon itu untuk  semua teman yang ada di jaringan pertemanan kita melalui &lt;b&gt;wadah&lt;/b&gt; yang menampung kebersamaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya  buat saya, bijaksana sajalah menggunakan dan memanfaatkan teknologi  yang ada. Walaupun memang bisa semua dilakukan secara instant melalui  social media, nilai-nilai luhur yang sudah ditanamkan oleh para orang  tua kita sejak lama jangan juga diabaikan. Jangan juga mentang-mentang  bisa lewat SMS atau status, terus semua dikirim SMS dan status seragam  untuk minta maaf menjelang Ramadhan, termasuk ke mertua! Wahahaha, nyari  ribut aja! Harus tahu dan fleksibel, mana yang kira-kira pantas dan  sesuai dan mana yang sepantasnya disesuaikan. ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalian deh,  saya juga minta maaf ya kalau ada salah-salah kata selama ini.  Permintaan maaf ini saya sampaikan melalui Google+ untuk teman-teman  yang ada di circle saya, karena (asli) saya cuma mengenal secara  langsung teman-teman di sini hanya sekitar 10% dari jumlah keseluruhan.  Yang sudah dekat dan kenal dekat, sudah saya hubungi secara pribadi. Itu  juga karena pas pulsa saya lagi banyak hari ini. Hihihihihi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berpuasa. Semoga kita menjadi manusia yang lebih baik di mata Allah SWT dan umat yang lebih cinta damai. Aaamiin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-955536126067245726?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/955536126067245726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/07/bermaaf-maafan-via-social-media.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/955536126067245726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/955536126067245726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/07/bermaaf-maafan-via-social-media.html' title='Bermaaf-maafan via Social Media'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-RpFdRwLfZoM/TjWVUmpqTII/AAAAAAAAApU/jGu1K31MMHY/s72-c/shake%2Bhand.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-2534674658197949050</id><published>2011-07-31T09:57:00.000-07:00</published><updated>2011-07-31T09:57:25.456-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='giveaway'/><title type='text'>Perayaan di Blog Emak Gaul</title><content type='html'>Halo, halooo!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menjalankan ibadah puasa untuk teman-teman yang menjalankannya, ya! Semoga Ramadhan kali ini lebih baik dari yang sebelumnya dan setelahnya kita menjadi manusia yang lebih baik lagi. Aamiin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun juga untuk anakku, Fadhil, yang ke-8! Kemarin dia ulang tahun tanggal 28 Juli. Wihiii, anakku udah gede ternyata. Udah minta disunat. Hahahahaa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiih, seru banget renovasi blog emak ini. Saya sempat nyaris pingsan gara-gara sotoy masang-masang widget terus tau-tau semua komentar hilang! Huaaa...Untung ada malaikat penolong. Wkwkwkwk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai janji, saya mau mengundi semua nama follower blog ini untuk mendapatkan sebuah buku dari saya. Hiks, maaf ya, jatahnya cuma sebiji. Abis kalau semuanya kebagian, gila aja, siapa yang nalangin? Doain aja deh, rejeki saya lancar dan lapang, moga-moga bisa bikin giveaway bagi-bagi mobil. Aamiin!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini sudah ada 105 follower blog Emak Gaul dan ke-105 nama inilah yang akan masuk daftar undian. Follower yang baru bergabung harap bersabar untuk acara giveaway selanjutnya, OK! Karena saya males luar biasa untuk nyalin nama-nama follower ke tulisan ini, jadi mohon percaya aja deh kalau semua nama akan saya masukkan ke dalam undian. Ini lagi bikin kertas kecil-kecil buat digulung trus dikocok kayak arisan RT itu. Ngaahahahaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah, besok atau lusa udah ada nama pemenangnya. Tungguin aja yaaa.. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Salam keren dari Emak Gaul yang keren tiada tara.&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-2534674658197949050?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/2534674658197949050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/07/perayaan-di-blog-emak-gaul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/2534674658197949050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/2534674658197949050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/07/perayaan-di-blog-emak-gaul.html' title='Perayaan di Blog Emak Gaul'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-377093504493298732</id><published>2011-07-29T09:45:00.000-07:00</published><updated>2011-07-29T10:04:53.724-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen benda'/><title type='text'>Arisan Krompyang!!!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-tZWehsvKUM4/TjLjTLUmCrI/AAAAAAAAAj0/n8LmJTh-EO0/s1600/arisan+krompyang+ilustrasi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="233" src="http://2.bp.blogspot.com/-tZWehsvKUM4/TjLjTLUmCrI/AAAAAAAAAj0/n8LmJTh-EO0/s320/arisan+krompyang+ilustrasi.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu semua peserta arisan sudah lengkap berkumpul di atas tempatnya  masing-masing. Berjejer manis dengan tubuh bersih, berkilau, wangi dan  kesat. Semua asyik bercakap-cakap mengenai hadiah arisan kali ini. Terlihat jelas semua antusias untuk memenangkannya. Mengingat arisan-arisan  yang terdahulu selalu dimenangkan oleh satu pihak yang sama, pihak yang  lain menjadi semakin terpacu untuk memenangkan arisan kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua  arisan mulai buka suara. “Ehem..Ehem..!” Dia berdehem berusaha  terdengar berwibawa. “Sudah bisa kita mulai, ya?” tanyanya kepada  seluruh peserta arisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peserta mengangguk-angguk setuju dan  siap mendengarkan ketua arisan membuka arisan sore itu. Sesekali  terdengar cekikikan dari arah peserta kembar tapi tak sama di pojokan.  Tatapan ketua arisan yang kurang senang akhirnya berhasil membuat si  kembar tapi tak sama itu terdiam sambil tersenyum simpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oke.  Malam ini seperti yang sama-sama telah kita sepakati bersama bulan lalu,  jangan sampai pemenangnya sama seperti yang sudah-sudah. Arisan kita  ini berdasarkan pilihan terbanyak pada cerita yang paling bagus. Jadi  saya berharap kali ini kerahkan seluruh kemampuan kalian, gali kembali  ingatan kalian dan pilihlah yang terbaik. Walaupun saya juga berharap  menang, saya akan tetap memilih cerita terbaik. Tapi mudah-mudahan bukan  kamu lagi ya pemenangnya. Maaf lho…” kata ketua arisan itu sambil  mengerling pada peserta yang ada di tengah-tengah.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Gak  masalah…Tapi harus jujur ya, kalau ceritaku memang yang paling bagus,  kalian harus memilihku lagi. Tidak boleh mentang-mentang aku sudah  sering menang, lalu kalian memilih cerita lain yang ternyata kurang bermutu!” Sahut si pemenang berkali-kali itu sambil mencibir pada yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali terdengar si kembar cekikikan dari pojokan. Si pemenang berkali-kali itu menatap tidak suka pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oke. Tenang semuanya! Siapa yang mau mulai duluan?” tanya ketua arisan mempersilahkan peserta untuk mulai bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku duluan ya” terdengar suara dari peserta di ujung kiri yang sejak tadi diam saja menyimak pembicaraan peserta yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik. Silahkan, Mangkok” Ketua arisan mempersilahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mangkok&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ehem…ini  terjadi tadi malam waktu Nyonya sedang jajan bakso dengan  teman-temannya di sini. Mereka pakai aku. Lalu Nyonya ngomong begini,  “Duuuh, punya mangkok dua lusin teteeeep aja berasa kurang. Heran aku.  Soalnya aku kalau masak kan banyak, jadi butuh mangkoknya banyak juga.  Mana mangkok udah nggak ada yang jual lagi. Maklum koleksi ibuku. Dulu  dia dapat dari toko barang antik. Katanya sih peninggalan dinasti apa  gitu, yang dari Cina itu lhooo…Harganya itu lho, mahal banget!” Begitu  katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebat kan aku? Dari aku, si mangkok ini,&amp;nbsp; akhirnya Nyonya bisa pamer kalau punya  koleksi antik. Belum lagi pamer kalau masak nggak pernah sedikit.  Gimana? Aku menang nih kayanya. He he he…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gelas (Si pemenang berkali-kali)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eits,  nanti dulu. Dengar ceritaku ya. Seperti biasa ceritaku pasti menang  lagi nih! Aku sudah punya firasat baik. Seminggu yang lalu waktu ada  acara makan malam dengan keluarga besar Nyonya, aku dengar dia berkata,  “Aduuuh, maaf ya, cuma pakai gelas biasa. Soalnya semua gelas kristal  punyaku baru aja di-polish, jadi takut bahan kimia pembersihnya masih  nempel gitu."&lt;br /&gt;Coba, kurang hebat apa aku? Cerita berawal dari aku  yang hanya gelas biasa, akhirnya Nyonya malah bisa pamer kalau punya  koleksi gelas kristal. Ha ha ha…Kayanya aku menang lagi nih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sendok dan Garpu (Si kembar tapi tak sama)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum  dengar cerita kita, sih! Masih dari acara makan malam seminggu yang lalu  dengan keluarga besarnya, Nyonya bicara begini, “Kayanya memang kurang  lengkap ya kalau jamuan makan seperti ini nggak pake silverware.  Sayangnya semua sendok dan garpu perak saya sudah lama. Sudah minta  diganti yang baru. Eh, ngomong-ngomong soal perak, aku jadi inget sama  perhiasanku. Aku udah boseeen banget ngeliatnya. Sama kaya silverware  aku itu. Modelnya udah gak oke! Rencananya sih aku mau jual murah aja,  terus ganti yang baru lagi. Ada yang minat gak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyonya memang  hebat! Dari cuma kami, sendok dan garpu, dia bisa lho menyambungkannya  ke perhiasan. Belum lagi soal pamer punya silverware. Dua poin kan? Jadi  sudah pasti kami yang menang. Ha ha ha…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Piring (Ketua arisan)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan  pada senang dulu, ya! Aku belum cerita. Kemarin waktu makan dengan  Tuan, aku dengar Nyonya ngomong begini, “Udah, Pi. Nggak usah diangkat ke  belakang. Biar pembantu-pembantu kita aja yang angkat dan bersihkan  piring-piring ini. Oh ya, Papi belum tahu ya, aku nambah pembantu dua  lagi. Soalnya repoooot….Aku banyak urusan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gila kan? Sama suami  sendiri aja bisa-bisanya Nyonya menyombongkan diri. Padahal kan Tuan  juga pasti tahu aslinya dia! Coba, sampe pamer punya tiga pembantu ke  suami sendiri, semuanya berawal dari aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;oooOOOooo&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Krompyang!!!  Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara keras di dekat mereka. Nyonya  baru saja menghempaskan setumpuk piring kotor ke dalam tepat mencuci  piring sambil menggerutu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dasar tukang kredit! Baru  nunggak cicilan sebulan aja udah koar-koar ke tetangga. Bikin malu! Ini  lagi, si Inem pake acara pergi nganterin dua temennya itu ke terminal.  Udah bagus dikasih nginep gratis tuh temen-temennya di sini. Eeeh,  pergi, main pergi aja! Bersih-bersih dulu kek!” Nyonya tak berhenti  mengomel sambil mencuci tumpukan piring kotor itu dengan kasar dan  sembarangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pssst! Jadi siapa yang menang dapat jatah sabun cuci ekstra, nih?” tanya Mangkok kepada Piring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menurut lo?” Tukas Piring sambil ketakutan melihat Nyonya membanting-banting piring yang habis dicucinya dengan kasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krompyang!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-377093504493298732?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/377093504493298732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/07/arisan-krompyang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/377093504493298732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/377093504493298732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/07/arisan-krompyang.html' title='Arisan Krompyang!!!'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15782086161876979609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/-ZcV98eaBYWY/TuufX8cw8II/AAAAAAAAAnI/QTR0c83arZI/s220/banner.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-tZWehsvKUM4/TjLjTLUmCrI/AAAAAAAAAj0/n8LmJTh-EO0/s72-c/arisan+krompyang+ilustrasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-4292593436569997457</id><published>2011-07-25T22:46:00.001-07:00</published><updated>2011-08-03T01:34:40.028-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><title type='text'>Why Life's So Unfair?</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Zgj5QtDrId4/Ti5V1SwCAkI/AAAAAAAAApI/NBWTduLIY5s/s1600/cemberut.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5633534557941793346" src="http://4.bp.blogspot.com/-Zgj5QtDrId4/Ti5V1SwCAkI/AAAAAAAAApI/NBWTduLIY5s/s320/cemberut.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 148px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 149px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sebenarnya pertanyaan buat diri sendiri, sih. Saya nggak &lt;s&gt;bisa&lt;/s&gt;  boleh bohong kalau seringnya hati mencelos dulu baru ikut senang saat  mendengar kabar baik yang didapat oleh seorang kerabat. Apalagi kalau  kabar baik juga sesuatu yang sudah lama saya idam-idamkan juga. Hiks,  sesaat sempat mikir, &lt;b&gt;"why is life so unfair to me? Aku kan udah lama  pengen punya mobil kayak gitu, kok dia yang dapet duluan, sih? Jahat,  jahat, jahat...Benci, benci, benciii!"&lt;/b&gt; Wkwkwkwk...sorry, ini rada didramatisir, kok. Aslinya...lebih lebay lagi. Huahahaha, nggak deng!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi  bener nggak kamu suka gitu juga? Kalau nggak, wah salut deh sama  manajemen hatimu. Itu artinya kamu sudah bisa menempatkan diri di posisi  orang lain setiap saat. Itu sulit sekali, lho! Saya jadi malu sendiri  dengan ke &lt;i&gt;labil&lt;/i&gt; an saya ini. Kadang suka merasa sedikit munafik  saat mengucapkan, "Selamat, yaaa... So happy for you!" dengan senyum  yang dibuat selebar mungkin menghias wajah. Berusaha mengeluarkan suara  dengan tone yang lebih tinggi agar terdengar ikut excited, padahal dalam  hati, menjerit perih. Wkwkwkwk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekarang saya sudah punya  solusi jitu ala emak gaul untuk masalah ini. Peringatan sebelumnya,  seperti biasa, solusi dari emak gaul amat sangat penting untuk ditelaah  ulang sebelum diaplikasikan. Hahahaha...&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata bagi saya lebih  mudah mengubah rasa 'mencelos' itu menjadi sebuah motivasi dalam bentuk  kalimat sederhana di dalam kepala saya. &lt;b&gt;"Kalau dia bisa, kenapa saya nggak?"&lt;/b&gt;  It works for me, it makes me feeling better. Coba aja dipikir, dia juga  makan nasi, sama seperti saya. Dia juga pakai baju, sama seperti saya.  Dia juga berbicara pakai mulut, saya juga. Jadi nggak ada penghalang  sebenarnya bagi saya untuk tidak bisa mencapai apa yang dia capai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya  adalah, mungkin usaha saya kurang, mungkin doa saya kurang dan yang  paling tidak bisa kita kuasai adalah mungkin keberuntungan saya kurang.  Keberuntungan bagi saya adalah faktor x yang tidak bisa diapa-apain  lagi. Jadi kalau saya mau sukses dan mencapai seperti pencapaian dia,  saya memilih untuk berusaha lebih keras dan berdoa lebih tekun lagi dari  biasanya. Satu hal, kalimat "Life is so unfair" itu hanya berlaku bagi  mereka yang harapannya belum terkabul tapi terlalu malas untuk mencari  penyebab mengapa harapan itu belum juga terkabul. Alih-alih termotivasi,  kalimat itu jadi semacam pembenaran akan 'kesialan'nya. Jadi daripada  ngomong begitu, kenapa nggak ngomong ke diri sendiri, &lt;b&gt;"Life is so fair for those who work hard!"&lt;/b&gt; Ahahahahaa...maaf yang kesentil. Sumpah, saya mah lagi nyentil diri sendiri, kok! ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Image from www.3601.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-4292593436569997457?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/4292593436569997457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/07/why-lifes-so-unfair.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/4292593436569997457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/4292593436569997457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/07/why-lifes-so-unfair.html' title='Why Life&apos;s So Unfair?'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Zgj5QtDrId4/Ti5V1SwCAkI/AAAAAAAAApI/NBWTduLIY5s/s72-c/cemberut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-9086163950672312058</id><published>2011-07-24T08:00:00.000-07:00</published><updated>2011-07-25T02:52:01.458-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nulis'/><title type='text'>Mama Penulis, Anak Belum Tentu Suka Nulis (Oleh-oleh dari Seminar dan Workshop Menulis Anak)</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Pkt2PnbbRJs/Tiw70kV8jPI/AAAAAAAAAnw/DSJNGEmiyv8/s1600/clara%2Bng%2Bn%2Bmama.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5632943008228609266" src="http://1.bp.blogspot.com/-Pkt2PnbbRJs/Tiw70kV8jPI/AAAAAAAAAnw/DSJNGEmiyv8/s320/clara%2Bng%2Bn%2Bmama.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 258px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; font-size: 130%;"&gt;Sabtu kemarin, 23 Juli 2011, bertepatan dengan Hari Anak Nasional, saya dan keluarga pergi menuju ke Plaza Fx di bilangan Sudirman, Jakarta. Tiga hari sebelumnya secara tidak sengaja saya menemukan info dari @PlotPoint tentang acara yang mereka adakan, Workshop dan Seminar Menulis Untuk Anak. Jujur saja, awalnya yang membuat saya tertarik untuk mendaftar ikut adalah karena salah satu pembicaranya adalah Clara Ng, salah satu p&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;enulis nasional yang saya look up to. Saya tidak bisa bohong mengatakan kalau niat awal saya memang ingin sekali bertemu dengannya. Sampai sehari sebelumnya niat itu masih belum berubah juga. Semata karena saya sudah hampir pasrah dengan ketidakpedulian Fadhil (8 tahun), anak sulung saya, pada bacaan apalagi tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kondisi memiliki seorang ibu yang sehari-harinya membaca dan menulis, bahkan menerbitkan buku, Fadhil jadi memang seperti memiliki gen saya lebih sedikit dibanding gen papanya. Hihihihi, ini tuduhan tidak berdasar. Tapi memang saya sudah sedikit pesimis dengan ketidaksukaannya akan membaca dan menulis. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Saya pikir-pikir ulang, akan ada gunanya juga nggak sih saya ikutkan dia ke workshop ini? Toh, selama ini di rumah pun saya selalu mengajaknya untuk ikut kegiatan saya membaca dan menulis. Bahkan saya tunjukkan padanya buku-buku saya sambil bertanya, "Kamu nggak pengen bikin buku kayak mama?" Walaupun jawabannya berupa anggukan, tetap saja pikiran dan minatnya tidak teralihkan dari NDS dan televisi. Frustrating... &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;  &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung akhirnya saya dan suami memutuskan untuk mencoba saja. Tak ada salahnya, ini toh kegiatan yang positif. Seandainya pun nantinya dia tetap saja tidak tertarik, maybe that's just the way he is. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Ternyata oh ternyata, saya salah besar! Sekali lagi, saya benar-benar beruntung akhirnya memutuskan untuk datang ke acara ini. Begitu kami hadir di tempat, Fadhil langsung diarahkan ke kelas menulisnya yang dipandu oleh orang-orang yang sangat kompeten di bidangnya. Salah satunya yang saya tahu adalah seorang penulis skenario terkenal. Saya percayakan Fadhil kepada mereka. Saya sendiri segera bergabung dengan para orang tua yang ada di tempat seminar. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bla bla bla..Bli bli bli...Menulis itu penting. Yes! Saya tahu itu. Sepanjang pengetahuan saya yang pendek, menulis itu adalah tempat yang paling nyaman untuk mengungkapkan perasaan dan mengeluarkan pendapat. Bagi saya, itu penting karena secara emosional, seseorang akan tertekan jika tidak mampu mengeluarkan apa yang dirasakan atau pendapatnya. Terutama bagi mereka yang sering kesulitan berkomunikasi secara verbal, seperti saya terutama jika berada di hadapan orang banyak, menulis sangat membantu saya. Fadhil kurang lebih memiliki kecenderungan seperti itu juga. Sulit mengungkapkan apa yang dirasakan dan mengeluarkan pendapatnya secara benar. Najeela Shihab mengungkapkan fakta yang jauh lebih besar dari sekedar itu kepada peserta seminar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Belajar menulis bukan cuma untuk bisa menulis tapi berpengaruh pada perkembangan anak secara keseluruhan. Dengan membiasakan anak mengkaitkan respon terhadap pertanyaan dan umpan balik apapun dengan bahan bacaan atau tulisan, kita membangun life skill-nya. Apapun ketrampilan yang akan dikuasainya, melalui menulis dia akan menjadi lebih baik dalam bidangnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Saya manggut-manggut paham sekarang. Kenapa selama ini saya merasa tidak terlalu mementingkan kegiatan membaca dan menulis Fadhil? Itu karena selama ini saya berpikir, dia bebas melakukan apa yang diminatinya. Kalau minatnya bukan pada bidang penulisan, saya tidak bisa memaksanya. Itu salah, saudara-saudara! Apapun minat anak anda, arahkan dia untuk menjadi yang terbaik di sana melalui menulis! That's the idea! And I hope I'm not too late because my son is 8 years old now. Hiks...&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tiba giliran Clara Ng berbicara menyampaikan materinya, saya lumayan dagdigdug. Sumpah, ini lebay banget, deh! Saya seperti sedang menatap artis idola ganteng sedang ada di hadapan saya. Hahahaha... Saya memang nge-fans berat sama mbak Clara Ng ini. Saya kagum dengan tulisan-tulisannya. Saya banyak belajar melalui buku-bukunya. Pada satu titik, saya menginginkan untuk bisa jadi seperti dia suatu saat nanti. Mimpi boleh-boleh aja, doong! :P&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clara Ng menyampaikan hal yang berkaitan dengan peng-aplikasi-an menulis untuk anak. Intinya, buatlah menulis dan membaca sebagai suatu kegiatan yang menyenangkan. OK, I know this already. But how? Seringnya, setiap saya memulai kegiatan menulis dengan Fadhil, awalnya mood sangat bagus dan ceria. Tapi lama-kelamaan, tetap saja jadinya naik darah. Entah karena dia yang cepat bosan, atau mulai tidak fokus, atau mulai bertingkah. Ujung-ujungnya kesel, deh!&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Clara Ng memberikan beberapa contoh program yang bisa dibuat agar anak senang dengan kegiatan menulis. Dan saya pikir ide-ide sederhananya amat sangat bisa dipraktekkan di rumah dengan anak-anak kita. Berikut beberapa contohnya:&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family: times new roman; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengirimkan postcard untuk diri sendiri/keluarga ketika jalan-jalan ke kota/negara lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; font-weight: bold;"&gt;Tuker-tukeran note yang disembunyikan di sekeliling rumah.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: times new roman; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengajak anak membuat koran dinding di rumah dengan pilihan berita dan headline.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang ditekankan oleh Clara Ng sejak awal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; font-weight: bold;"&gt;Mendorong anak menulis &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; font-weight: bold;"&gt;BUKAN membuat anak untuk bisa menjadi selebritis penulis! Tapi supaya membuat menulis menjadi aktivitas yg menyenangkan dan mudah baginya.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminar ditutup dengan tanya-jawab yang lumayan jadi bahan masukan juga untuk saya. Ternyata saya tidak sendiri dengan masalah anak yang kurang tertarik dengan menulis. Ternyata masalah anak-anak seputar menulis bisa jadi begitu kompleks. Ada yang anaknya suka menulis, tapi penggunanaan kata-katanya terlalu vulgar. Ada yang anaknya suka menyisipkan kejadian yang tidak terjadi dalam catatan perjalanan keluarganya. Lumayan bikin meringis. Anak-anak tetap anak-anak. Mereka dengan segala warna-warni dunianya. Ah, saya bersyukur, setidaknya anak saya masih dikaruniai kesehatan dan kecerdasan sampai saat ini. Tinggal bagaimana saya dan suami mengarahkannya untuk menjadi manusia yang berkualitas nantinya. Salah satunya dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENULIS. &lt;/span&gt;Satu hal yang pasti, biarpun mamanya penulis, terus bukan berarti ujug-ujug anaknya bakalan bisa enjoy menulis. Tetap harus ada effort dari orang tua untuk mengajaknya suka menulis. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, dengan tidak tahu malu, saya colek-colek mbak Clara Ng, minta foto bareng. Hahahaha...Kesampean! YES!!!&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-9086163950672312058?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/9086163950672312058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/07/mama-penulis-anak-belum-tentu-suka.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/9086163950672312058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/9086163950672312058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/07/mama-penulis-anak-belum-tentu-suka.html' title='Mama Penulis, Anak Belum Tentu Suka Nulis (Oleh-oleh dari Seminar dan Workshop Menulis Anak)'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Pkt2PnbbRJs/Tiw70kV8jPI/AAAAAAAAAnw/DSJNGEmiyv8/s72-c/clara%2Bng%2Bn%2Bmama.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-1757163426384826121</id><published>2011-07-21T09:21:00.000-07:00</published><updated>2011-07-25T02:52:18.959-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nulis'/><title type='text'>Manusia dan Alasan, Seperti Tom dan Jerry</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-h7oFsiqlgyI/TihSa_jTeJI/AAAAAAAAAno/-8lgTKEl_o4/s1600/tom-jerry-pic.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5631841957716392082" src="http://1.bp.blogspot.com/-h7oFsiqlgyI/TihSa_jTeJI/AAAAAAAAAno/-8lgTKEl_o4/s320/tom-jerry-pic.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak penulis besar memiliki rumah peristirahatan yang cantik, luas,  nyaman, mewah, berada dekat pantai atau pegunungan yang sejuk. Pada  kenyataannya, rumah peristirahatan itu (kalau kita suka bilangnya sih  Villa, ya...) bukanlah tempat beristirahat untuk mereka, melainkan  tempat bekerja. Mungkin yang lebih pas kalau disebut rumah singgah, kali  ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis-penulis luar negeri setahu saya pasti punya villa di  daerah pinggir pantai di Spanyol, atau di dekat winery di Napa,  California, sana (kayak tauuu aja ada di mana...). Mungkin memang  penting ya tempat menulis itu dengan produktifitas mereka, sampai mereka  berani investasi dana demikian besar untuk rumah yang hanya sesekali  mereka datangi, dan biasanya berada jaaauuuuuh sekali dari keluarga  mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi mikir, kalau saya punya uang sebanyak mereka, kemana saya akan &lt;s&gt;mengungsi&lt;/s&gt;  pergi sejenak untuk menyelesaikan project menulis saya, misalnya? Villa  Cipanas? Anyer? Mana dong? (Ketahuan banget ni emak-emak jarang  jalan-jalan...wkwkwkwk). Saya jadi bingung sendiri. Hal-hal seperti ini  kadang sering saya jadikan alasan untuk tidak menulis. Bukan hanya  tempat, peralatan menulis pun bisa saya jadikan alasan untuk mengikuti  rasa malas saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika PC di rumah rusak, dengan lantang saya  kumandangkan keinginan saya untuk memiliki iPad kepada suami. Saya  pikir, dengan punya iPad saya tentu akan lebih rajin menulis. Untungnya  nggak kebeli juga itu iPad. Soalnya waktu saya dapat pinjaman laptop  dari adik saya, malasnya tetap saja ada. Hahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu waktu  kipas angin di ruang tengah, tempat di mana PC kami berada rusak, saya  coba pindah ke dalam kamar dengan menggunakan laptop. Pikir saya, udara  sejuk dari AC di kamar tentu akan membuat saya betah berlama-lama  menulis. Kenyataannya, bukannya menulis, saya malah ikut tidur dengan  anak-anak. Gimana kalau saya nulis di villa pegunungan Alpen sana?  Ngaahahahaaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ketika saya sadar kalau ide saya sering  nongol di saat-saat yang tidak lazim, saya berpikir kalau saya harus  punya sebuah buku catatan. Saya tidak mau sembarang buku catatan, saya  ingin buku catatan yang cantik, harum, warna ungu, dan sebagainya, dan  sebagainya. Pada kenyataannya, saat ide itu muncul, buku itu tidak  pernah ada di dekat saya. Saya justru menyimpannya di dalam draft SMS  handphone. Buang-buang duit aja beli buku itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia dan alasan  itu seperti Tom dan Jerry. Mesra tapi benci. Benci tapi mesra. Kita  nggak suka kalau dibilang sering membuat-buat alasan. Kenyataannya  alasan-alasan yang kita kemukakan kebanyakan memang kita ungkapkan  untuk menyelamatkan wajah sendiri. Hihihihi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, saya sih sadar  sekarang, saya tidak butuh rumah mewah di pinggir pantai untuk rajin  menulis. Yang saya butuhkan sebenarnya adalah &lt;b&gt;determination&lt;/b&gt; ,  niat yang kuat. Walaupun saya tidak akan menolak jika ada yang  menawarkan untuk meminjamkan atau malah memberikan villa-nya untuk saya  tempati, sumpah! Tapi satu hal yang pasti, bukan itu yang membuat saya  harus terus menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Image from tomandjerryfreegames.blogspot.com)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-1757163426384826121?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/1757163426384826121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/07/manusia-dan-alasan-seperti-tom-dan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/1757163426384826121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/1757163426384826121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/07/manusia-dan-alasan-seperti-tom-dan.html' title='Manusia dan Alasan, Seperti Tom dan Jerry'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-h7oFsiqlgyI/TihSa_jTeJI/AAAAAAAAAno/-8lgTKEl_o4/s72-c/tom-jerry-pic.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-5832099194626546927</id><published>2011-07-18T21:07:00.000-07:00</published><updated>2011-07-25T02:52:28.935-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nulis'/><title type='text'>Truman Capote</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-gC1XkOtjz1o/TiUEAZ0cWII/AAAAAAAAAms/88IM38far8c/s1600/truman.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630911314074032258" src="http://1.bp.blogspot.com/-gC1XkOtjz1o/TiUEAZ0cWII/AAAAAAAAAms/88IM38far8c/s320/truman.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 205px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 170px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur bercampur &lt;s&gt;rendah diri&lt;/s&gt; malu, saya harus mengakui kalau saya baru mengetahui kalau nama itu adalah nama di balik buku terkenal sepanjang jaman, &lt;b&gt;Breakfast At Tiffany's&lt;/b&gt; . Secara tidak sengaja saya menemukan film berjudul &lt;b&gt;Capote&lt;/b&gt; saat saya sedang mengganti-ganti chanel televisi saya dua hari yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film  yang menceritakan tentang sepak terjang Capote saat menulis novel  non-fiksi, karyanya yang fenomenal, setelah Breakfast at Tiffany's,  berjudul In Cold Blood itu berhasil membuat bulu kuduk saya berdiri.  Capote membuat saya berpikir tentang &lt;b&gt;menulis&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;hidup sebagai penulis&lt;/b&gt; .&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ux9-nkmzFIQ/TiUELyJbpPI/AAAAAAAAAm0/Oro_ovIg2OQ/s1600/truman%2B2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630911509583078642" src="http://2.bp.blogspot.com/-ux9-nkmzFIQ/TiUELyJbpPI/AAAAAAAAAm0/Oro_ovIg2OQ/s320/truman%2B2.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 264px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan  Capote baru menyelesaikan buku In Cold Blood setelah empat tahun,  dengan masa tiga tahun melakukan riset dan wawancara dengan seorang  pembunuh berdarah dingin bernama Perry Smith. Perry Smith saat  tertangkap sudah menghadapi ancaman hukuman mati dan Capote berupaya  dengan segala cara agar hukuman itu bisa ditangguhkan, demi agar dia  bisa lebih lama lagi bercakap-cakap dengan sang pembunuh. Alasan awal  mengapa dia begitu berusaha keras untuk mencarikan Perry Smith pengacara  yang tangguh itu, bergeser menjadi sesuatu yang begitu merasuk ke dalam  jiwa Capote.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun ketiga masa riset dan wawancaranya dengan  Smith, Capote belum menuliskan satu huruf pun tentang hal yang ingin  dituliskannya. Hal ini disebabkan karena banyak hal. Selain Smith belum  juga mau mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi di malam pembunuhan  itu, Capote juga mulai merasakan sesuatu yang ganjil dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Capote  mengungkapkan kepada sahabatnya, Harper Lee (penulis buku To Kill A  Mockingbird) kalau dia merasa sebentar lagi mungkin dia akan mengalami &lt;i&gt;major breakdown&lt;/i&gt;  karena project menulisnya kali ini. Pergulatan batinnya sangat sengit  dan brutal. "Dia berhasil naik banding sampai ke Mahkamah Agung karena  bantuanku. Kalau dia sampai bebas, maka sudah bisa dipastikan aku akan  menjadi gila," ucapnya pada sang sahabat. Di lain pihak, Capote dan  Smith menjalin sebuah hubungan batin yang sangat kuat, sehingga mereka  berdua merasa sebagai sahabat. Capote mengatakan kalau itu mungkin  terjadi karena mereka sama-sama dibesarkan dalam keluarga &lt;i&gt;brokenhome&lt;/i&gt; .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu lambatnya proses penulisan buku itu, sampai akhirnya penerbit Capote memutuskan untuk mengadakan &lt;i&gt;public reading&lt;/i&gt; di New York saat Capote baru menyelesaikan tiga bagian dari buku demi untuk memaksa Capote agar cepat menyelesaikan bukunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya  diceritakan Smith tetap dieksekusi hukuman gantung, dan Capote  menyaksikan proses hukuman tersebut karena Smith memintanya. Capote  berhasil menyelesaikan buku &lt;b&gt;In Cold Blood&lt;/b&gt; dan sekejap buku itu  langsung menjadi best seller. Setelah buku fenomenal tersebut, Capote  tidak pernah sanggup lagi menyelesaikan tulisan-tulisan lainnya. Sampai  akhirnya sekitar tahun 80-an Capote meninggal dunia karena bermaslaah  dengan alkohol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat perjalanan hidupnya saat menuliskan &lt;b&gt;&lt;i&gt;masterpiece&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  miliknya itu, saya berpikir, haruskah seorang penulis sampai begitu  dirasuki oleh hal-hal yang ingin ditulisnya? Jelas sekali saya  seharusnya menjawab &lt;b&gt;IYA&lt;/b&gt; . Roh sebuah tulisan berasal dari jiwa sang penulis, itu saya percaya. Namun kalau konsekwensinya sampai harus membuat saya &lt;b&gt;gila&lt;/b&gt;...eeerrg, ntar dulu, yak...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-5832099194626546927?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/5832099194626546927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/07/truman-capote.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/5832099194626546927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/5832099194626546927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/07/truman-capote.html' title='Truman Capote'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981521320678526269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_4x2OMHG47hI/Sy99s3JUnGI/AAAAAAAAAAM/VuJglgbnF54/S220/mama+dan+obama.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-gC1XkOtjz1o/TiUEAZ0cWII/AAAAAAAAAms/88IM38far8c/s72-c/truman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-78293168926568552</id><published>2011-06-17T08:48:00.000-07:00</published><updated>2011-06-17T08:48:45.662-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Don't Judge A Guy From His Name</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Sambil nunggu gw nerusin &lt;a href="http://catatankecil-winda.blogspot.com/search/label/50ribu%20kata%20untuk%20januari"&gt;January 50K&lt;/a&gt;, baca-baca cerpen lama gw ini ya. Base on true story! Beneran! Sumpah! Asli! Nggak palsu! Berani jamin! Kualitas eksport! Sudahlah... Selamat membaca! :D&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/--1F5Grs1hsc/Tft3Gg-N4XI/AAAAAAAAAiw/VT_robGaYWk/s1600/ganteng.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/--1F5Grs1hsc/Tft3Gg-N4XI/AAAAAAAAAiw/VT_robGaYWk/s320/ganteng.jpg" width="204" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Kalo menurut lo cowok ini ganteng, belum tentu namanya 'seganteng' wajahnya...itu berlaku kebalikannya...wkwkwkwk&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lebih tiga bulan aku lulus kuliah. Berharap bisa langsung  mendapat pekerjaan begitu aku lulus kuliah ternyata hanya angan-angan  belaka. Buktinya, tiga bulan lebih aku jadi pengangguran! Aku nyaris  frustasi dengan keadaanku itu. Setiap bangun pagi aku mendapati diriku  tidak punya tujuan yang harus kutempuh. Makan hanya mengandalkan yang  ada di rumah tanpa ada daya &lt;em&gt;financial&lt;/em&gt; dari dompetku untuk jajan sendiri. Mau minta sama Mama malu hati rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya  alasan yang bisa membuatku berani untuk meminta uang ke Mama adalah  untuk keperluanku ke warnet. Tentu saja Mama akan langsung memberi uang  karena alasanku adalah untuk mencari-cari lowongan kerja di internet.  Setiap hari selama dua jam sehari kuhabiskan di warnet untuk berselancar  di situs-situs lowongan kerja. &lt;em&gt;Inbox&lt;/em&gt; e-mailku penuh dengan  lowongan pekerjaan untuk semua lulusan dan untuk semua posisi yang  diinginkan. Aku tidak mau pilih-pilih. “Baru lulus &lt;em&gt;aja&lt;/em&gt; kok &lt;em&gt;belagu&lt;/em&gt;,” pikirku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya  kalau mau sedikit sombong aku ini lulusan S1. Bisa saja aku hanya  memilih lowongan kerja yang diperuntukkan untuk lulusan S1 sesuai dengan  ijazahku. Tapi lihat saja kenyataannya. Sudah obral banting harga  dengan tetap ikut memasukkan lamaran untuk lulusan SMA saja aku masih  menganggur sampai sekarang. Apalagi kalau aku membatasi lamaranku hanya  untuk lulusan S1. Ah, belum waktunya untuk sombong, bukan? Mungkin  nanti, kalau pengalaman sudah banyak. Yang penting sekarang KERJA! Apa  pun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Minta duit, Ma!” kataku sambil menghabiskan nasi goreng sarapanku pagi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lhoo? Kemaren kan Mama &lt;em&gt;udah&lt;/em&gt; kasih dua puluh ribu?” kata Mama heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya ampun, Mamaaa..tega &lt;em&gt;banget sih&lt;/em&gt;! Dua puluh ribu itu buat dua jam di warnet &lt;em&gt;plus&lt;/em&gt;  teh botol dua biji langsung abis, Maaa!” kataku setengah tak percaya  Mama bisa mengira kalau uang dua puluh ribu yang diberikannya padaku  kemarin masih bersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Makanya &lt;em&gt;cepetan&lt;/em&gt; &lt;em&gt;dapet&lt;/em&gt; kerja, biar nggak minta-minta duit &lt;em&gt;melulu&lt;/em&gt; sama Mama,” kata Mama sambil bersungut-sungut membuka dompetnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa juga mau, &lt;em&gt;kale&lt;/em&gt;! Masalahnya yang &lt;em&gt;ngasih&lt;/em&gt;  kerjaan itu kan belum ada juga. Aku ikut bersungut-sungut, tapi dalam  hati saja. Takut Mama batal kasih uang soalnya. Sebagai gantinya aku  tersenyum manis pada Mama dengan harapan hari ini mau memberi lebih dari  dua puluh ribu supaya aku bisa lebih lama di warnet untuk melakukan  hobi baruku seminggu ini. &lt;em&gt;Chatting.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar saja rasanya aku tiba-tiba menemukan hobi baruku itu. &lt;em&gt;Browsing&lt;/em&gt;  internet hanya dari satu situs lowongan kerja ke situs lowongan kerja  yang lain itu sungguh membosankan. Kirim-kirim e-mail lamaran kerja yang  belum juga berbalas satupun hanya bisa kulakukan dalam waktu setengah  jam berturut-turut. Lebih dari itu aku mati gaya. Hiburan apa yang bisa  kudapat untuk mengobati jenuhku kalau bukan &lt;em&gt;chatting&lt;/em&gt;?  Meninggalkan warnet dengan begitu cepat rasanya aku merasa rugi juga.  Waktu dua jam harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Lagipula siapa tahu  sambil aku &lt;em&gt;chatting&lt;/em&gt; lamaranku ada yang dibalas oleh salah satu perusahaan-perusahaan itu. Ini &lt;em&gt;ngarep&lt;/em&gt; sih! &lt;em&gt;Banget!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nih!  Tigapuluh ribu untuk dua hari,” kata Mama kejam sambil mengulurkan  selembar dua puluh ribuan dan selembar sepuluh ribuan yang sudah &lt;em&gt;lecek&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mamaaa! Tega &lt;em&gt;banget&lt;/em&gt; sih?” kataku merajuk berusaha membujuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Udah deh&lt;/em&gt;, nggak usah &lt;em&gt;bawel&lt;/em&gt;. Atau mau Mama ambil lagi sepuluh ribunya?” kata Mama lagi lebih kejam dengan nada mengancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, tidak! Tidak!” kataku cepat sambil buru-buru memasukkan dua lembar uang itu ke dalam dompetku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku pergi ya, Ma! Assalamu’alaikum! Doain &lt;em&gt;dapet&lt;/em&gt; kerja ya!” kataku sambil berlari keluar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepedaku  sudah menanti dengan manis di garasi rumah. Jaket dan topi sudah  terpasang dengan manis menutupi rambutku. Jangan lupa kacamata hitam.  Boleh pengangguran, tapi gaya harus tetap dijaga. Ya &lt;em&gt;tho&lt;/em&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai  di warnet langgananku di ujung kompleks rumah aku langsung menuju  komputer kesukaanku yang berada di pojok ruangan. Aku suka sekali duduk  di sana karena tepat berada di bawah penyejuk ruangan. Penyejuk ruangan  itu sendiri sepertinya sudah harus diperbaiki sejak lama karena  dinginnya benar-benar terasa sayup-sayup sampai di ubun-ubunku. Apalagi  kalau aku duduk jauh dari penyejuk ruangan itu, pasti tidak terasa sama  sekali. Tidak apa-apa sedikit ketetesan air bocorannya, yang penting aku  tidak kegerahan di dalam warnet itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai ritual  harianku dengan memeriksa e-mail yang masuk hari ini. Tidak ada yang  baru, sudah kuduga. Lalu aku mulai membuka-buka lowongan baru yang  muncul hari ini. &lt;em&gt;Copy paste&lt;/em&gt; CV dan surat lamaranku ke badan e-mail lalu kirim. Hari ini cukup sepuluh e-mail saja dulu. Aku bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai membuka &lt;em&gt;chatroom&lt;/em&gt; yang biasa kumasuki. Kutelusuri nama orang-orang yang sedang &lt;em&gt;online &lt;/em&gt;di sana. Entah dengan orang lain, tapi aku punya kebiasaan yang tidak biasa dalam memilih teman untuk &lt;em&gt;chatting&lt;/em&gt;. Nama adalah faktor penentu. Jangan harap aku akan mau &lt;em&gt;chatting&lt;/em&gt; dengan seseorang yang bernama ‘Laki-lakiganteng’ atau ‘Butuhhiburan’ atau nama-nama aneh lainnya. Hih! Nggak &lt;em&gt;bakalan&lt;/em&gt; aku &lt;em&gt;gubris&lt;/em&gt; ajakan &lt;em&gt;chatting&lt;/em&gt;  dari mereka. Biasanya nama-nama yang kuladeni sapaannya selalu  nama-nama laki-laki yang mendekati nama-nama selebriti ganteng yang aku  tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti hari ini, ada nama Krisna di &lt;em&gt;chatroom&lt;/em&gt;  yang aku masuki. Pikiranku langsung terbayang seorang artis terkenal  dengan nama yang mirip dengan nama itu. Ah, kalau begitu coba kusapa  lebih dahulu, ujarku dalam hati sambil senyum-senyum sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Halo! ASL pls!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenit kemudian, “Kamu duluan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enak &lt;em&gt;aja&lt;/em&gt;! Kataku dalam hati. Nama boleh keren, tapi kalau sombong, nggak usah ya! Aku diamkan saja permintaannya untuk mengetahui info &lt;em&gt;basic&lt;/em&gt;-ku itu. &lt;em&gt;Age, Sex&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Location &lt;/em&gt;untuk ASL. Aku tidak mau sembarangan memberikan data-dataku walaupun itu standard saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama dia menyapaku lagi. “Aku 21/m/jkt, kamu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum menang. Dia menyerah lebih dahulu. Sengaja aku diamkan beberapa menit baru aku membalasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“20/f/jkt” Tulisku singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu saja awalnya. Pembicaraanpun mengalir lancar. Ternyata Krisna orang yang menyenangkan diajak &lt;em&gt;chatting&lt;/em&gt;. Dia sopan dan dari kata-kata bahasa Inggris yang sering dipakainya sepertinya dia pintar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terasa satu jam aku habiskan sendiri untuk &lt;em&gt;chatting&lt;/em&gt;  dengannya. Aku terkejut melihat jam yang sudah menunjukkan pukul dua  belas siang. Pantas saja perutku mulai bergerak-gerak mencurigakan dan  mengeluarkan suara-suara anehnya. Aku lapar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Udah dulu ya, Kris. Aku laper!” Tulisku menyudahi pembicaraan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Boleh minta nomor HP?” tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku  diam sejenak menimbang-nimbang. Kasih atau nggak ya? Sebenarnya aku  penasaran sekali ingin mendengar suaranya. Kalau dari tulisan-tulisannya  sepertinya dia laki-laki baik dan ganteng. Belum-belum aku sudah  menggambarkan bentuk profil Krisna dalam pikiranku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini nomorku 081514578xx. Kalau kamu mau &lt;em&gt;miscall&lt;/em&gt; aja.” Krisna sepertinya mengerti dengan keragu-raguanku karena lama menjawab pertanyaannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“OK,” jawabku singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepat kilat aku simpan nomor &lt;em&gt;handphone&lt;/em&gt; milik Krisna ke dalam &lt;em&gt;handphone&lt;/em&gt;-ku. Nanti akan kupikir-pikir lagi apa aku perlu memberi tahu nomor &lt;em&gt;handphone&lt;/em&gt;-ku atau tidak. Sekarang waktunya pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  perjalanan pulang aku tidak bisa melawan rasa penasaranku. Rasanya  ingin sekali menelepon nomor yang diberi Krisna kepadaku tadi. Entah  kenapa, pembicaraan kami tadi begitu berkesan untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bercerita kalau dirinya punya usaha warnet. Pantas saja dia bisa leluasa &lt;em&gt;chatting&lt;/em&gt;.  Kukira dia pengangguran seperti aku. Dia juga bilang kalau dia baru  saja lulus dari kuliahnya di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta  dan dengan bangga memiliki gelar Sarjana Hukum di belakang namanya.  Paling tidak dia orang yang berpendidikan, pikirku dalam hati.&lt;br /&gt;Tapi  selain itu aku tidak punya informasi apa-apa tentang Krisna. Duh,  bagaimana ini ya? Rasa penasaranku makin besar. Tapi untuk  menghubunginya aku takut kalau ternyata dia berbohong dan bukan orang  baik-baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sering aku mendengar cerita-cerita  penipu-penipu berkeliaran di internet mencari perempuan-perempuan lugu  untuk ditipu dan dimanfaatkan. Aku tidak mau terjebak. Aku bergidik  membayangkan kalau-kalau Krisna adalah salah satu dari penipu-penipu  itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi rasanya nggak mungkin, &lt;em&gt;deh&lt;/em&gt;! Sebuah suara lain yang mendukungku untuk meneleponnya menampik prasangkaku. Kelihatan &lt;em&gt;kok&lt;/em&gt;  kalau seseorang itu tulus atau bohong. Krisna itu tadi sepertinya  memang seperti dia apa adanya. Tidak ada yang ditutup-tutupi atau  dibuat-buat. Aku tahu, ini memang argumen yang lemah sekali. Aku terlalu  mengikuti rasa penasaranku saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih sibuk  menimbang-nimbang sampai di depan rumahku. Ah, mungkin sebaiknya aku  makan dulu agar bisa berpikir dengan jernih. Perutku sudah  menjerit-jerit sejak tadi. Kuputuskan untuk makan siang terlebih dahulu.  Lalu sholat Dzuhur. Dan mungkin kalau tidak mengantuk baru aku bisa  memutuskan apakah aku harus meneleponnya atau tidak.&lt;br /&gt;Apa daya, makan siang yang dimasak Mama hari ini sedap sekali. Rendang ayam dan gulai daun singkong. &lt;em&gt;Nyam!&lt;/em&gt;  Aku tambah dua kali. Dan hasilnya mataku berat sekali sesudahnya.  Rasanya tidur siang mungkin tidak mengapa. Ups, belum sholat Dzuhur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku  pun sholat Szuhur sebelum pergi tidur mengikuti kantukku. Mataku sudah  setengah terpejam saat televisi di kamarku menampilkan sebuah acara.  Krisna Mukti yang tampil sebagai pembawa acaranya. Melihat namanya  tertulis di layar televisi tiba-tiba saja kantukku hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, ini pertanda dari Tuhan kalau aku harus meneleponnya. Ya, ya, aku tahu ini amat sangat terdengar berlebihan alias &lt;em&gt;lebay&lt;/em&gt;. Habis mau bagaimana lagi? Sejak tadi memang aku ingin sekali meneleponnya. Atau &lt;em&gt;miscall&lt;/em&gt; aja deh!&lt;br /&gt;Kuambil &lt;em&gt;handphone&lt;/em&gt; biruku lalu &lt;em&gt;dial&lt;/em&gt; nomor dengan nama Krisna yang baru beberapa jam yang lalu kusimpan di sana.&lt;br /&gt;Tuuut! Tuuut! Dua nada panjang terdengar sebelum sebuah suara menjawab di seberang telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum!” Sebuah suara berat menyapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku gugup. Cepat-cepat kumatikan &lt;em&gt;handphone&lt;/em&gt;-ku.  Duh, kenapa jadi deg-degan begini sih? Aku bingung sendiri. Suara  itu..aduuuh, dari suaranya saja aku sudah bisa membayangkan wajahnya  yang gagah seperti yang baru kulihat di televisi tadi. Walalupun aku  bukan penggemar Krisna Mukti, paling tidak bayanganku tidak jauh-jauh  dari wajah &lt;em&gt;ganteng&lt;/em&gt; artis-artis yang sering kulihat di televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku senyum-senyum sendiri setelah kuputuskan hubungan di &lt;em&gt;handphone&lt;/em&gt;-ku barusan. Tiba-tiba &lt;em&gt;handphone&lt;/em&gt;-ku berbunyi.&lt;br /&gt;“Krisna” Namanya muncul di layar &lt;em&gt;handphone&lt;/em&gt;-ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama!  Dia menelepon balik! Bagaimana ini? Bagaimana Ini? Aku panik dan  bingung. Kujawab atau tidak ya? Aduh, Bagaimana dong? Kubiarkan &lt;em&gt;handphone&lt;/em&gt;-ku berdering lebih lama sambil masih berpikir.&amp;nbsp; Sampai akhirnya &lt;em&gt;handphone&lt;/em&gt;-ku diam tak berbunyi lagi. Dia menyerah. Ya sudahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenit kemudian sebuah SMS masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Halo, Dinda! Kenapa nggak diangkat? Malu ya?” Dari Krisna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hey,  kenapa dia yakin sekali kalau itu aku yang meneleponnya tadi? Ih, GR!  Aku setengah dongkol karena tuduhannya benar dan telak. Cepat kuketik  SMS balasan sambil menahan senyum-senyum yang anehnya sejak tadi memang  tidak mau pergi dari bibirku. Terus terang aku memang merasa aneh sejak  selesai &lt;em&gt;chatting&lt;/em&gt; dengan si Krisna ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf, ini siapa, ya?” Tulisku. Lalu kutekan tombol &lt;em&gt;send&lt;/em&gt;. Beres, kataku sambil terkikik dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho? Kan kamu yang nelpon aku tadi? Ini bukan Dinda, ya? Maaf kalau begitu.” Satu menit saja menunggu balasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertawa geli. Rasanya dia memang orang baik. Lebih baik kutelepon saja dia sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan  perdana dengan Krisna di telepon berlangsung singkat. Hanya lima menit  saja. Tapi lima menit itu akhirnya membuat aku tidak bisa tidur malam  harinya. Suaranya…aduuuh! Empuk-empuk &lt;em&gt;gimanaaaa geto&lt;/em&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya  setiap hari kami saling menelepon. Kadang Krisna yang menghubungiku.  Kadang aku yang menghubunginya dari telepon rumahku. Bukan apa-apa,  jatah uang ke warnet saja aku masih minta Mama, darimana aku mau dapat  uang ekstra untuk beli pulsa? Maka sebuah kebiasaan baru mulai kujalani.  Menelepon Krisna diam-diam saat semua penghuni rumah sudah terlelap.  Tentu saja aku harus berbicara dengan suara sepelan mungkin agar Mama,  Papa dan adikku Dini tidak mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat dua minggu  setelah kami saling mengenal melalui telepon, dia mulai berani  bertanya-tanya dimana rumahku. Walaupun tidak secara gamblang aku  katakan padanya, namun dengan jujur aku berikan gambaran daerah tempat  tinggal kami. Aku tidak punya niat sama sekali untuk membohonginya.  Karena dia pun sepertinya memang berbicara jujur tentang dirinya selama  ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu aku memang belum mengenalnya. Wajahnya saja  aku belum tahu sama sekali. Hanya saja semakin hari aku semakin sok tahu  membuat sosoknya dalam pikiranku. Pasti ganteng &lt;em&gt;kayak&lt;/em&gt; artis sinetron, kataku yakin dalam hati. Suaranya &lt;em&gt;aja&lt;/em&gt; enak &lt;em&gt;banget&lt;/em&gt; didengar, kataku lagi dalam hati. Bodoh ya? Apa hubungannya suara dengan wajah? Tidak ada, tapi pengaruhnya besar sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku  pernah ‘tertipu’ dengan seorang penyiar radio terkenal yang sangat aku  sukai. Suaranya enak sekali setiap pagi kudengar. Lalu suatu ketika  penyiar itu muncul di televisi. Ya ampun! Ternyata aslinya…GANTENG  BANGET! Tahu Ferdy Hasan kan? Iya, itu dia penyiar radionya. Maka  berangkat dari pengalaman itu, akupun yakin kalau wajah Krisna, paling  tidak, akan seenak suaranya di telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuceritakan pada  Dini, adikku, kalau dia ingin datang ke rumah minggu depan. Aku sudah  memberikan alamat rumah kami kepadanya. Reaksi Dini sungguh menyebalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya ampun! Jangan sembarangan &lt;em&gt;ngasih&lt;/em&gt; alamat dong! Apalagi belum pernah &lt;em&gt;ketemu&lt;/em&gt;!” katanya sewot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lah? Kalau &lt;em&gt;udah&lt;/em&gt; pernah &lt;em&gt;ketemu&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;ngapain&lt;/em&gt; juga &lt;em&gt;ngasih&lt;/em&gt; alamat? Justru karena &lt;em&gt;pengen ketemu&lt;/em&gt; makanya aku kasih alamat rumah. Gimana &lt;em&gt;sih&lt;/em&gt;?” kataku membela diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya  dalam hati aku ciut juga. Jangan-jangan dugaanku salah. Jangan-jangan  Krisna itu penjahat atau rampok atau bandit atau penculik atau pembunuh?  Huaaaa…&lt;em&gt;Kok&lt;/em&gt; aku jadi takut begini ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terserah, &lt;em&gt;deh&lt;/em&gt;! Kapan dia mau datang?” tanya adikku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Minggu depan,” jawabku singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari  itu tiba juga. Aku tidak bisa menampik kalau perasaanku campur aduk  tidak karuan saat itu. Antara takut dan penasaran. Tapi menolaknya untuk  datang ke rumah aku tidak tega. Kami sudah seperti sahabat yang kenal  dekat di telepon. Apa alasanku menolaknya datang ke rumah? Apalagi  niatnya adalah untuk mengenal aku dan keluargaku lebih jauh, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara  Vespa yang khas dan berisik terdengar memasuki halaman rumahku. Itu  dia, pikirku sambil berlari keluar rumah menyambutnya. Dia masih memakai  helm berkaca gelapnya. Adikku Dini mengikuti di sampingku. Berdua kami  berdiri di depan rumah menunggu dia membuka helm itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunggunya membuka helm itu seperti menonton film yang diputar dalam gerakan &lt;em&gt;slow motion&lt;/em&gt;. Mengangkat tangan, menarik helm keluar dari kepala, meletakkan helm di stang Vespanya, membuka &lt;em&gt;masker&lt;/em&gt; yang menutupi hidung dan mulutnya dan &lt;em&gt;tadaaa&lt;/em&gt;….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang lelaki kurus dengan celana jeans dekil dan kemeja &lt;em&gt;flanel&lt;/em&gt; biru kotak-kotak berdiri di hadapan kami. Bukan pakaiannya yang membuatku terpana. Tapi rambutnya! Rambutnya &lt;em&gt;gondrong&lt;/em&gt; melebihi pundak. Ya Tuhan! Aku tidak suka cowok &lt;em&gt;gondrong&lt;/em&gt;! Maksudku, masaku menyukai cowok &lt;em&gt;gondrong&lt;/em&gt; &amp;nbsp;sudah lewat beberapa tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dini  senyum-senyum dikulum sambil mencubit pinggangku. Kupukul tangannya  menyuruhnya masuk untuk memanggil Mama agar ikut keluar. Krisna berjalan  ke arahku sambil tersenyum. Di tangannya ada sebuah kantong plastik  kecil berwarna hitam. Bawa apa ya dia untukku? Mau tidak mau aku jadi GR  juga melihat kantong &lt;em&gt;kresek&lt;/em&gt; itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dinda, ya? Krisna,” katanya menjulurkan tangannya mengajak bersalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku  mengangguk ragu. Sejenak aku lupa untuk menyambut uluran tangannya. Aku  terlalu sibuk mengamati wajahnya. Dia benar-benar beda dari apa yang  kubayangkan selama ini. Tapi mau bagaimana lagi? Orangnya sudah sampai  di depanku. Masa mau aku suruh pulang lagi hanya karena dia tidak  ‘seindah’ yang kubayangkan? Lagipula, siapa aku yang menilainya begitu  rupa? &lt;em&gt;Toh&lt;/em&gt; selama ini dia begitu baik dan sopan jika berbicara  denganku di telepon. Aku pun menyambut uluran tangannya sambil tersenyum  tipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah duduk di ruang tamu, Mama menghampiri kami  lalu memperkenalkan diri dan bercakap-cakap sebentar dengannya. Terus  terang aku terkesan dengan caranya berbicara dengan Mama. Dia sangat  sopan tapi tidak dibuat-buat sama sekali. Semuanya mengalir begitu  wajar. Cara bicaranya, gerak tubuhnya, semuanya. Tapi rambutnya…tetap  saja &lt;em&gt;gondrong&lt;/em&gt;. Ugh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama Mama pamit ke dapur  untuk membuatkan minuman untuknya. Mataku masih tak lepas dari kantong  plastik hitam yang dibawanya. Mendengar Mama akan membuatkan minuman  untuknya dengan cepat diraihnya kantong hitam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf, Tante. Kata Dinda nggak ada yang&lt;em&gt; ngopi &lt;/em&gt;di  rumah ini. Jadi saya bawa kopi sendiri. Kalau Tante tidak keberatan,”  katanya sambil tersenyum malu-malu memberikan kantong plastik hitam  kecil itu kepada Mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat Mama mengernyitkan keningnya menerima kantong itu. Mama mengeluarkan sesuatu dari dalamnya. Kopi &lt;em&gt;instant &lt;/em&gt;dalam &lt;em&gt;sachet&lt;/em&gt;. Sontak saja aku dan Mama tertawa terbahak-bahak. Orang ini ternyata memang bukan orang biasa. Maksudku, &lt;em&gt;he’s not an ordinary guy!&lt;/em&gt;  Siapa yang bisa melakukan hal lucu seperti itu, terutama pada pertemuan  pertama dengan keluarga gadis yang disukainya? Krisna sukses membuatku  lupa akan rambut &lt;em&gt;gondrong&lt;/em&gt;nya untuk sesaat. Mama berlalu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan kami pun berlanjut sambil menunggu Mama menyeduhkan kopi yang dibawa oleh Krisna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf ya, aku &lt;em&gt;norak&lt;/em&gt;,” katanya sambil garuk-garuk kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menatap ke arah rambutnya lagi. Kembali aku teringat akan ketidaksukaanku pada laki-laki berambut &lt;em&gt;gondrong&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Udah lama ya &lt;em&gt;manjangin&lt;/em&gt; rambut?” tanyaku spontan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lumayan. Kenapa?” tanyanya sambil mengelus-elus rambutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada rencana mau dipotong pendek?” tanyaku lagi tanpa &lt;em&gt;tedeng aling-aling.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, kalau dapat kerja kantoran, mau nggak mau ya dipotonglah,” katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengangguk-anggukkan kepala tanda paham. Sedikit lega dengan jawabannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Kenapa sih?” tanyanya bingung melihatku manggut-manggut sambil tersenyum menatapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku doain semoga kamu cepat dapat kerja kalau begitu,” kataku sambil tersenyum lebar padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oooh...” Sekarang giliran dia yang manggut-manggut tanda paham dengan maksudku. “Kamu nggak suka cowok &lt;em&gt;gondrong&lt;/em&gt;, ya?” tanyanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh,  bukan! Bukaaan! Hanya saja menurutku nama Krisna itu tidak cocok  berambut gondrong,” kataku sedikit gugup mencari-cari alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tertawa mendengar alasanku. Aku tahu, alasanku memang terdengar bodoh sekali. Apa hubungannya nama dengan rambut &lt;em&gt;gondrong&lt;/em&gt;?  Biarlah, apapun asal dia mau memotong pendek rambutnya. Sebab kurasa  aku sudah mulai menyukainya, walaupun ternyata penampilannya jauh dari  bayanganku semula. Semua tertutupi dengan sikap jujur dan apa adanya  yang sudah diperlihatkannya sejak tadi. Tapi menyerah begitu saja dengan  &lt;em&gt;kegondrongannya &lt;/em&gt;rasanya aku juga tidak sanggup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu kemudian dia kembali datang ke rumahku. Dengan rambut super pendek dan rapi sekali. Aku &lt;em&gt;surprise&lt;/em&gt;  sekali melihatnya. Kukira dia sudah mendapat pekerjaan baru. Saat  kutanyakan padanya, dia hanya tertawa sambil menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Belum. Masih jaga warnet. Doain &lt;em&gt;aja&lt;/em&gt; aku cepat dapat kerja, ya,” katanya sambil tersenyum manis kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olala, dia memotong rambutnya karena aku. Ah, kurasa sebenarnya sudah tidak penting lagi rambutnya &lt;em&gt;gondrong&lt;/em&gt;  atau tidak. Karena rasanya aku sudah mulai menyukainya sejak pertama  mendengar suaranya. Kalau mau jujur, aku sudah mulai menyukainya sejak  aku melihat namanya di &lt;em&gt;chatroom&lt;/em&gt; dulu. Bukankah karena namanya itu aku akhirnya mau berkenalan dengannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;THE END&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-78293168926568552?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/78293168926568552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/06/dont-judge-guy-from-his-name.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/78293168926568552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/78293168926568552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/06/dont-judge-guy-from-his-name.html' title='Don&apos;t Judge A Guy From His Name'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15782086161876979609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/-ZcV98eaBYWY/TuufX8cw8II/AAAAAAAAAnI/QTR0c83arZI/s220/banner.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/--1F5Grs1hsc/Tft3Gg-N4XI/AAAAAAAAAiw/VT_robGaYWk/s72-c/ganteng.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-8620252053966104923</id><published>2011-05-25T09:57:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T09:57:12.999-07:00</updated><title type='text'>Kamu Bukan Sesiapa</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Untuk kamu yang sepertinya sedang berbahagia...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Maaf, aku tidak berbahagia untukmu sekarang ini...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Entah kapan..tak usah menunggu...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Karena bagiku, kamu bukan sesiapa...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Sebab dulu pun kamu bukan sesiapa...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Kalaupun akhirnya kamu menjadi sesiapa...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;itu lebih karena kamu sesiapa untuk seseorang yang aku sayang...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Sekarang dia tak ada...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Lalu kamu akan kembali menjadi bukan sesiapa bagiku...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Sebenarnya tak harus begitu juga...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Tapi kamu membuatku seperti itu...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Maaf kalau aku merasa kamu lupa...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Padahal dulu kamu begitu rupa...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Mencintainya...menyayanginya...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Aku memang tak akan pernah tahu apa isi hatimu...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Tapi aku juga tak perlu tahu apa alasanmu...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Bagiku, kamu bukan sesiapa lagi...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-8620252053966104923?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/8620252053966104923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/05/kamu-bukan-sesiapa.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/8620252053966104923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/8620252053966104923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/05/kamu-bukan-sesiapa.html' title='Kamu Bukan Sesiapa'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15782086161876979609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/-ZcV98eaBYWY/TuufX8cw8II/AAAAAAAAAnI/QTR0c83arZI/s220/banner.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-3468659719642238224</id><published>2011-05-19T09:33:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T09:30:12.230-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngomel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><title type='text'>Episode Parenthood Di Rumahku</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-wbhBz_nEE4Q/TdVF96UvYxI/AAAAAAAAAic/zJnOqK-TT08/s1600/parenthood.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="124" src="http://4.bp.blogspot.com/-wbhBz_nEE4Q/TdVF96UvYxI/AAAAAAAAAic/zJnOqK-TT08/s320/parenthood.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Seminggu yang lalu gw nonton film seri Parenthood di Starworld. Pas banget di episode yang gw tonton itu ada adegan ibu minta tolong sama bapak untuk ngingetin anaknya buat bersihin kamar. Si Jabbar, anaknya, males bersihin kamar. Trus daddy-nya gak mau maksa dia, akhirnya malah bantuin bersihin kamar anaknya. Bantuin judulnya, yang ada daddy-nya yang bersihin kamar, anaknya tetep maen. Sebelum turun ke bawah, daddy-nya bilang, “Gak usah ngomong ke mommy kalau daddy bantuin kamu bersihin kamar, ya! Ini rahasia kita!” Si Jabbar ngangguk, belagak paham.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Dasar bocah, sampe di bawah dia ngomong ke emaknya, “Tadi daddy bilang jangan ngomong ke mommy kalau daddy bantuin bersihin kamar. Itu rahasia aku sama daddy!” T_T&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Bisa ketebak nggak adegan selanjutnya gimana? Si mommy marah ke daddy, bilang kalau daddy-nya sudah mengajarkan banyak nilai negatif ke Jabbar. Pertama, ngajarin anaknya untuk tidak bertanggungjawab atas kamar dan barang-barang miliknya. Kedua, ngajarin anaknya untuk bohong. Ketiga, ngajarin anaknya kalau menunda-nunda pekerjaan itu OK aja. Dan akhirnya mommy sama daddy si Jabbar berantem, deh. Sampe lebaynya, di episode yang terbaru mommy and daddy-nya Jabbar (sumpah sampe sekarang gw masih nggak inget namanya) lagi pisah ranjang. Tentu aja bukan karena masalah bantuin anaknya bersihin kamar doang, tapi udah berkembang ke masalah lain yang lebih kompleks.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Masalah sepele kayak gini sering banget gw hadapi sama suami gw di rumah. Saat mama harus jadi monster dan papa bisa jadi malaikat. Sekarang aja si Fadhil udah males gw ajak ke supermarket, soalnya kalau belanja sama gw, ya yang dibeli yang perlu-perlu aja buat sehari-hari. Dia lebih milih ikut kalau papanya yang ngajak, karena pulangnya pasti aja dapet sesuatu, kalo nggak maenan, es krim, minimal permen karet (yang jelas-jelas udah dilarang buat dia). Belum lagi kalau di rumah, gw bawaannya ngingetin dia melulu supaya jangan lupa bebenah abis main, sementara dia sama papanya asoy-ahoy maen-maen sampe rumah jadi kapal pecah. Coba? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kalo udah kayak gini, gw suka empet sendiri, pengen ngajakin tukar peran aja sama suami. Biar gw yang selalu diajakin maen dan hura-hura, dan dia yang pusing ngeliat rumah ancur dan duit belanja abis gara-gara gw jajanin anak-anaknya es krim sama maenan melulu tiap hari. Trus kalau anak udah sakit, ntar biar dia juga yang ribet minumin obat, yang pasti bakalan kena protes juga sama anaknya gara-gara rasanya nggak enak!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Wkwkwkwk..ngomel. Tapi begitu-begitu, ada juga sisi fun suami gw yang gw syukuri sampai saat ini. Gk peduli gimana rebek-nya gw ngomel tiap hari, dia santai aja lho ngadepinnya. Malah kadang-kadang ngajakin bocah-bocah itu ikut godain gw. Hadah…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Jadi gw mikir, mungkin emang ada baiknya gw dapet suami yang super santai kayak suami gw ini. Semua butuh penyeimbang. Bayangin kalau laki gw sama bawelnya kayak gw. Kasihan anak-anakku. Hahaha…Atau gw yang santai banget kayak suami gw. Mau jadi apa rumah dan keluarga gw? Wkwkwkwk…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-3468659719642238224?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/3468659719642238224/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/05/episode-parenthood-di-rumahku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/3468659719642238224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/3468659719642238224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/05/episode-parenthood-di-rumahku.html' title='Episode Parenthood Di Rumahku'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15782086161876979609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/-ZcV98eaBYWY/TuufX8cw8II/AAAAAAAAAnI/QTR0c83arZI/s220/banner.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-wbhBz_nEE4Q/TdVF96UvYxI/AAAAAAAAAic/zJnOqK-TT08/s72-c/parenthood.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-2465296287497754637</id><published>2011-05-11T10:00:00.000-07:00</published><updated>2011-05-11T10:04:10.838-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blackbook'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nulis'/><title type='text'>4 Buku Rilis Dalam 2 Bulan! Aku Bisa, Berarti Kamu Juga Bisa!</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Dulu…(ceile, baru mulai udah pake ‘dulu’ aja, berasa dongeng…wkwkwkwk) waktu aku baru mulai iseng-iseng nulis di blog, nggak pernah kepikiran untuk bisa bikin buku. Jauh bangeeet rasanya cita-cita itu. Kebayang juga nggak. Bagaimana mungkin? Menulis saja aku sulit. Hahahaha, eh, serius…sulit banget dulu waktu mulai menekuni dunia tulis-menulis ini awalnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Dari buta, nggak ngerti apa-apa masalah tanda baca, alinea, apalagi yang namanya apa itu narasi, deskripsi, plot, diksi…ya ampuuun, apaan tuuuh?! Pokoknya dulu itu nulis ya nulis aja. Nulis apaan aja yang lagi ada di pikiran. Sekedar pengen nyimpen apa yang lagi aku pikirin waktu itu, siapa tahu ratusan tahun nanti bisa jadi harta karun berharga triliunan. Jadi anak cucuku nggak perlu jadi koruptor untuk jadi kaya. Wkwkwkwk…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Alhamdulillaah, nggak perlu menunggu lama, walaupun sebenarnya tiga tahun itu kalau dirasa-rasain lumayan juga, hari ini genap sudah 4 buah buku yang memuat tulisanku hadir…dir..dir!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Yang 2 belum rilis sih, tapi sudah masuk percetakan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Uhuuuyyyy!!! Bahagiaaa..bahagiaaa..bercampur haruuu dan gegap gempitaa..serta riang gembira tak terkatakan… Priiit!!!! Lebay!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Ini dia buku-buku itu…aaaah, senangnya…senangnya…lalalalaaa…lilililililiiii…..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Blackbook (novel)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-BEaKMAGn9ZE/Tcq-LQILkVI/AAAAAAAAAhI/LcgPJ2oWivg/s1600/cover+blackbook.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="224" src="http://4.bp.blogspot.com/-BEaKMAGn9ZE/Tcq-LQILkVI/AAAAAAAAAhI/LcgPJ2oWivg/s320/cover+blackbook.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Ahahahaaa, kalau ngomongin buku yang satu ini, hati rasanya berbunga-bunga indah tak terperi tiada tara. Wkwkwkwk…Gimana nggak, ini tulisan panjang pertamaku duluuu kala saat aku baru mulai rajin nulis. Lalu aku edit-edit, ikutin lomba dan terbit deh April 2011 kemaren. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kisahnya sendiri berangkat dari sebuah kisah nyata, tapi bukan true story yaa…Ini tetap kisah fiktif. Tentang persahabatan, cinta, pengkhianatan dan narkoba. Sampai saat ini, alhamdulillaah, pembeli Blackbook nggak ada yang kecewa sama isinya. Terima kasih ya Allah. Mudah-mudahan lancar terus penjualan, biar bisa terbit nasional dan nangkring di rak buku Gramedia. Aamiin!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Novel ini terbit lewat penerbit Leutika Prio dan dijual seharga Rp 41.300 saja. Karena hanya dijual online, ongkos kirim belum termasuk, ya. Hehehehe..Gini aja, deh! Baca-baca &lt;a href="http://catatankecil-winda.blogspot.com/search/label/blackbook"&gt;ini &lt;/a&gt;dulu supaya kenal sama Blackbook yang sampai saat ini sudah terjual hampir 100 eksemplar itu. Banyak sudah testimony dari para pembaca Blackbook yang mengatakan, nggak rugi sungguh beli novel ini. Percayalah, percayalah! Hahahahaa…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;24, Senarai Kisah dari Kampung Fiksi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-4tzPsMeqmY8/Tcq-i5f3qCI/AAAAAAAAAhM/VTxIeHU4bdg/s1600/cover+24.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-4tzPsMeqmY8/Tcq-i5f3qCI/AAAAAAAAAhM/VTxIeHU4bdg/s320/cover+24.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Buku ini…oh, buku ini juga sangat istimewa untukku. Berisi 24 cerpen yang ditulis olehku dan 7 perempuan istimewa yang satu pun belum pernah kutemui secara langsung sampai hari ini. Kami menamakan diri kami Penari Kata dan kampung tempat kami menari adalah Kampung Fiksi. Yap, kami pecinta fiksi dan pemain kata-kata. Eh, maksudnya bukan suka silat lidah lho, ya! Hahaha…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Buku ini akan segera &lt;i&gt;mbrojol&lt;/i&gt; akhir bulan Mei ini. Siap-siaplah mendapatkan petualangan kata melalui untaian kisah 8 penari kata dari Kampung Fiksi ini. Nggak akan menyesal, aku berani jamin!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Cerpen-cerpen ini kami kemas dalam bentuk putaran waktu dalam sehari, yakni 24 jam. Kami membaginya menjadi 5 bagian waktu utama dalam sehari. Ada kisah yang akan terasa manis semanis Cupcake di pagi hari, ada sendu menggelayut di laut biru kala senja menyapa…Aih, manis banget! Pokoknya komplit! Sampai kisah misteri pun kami punya dalam buku ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kalau masih penasaran, mampirlah ke &lt;a href="http://kampungfiksi.blogspot.com/"&gt;Kampung Fiksi&lt;/a&gt; dan rasakan petualangan kata-kata bersama kami di sana. Mari, kawan!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Peri-peri Bersayap Pelangi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ZRO2VU9K7Rg/Tcq-6yQWJtI/AAAAAAAAAhQ/xGSVYm8QaM8/s1600/cover+peri2+bersayap+pelangi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-ZRO2VU9K7Rg/Tcq-6yQWJtI/AAAAAAAAAhQ/xGSVYm8QaM8/s320/cover+peri2+bersayap+pelangi.jpg" width="220" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Buku ini berisi kumpulan cerita pendek untuk anak-anak. Aku salah satu yang menyumbangkan cerpen di sini dan ada 10 penulis lainnya. Kami memiliki visi yang sama mengenai pentingnya cerita atau kisah yang baik bagi anak-anak. Yang lebih penting lagi, buku ini hadir untuk dibagikan secara gratis bagi anak-anak yang kurang beruntung untuk bisa membeli buku-buku cerita yang bagus untuk mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Buku ini akan hadir dalam waktu dekat. Buku ini diharapkan dapat melukis seulas senyum di wajah anak-anak yang membacanya. Buku ini diharapkan dapat memberikan sensasi petualangan seru dalam bacaan dan pelajaran hidup yang diingat selalu dalam hidup anak-anak yang membacanya. Ah, mulukkah harapan itu? Kami tidak pesimis, demi anak-anak Indonesia!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Datanglah ke &lt;a href="http://peribersayappelangi.blogspot.com/"&gt;sini&lt;/a&gt; untuk lebih mengenal kami. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Dear Papa (Buku 6)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-RI7dl3L8Jz0/Tcq_YVOY0-I/AAAAAAAAAhU/o4vJflQQyk4/s1600/cover+dear+papa.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-RI7dl3L8Jz0/Tcq_YVOY0-I/AAAAAAAAAhU/o4vJflQQyk4/s320/cover+dear+papa.jpg" width="236" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Awalnya aku iseng ikutan project yang diadaian sama nulisbuku di Twitter. Katanya, siapapun yang mengirimkan surat cintanya kepada sang ayah ke nulisbuku, pasti dibukukan. Dan hasil penjualannya untuk disumbangkan ke panti-panti sosial. Wuah, kesempatan bisa ngeliat hasil tulisanku jadi buku. Lagian, ini kan bukan nulis fiksi melainkan nulis sesuatu yang real kita rasakan ke ayah atau papa kita. Sekalian beramal.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tapi kalau untuk aku pribadi, tulisanku di buku ini adalah murni semua yang pengen aku sampaikan ke papaku yang rasanya susaaah banget buat diungkapkan secara langsung ke beliau. Entah karena tidak terbiasa bicara dari hati ke hati atau apa, yang pasti sungkan aja, gitu. Hiks.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Dan waktu papaku baca buku ini, beliau langsung telpon dan bilang, “Terima kasih, ya…” Percayalah, itu pun sudah cukup bikin hatiku meleleh kayak es krim Magnum dicuekin. (Siapa yang berani nyuekin Magnum hare gene?)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Beli bukunya, cepaaaat ke &lt;a href="http://www.nulisbuku.com/"&gt;sini&lt;/a&gt;, ya! Terima kasih…*smooch*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Demikianlah, 4 buku yang berhasil rilis dalam waktu 2 bulan ini (April-Mei 2011) yang memuat tulisanku di dalamnya. Bukan berbangga hati berlebihan, walaupun memang rasa itu ada dalam hati. Tapi aku hanya sekedar ingin menunjukkan, mimpi itu bisa, BISA, jadi nyata kalau kamu mau itu jadi nyata! Semua keberhasilan berawal dari mimpi yang kemudian dijalani dengan sungguh-sungguh dan dihiasi dengan do'a dan dukungan dari orang-orang tercinta kita. Itu resep dari Tuhan untuk bisa berhasil. Jadi, jangan mau kalah sama emak-emak kayak aku ini. Ayoo, aku tungguin di pengkolan, ya! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2025142659239407307-2465296287497754637?l=catatankecil-winda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/feeds/2465296287497754637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/05/4-buku-rilis-dalam-2-bulan-aku-bisa.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/2465296287497754637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2025142659239407307/posts/default/2465296287497754637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatankecil-winda.blogspot.com/2011/05/4-buku-rilis-dalam-2-bulan-aku-bisa.html' title='4 Buku Rilis Dalam 2 Bulan! Aku Bisa, Berarti Kamu Juga Bisa!'/><author><name>Winda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15782086161876979609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/-ZcV98eaBYWY/TuufX8cw8II/AAAAAAAAAnI/QTR0c83arZI/s220/banner.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-BEaKMAGn9ZE/Tcq-LQILkVI/AAAAAAAAAhI/LcgPJ2oWivg/s72-c/cover+blackbook.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2025142659239407307.post-5459451676257374388</id><published>2011-05-07T11:56:00.000-07:00</published><updated>2011-05-08T17:44:03.211-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngoceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blackbook'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nulis'/><title type='text'>Perjalanan Blackbook #5: Akhirnya Ada Juga Yang Review Novelku!</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Setelah sebulan Blackbook mejeng di dunia perbukuan Indonesia (ta’elah elah!), akhirnya terkumpul beberapa kesan dari para pembacanya. Wuiiih, rasanya…gimanaaa gitu baca-baca kesan orang-orang tentang hasil karya kita. Makjleb dung prêt banget, deh! Apalagi kalau tau mereka senang dan menghargai sekali hasil karya kita. Bukan apa-apa, beda sama tulisan di blog, kalau buku kan orang-orang ngeluarin duit buat dapetinnya. Aku aja suka ngomel-ngomel kalau ngerasa ‘ketipu’ sama buku. Liat judul sama sinopsisnya kayanya keren, pas udah dibeli…ternyata aku nggak suka. Huaaaa! Mudah-mudahan yang beli Blackbook nggak ada yang ngerasa gitu, ya! Hiks…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-vgvao2La3hY/TcWVhmbPuCI/AAAAAAAAAhA/WRFpxcQNyZ4/s1600/gambar+review+di+blog+mbak+elly.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="312" src="http://4.bp.blogspot.com/-vgvao2La3hY/TcWVhmbPuCI/AAAAAAAAAhA/WRFpxcQNyZ4/s320/gambar+review+di+blog+mbak+elly.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;screenshoot dari blog-nya mbak Elly Suryani, Life With Your Own Vision&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dimulai dari &lt;a href="http://media.kompasiana.com/buku/2011/04/17/blackbook-bukan-buku-hitam-biasa/"&gt;Hadi Samsul&lt;/a&gt;, si cowok yang ngakunya macho tapi senengannya gaul sama ibu-ibu. Hahahaha, Hadi ini semangat banget mau ngasih resensi, padahal aku nggak ngasih gratisan sama dia. Niat banget jadi pembeli pertama Blackbook dan udah ngancem-ngancem supaya aku siap-siap dapat kripik pedas dari dia. Pasrah…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ini cuplikan review-nya di Kompasiana tanggal 17 April 2011 yang lalu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam novel solo pertamanya ini, &amp;nbsp;Winda berhasil membawa saya untuk mengetahui bagaimana kehidupan para pengguna dan pengedar narkoba itu. Istilah-istilah seperti sakaw&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;, pakaw, ngipe, kodok, badai, OD&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; dan sebagainya adalah istilah-istilah yang biasanya dipakai oleh para pengguna narkoba. Cerita fiksi ini menjadi terkesan nyata karena Winda berhasil memadukan kebiasaan penggunaan istilah para pemakai narkoba tersebut di dalam novelnya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam pandangan saya sebagai seorang tukang nyuluh, buku ini hadir untuk memberikan penyuluhan dan pengetahuan tentang bahaya narkoba dan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;free sex&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; dalam balutan indahnya kisah persahabatan dan cinta. Seandainya Winda meminta &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;endorsement&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; dari saya (&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;siapa gue? Hehehe&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;), pasti saya akan menulis: buku ini wajib dibaca oleh semua kalangan agar tahu bahwa narkoba itu adalah musuh bersama untuk diberantas. Buku ini memberikan pengetahuan, pengalaman, dan pemahaman tentang “&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;Stay away from drugs&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;”. Jauhi narkoba karena bahayanya sangat nyata. Ayang, Amel, Serta Tomi, adalah tiga contoh korban jahatnya narkoba. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; font-weight: normal; line-height: 150%;"&gt;Say&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; font-weight: normal; line-height: 150%;"&gt;NO&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; font-style: normal; line-height: 150%;"&gt; to drugs. It will kill you sooner or later.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;(HS)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Lalu ada Mas &lt;a href="http://media.kompasiana.com/buku/2011/04/22/blackbook-novel-karya-seorang-kompasioner/"&gt;Agung Hariadi&lt;/a&gt; yang juga jadi salah satu pembeli pertama novel Blackbook yang sangat antusias. Mas Agung tidak keberatan sama sekali dengan kenyataan kalau ongkos kirim ke Bali ternyata lumayan mahal. Pokoknya mau baca, titik! Hihihihi…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ini sedikit cuplikan dari review Mas Agung di Kompasiana pada tanggal 22 April 2011:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Buku ini begitu enak dibaca. Terus terang aku sebelum ini banyak gak tahu tentang bahasa gaul yang sering digunakan oleh para pemakai. Meski ada beberapa temanku yang setahuku menggunakan barang haram tersebut, tapi aku kurang paham dengan bahasa yang mereka gunakan. Entah karena aku yang terlalu cuek sama urusan mereka, ataukah mereka segan bercerita hal itu di depanku
